بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Kajian Spesial Hari Raya Idul Fitri 1447 H Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كثيرا وسبحان الله بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ Intisari Khutbah Shalat Idul Fitri 1447 H Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA di Mesjid Jamik Baitul Jannah Kemukiman Tungkop Tema : Istiqamah Setelah Ramadhan 📖 Kalam Hikmah: ثلاث رسائل ما بعد رمضان Tiga pesan setelah Ramadhan الرسالة الأولى : ” إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ” أيها الأحبة الأفاضل الأكارم ها هو شهر رمضان قد ودعنا وصعد إلى الله تعالى بأعمالنا , وقد سبق فيه من سبق , وفاز فيه من فاز , وخسر فيه من خسر , فمن المقبول فنهنيه ومن الخاسر فنعزيه ؟ , فالله تبارك وتعالى لا يتقبل إلا من المتقين المخلصين, قال تعالى: \” { إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ} (27) سورة المائدة. Pesan pertama: “Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa.” Bulan Ramadhan telah berlalu dari kita dan naik ke sisi Allah SWT bersama amal perbuatan kita. Sebagian telah mendahului sebagian lainnya di dalamnya, sebagian telah menang, dan sebagian telah kalah. Maka, siapa yang diterima, maka kita ucapkan selamat kepadanya, dan siapa yang kalah, maka kita hibur dia? Karena Allah, Maha Berkah dan Maha Agung, hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa dan tulus. Allah Yang Maha Kuasa berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Ma’idah : 27) Diriwayatkan dari Shaddad Abu Ammar, dari Abu Umamah al-Bahili, yang berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata: Apa pendapatmu tentang seorang laki-laki yang berperang untuk mencari pahala dan pengakuan? Rasulullah, SAW bersabda: Dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Dia mengulanginya tiga kali, dan Rasulullah SAW berkata kepadanya: Dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Kemudian beliau bersabda: Allah tidak menerima amal perbuatan kecuali yang dilakukan semata-mata karena Allah dan dicari karena Allah. Diriwayatkan oleh An-Nasa’i 6/25 dan dalam “Al-Kubra” 4333 الرسالة الثانية : ” وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ”: Pesan kedua: “Dan janganlah kamu berpaling muka, karena jika demikian kamu akan menjadi orang-orang yang rugi.” Merupakan dosa besar dan kerugian besar bagi seseorang untuk kembali sebagai orang yang rugi setelah mendapatkan rampasan perang dan menghambur-hamburkan keuntungan yang telah Allah SWT mudahkan di bulan suci ini, dan berpaling setelah berinisiatif melakukan amal kebaikan dan meninggalkannya setelah bergegas melakukannya dan memenuhi masjid dengan lantunan doa dan ketaatan. Karena hal-hal ini menunjukkan bahwa hati belum menjalani kehidupan yang sempurna dengan iman dan belum diterangi oleh cahaya Al-Qur’an yang sempurna, dan bahwa jiwa belum merasakan manisnya ketaatan dan doa. Dan iman masih lemah dalam jiwa manusia dan keterikatan kepada Allah Yang Maha Kuasa masih lemah karena kita, saudara-saudara, telah menghabiskan satu bulan penuh dalam pelatihan ketaatan, bersegera melakukan perbuatan baik, tekun beribadah, senantiasa mengingat dan membaca Al-Quran, terus berdoa, memohon, berdoa memohon ampunan, dan berlomba-lomba dalam berinfak, memberi, dan berbuat baik, lalu seseorang tersesat setelah itu. الرسالة الثالثة : ” أحب الأعمال إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ” Pesan ketiga: “Amal yang paling dicintai Allah SWT adalah amal yang paling konsisten, meskipun jumlahnya sedikit.” Allah SWT dalam kebijaksanaan dan rahmat-Nya, tidak membebani manusia dengan ibadah, ketaatan, dan kewajiban agama di luar kemampuan mereka. Sebaliknya, Dia membebani mereka dengan apa yang mampu dan sanggup mereka lakukan. Allah SWT berfirman: “Allah tidak membebani suatu jiwa melebihi kemampuannya. Jiwa itu akan menerima akibat dari apa yang telah diperolehnya, dan akan menanggung akibat dari apa yang telah diusahakannya.” (286) Aisyah RA, berkata: Nabi Muhammad SAW ditanya: Amal manakah yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab: Amal yang paling konsisten, meskipun jumlahnya sedikit. Dan beliau bersabda: Lakukanlah amal yang paling… mampu kamu lakukan. Diriwayatkan oleh Ahmad 6/176, Al-Bukhari 8/122 dan Muslim 2/189. Istiqamah adalah solusi dan jalan dari segala perbuatan amal yang kita usahakan, dan istiqamah ini tidak dicapai hanya melalui keinginan semata, melainkan memiliki syarat dan sebab, antara lain: أولا: الاستعانة بالله Pertama: Memohon pertolongan Allah Yang mengetahui seseorang beribadah dengan ikhlas kepada Allah SWT selama Ramadan adalah Allah, dan hanya Dia yang mampu membantu untuk bertahan dan istiqamah untuk terus beribadah. Ketakwaan bukanlah karena kekuatan, kekuasaan, atau kemampuan sendiri, melainkan semata-mata karunia dan rahmat dari Allah yang membimbing hamba-hamba-Nya kepada ketaatan dan kemudian menerimanya dari mereka. Istiqamah ini adalah awal dari ketakwaan. Adapun orang yang memandang amal perbuatannya dengan sikap merasa benar sendiri, berpikir bahwa ibadahnya semata-mata karena kekuatan dan kemampuannya sendiri, Allah akan membiarkannya begitu saja. Dan siapa pun yang Allah biarkan begitu saja akan binasa. Itulah sebabnya salah satu doa Nabi SAW adalah: “Dan janganlah Engkau tinggalkan aku sendirian bahkan sekedip mata pun.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud) ثانيا: المجاهدة Kedua: Berusaha Mengetahui bahwa kebenaran tidak diperoleh dengan bermalas-malasan di tempat tidur, atau dengan menikmati semua hal yang menyenangkan dan diinginkan, tetapi diperoleh melalui usaha, ketekunan, dan kesabaran—berjuang melawan diri sendiri, keinginan, dan setan; tekun dalam melaksanakan amalan wajib dan meningkatkan amalan ketaatan; dan dengan sabar menjauhi keinginan dan larangan. ثالثا: رفقة أهلها Ketiga: Dukungan keluarganya Ini adalah salah satu penolong terbesar baginya dan salah satu alasan terbesar untuk keteguhan dalam ibadahnya. Ja’far bin Muhammad berkata, “Setiap kali aku mengalami masa lemah, aku akan pergi dan melihat wajah Muhammad bin Wasi’, dan aku akan bertindak sesuai dengan itu selama seminggu.”Istiqamah dalam kebaikan menjadi lebih mudah di bulan Ramadan karena banyaknya orang yang taat, dan kehadiran orang-orang di sekitar yang mendukung dalam melaksanakan amal kebaikan. Kesepian dan kelalaian lebih mungkin menimpa seseorang yang sendirian daripada dua orang. Sesungguhnya, serigala memangsa domba yang tersesat. والله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻
Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh keluarga besar dayah, para santri, wali santri, alumni, serta kaum muslimin dan muslimat di mana pun berada. Ucapan ini disampaikan oleh Abu Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, M.A, selaku Pimpinan Dayah Raudhatul Qur’an, sebagai bentuk silaturahmi dan ungkapan syukur setelah menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan. Dalam momentum penuh berkah ini, beliau juga menyampaikan pesan: “Minal ‘Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.” Melalui perayaan Idul Fitri ini, besar harapan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Hari kemenangan ini juga diharapkan menjadi awal yang baik untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian di tengah masyarakat. “Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan, dan menjadikan hari kemenangan ini sebagai awal untuk memperbaiki diri serta memperkuat keimanan.” Atas nama keluarga besar Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Minal ‘Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Keutamaan Dermawan (فضيلة السخاء) 📖 Kalam Hikmah: Rasulullah SAW bersabda: وقال عبد الله بن عمرو قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : خلقان يحبهما الله عز وجل ، وخلقان يبغضهما الله عز وجل ، فأما اللذان يحبهما الله تعالى ; فحسن الخلق ، والسخاء ، وأما اللذان يبغضهما الله ; فسوء الخلق ، والبخل ، وإذا أراد الله بعبد خيرا استعمله في قضاء حوائج الناس . Artinya : “Dua sikap yang disukai oleh Allah dan dua sikap yang dibenci oleh Allah. Adapun dua sikap yang disukai oleh Allah yaitu akhlak yang baik dan dermawan. Sedangkan dua sikap yang dibenci oleh Allah adalah akhlak yang buruk dan pelit. Seorang yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah akan menjadikannya sebagai pembantu untuk memenuhi hajat-hajat manusia”. Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang paling dermawan dan murah hati dalam hidupnya bahkan beliau juga mengajarkan sikap dermawan tersebut kepada keluarga dan para sahabatnya. Di antara kisah para sahabat Nabi yang paling dermawan adalah: 1. Abu Bakar Ash-Shiddiq, beliau ketika diminta oleh Nabi Muhammad untuk membantu perjuangan jihad fii Sabilillah, beliau memberikan seluruh hartanya kepada Nabi, dan ketika ditanya oleh Nabi, wahai Abu Bakar apa yang engkau tinggalkan harta untuk keluargamu, beliau menjawab saya meninggalkan Allah dan Rasulnya untuk keluargaku. Begitulah kedermawanan sahabat Nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq. 2. Umar bin Khattab pun begitu beliau ketika diminta oleh Nabi Muhammad untuk membantu perjuangan jihad fii Sabilillah, beliau memberikan hartanya yang sangat banyak kepada Nabi, dan ketika ditanya oleh Nabi, wahai Umar apa yang engkau tinggalkan harta untuk keluargamu, beliau menjawab sejumlah yang saya bawa, sejumlah itu pula saya meninggalkan untuk keluargaku. Di antara tanda-tanda orang dermawan adalah : 🌴 Ketika memberikan sesuatu kepada orang orang lain tidak menyebut-nyebut kembali dan juga tidak menyakiti orang yang diberikan tersebut. 🌱 Orang dermawan adalah orang yang senang dan bahagia ketika berjumpa dengan orang meminta. 🌿 Orang dermawan memberi tidak sampai menghambur-hambur dan tidak mubadzir sesuai dengan kebutuhan orang meminta. ☘️ Memberi sesuai dengan nikmat dan kemampuan kita baik kaya maupun cukup. 🍀 Memberi tidah harus sesuai dengan apa yang orang berikan kepada kita. 🎋 Memberi tidak hanya karena seseorang memberi sesuatu kepada kita hingga kita membalasnya. 🌵 Memberi tidak berharap dibalas kembali apa yang kita beri tersebut. Begitulah tanda-tanda seseorang dermawan. Nabi dalam bulan Ramadhan menjadikan dermawan ibadah kedua yang penting setelah ibadah mahdhah kepada Allah. Bahkan dalam bulan Ramadhan Nabi mengencangkan kedermawanan beliau melebihi kencangnya angin. Maka jadikanlah kedermawanan kita sebagai perisai dari api neraka kelak walaupun kita hanya memberi sebutir kurma. و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :3 Penyebab Seseorang Masuk Surga 📖 Kalam Hikmah: Rasulullah SAW bersabda: عن الحسن عن أنس أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قال : ( إن بدلاء أمتي لم يدخلوا الجنة بكثرة صلاتهم ولا صيامهم ولكن دخلوها بسلامة صدورهم وسخاوة أنفسهم والرحمة بجميع المسلمين ) أخرجه ابن عدي Artinya: “Sesungguhnya para wali abdal di kalangan umatku bukan memasuki surga karena banyaknya shalat maupun puasa. Akan tetapi mereka masuk surga karena hati yang bersih, jiwa yang dermawan dan menyayangi setiap muslim.” Dalam hadits di atas ditegaskan bahwa seseorang hamba bukan hanya karena banyak shalat dan menunaikan puasa saja yang menjadi catatan sebab seseorang masuk surga namun ada faktor lain yang sangat menentukan kualitas iman seseorang sehingga dengannya dia bisa masuk surga dengan selamat, yaitu: 1. Hati yang Bersih Hati yang bersih adalah kondisi hati yang mencerminkan ketenangan, kebersihan, dan ketundukan kepada Allah. Ini adalah hati yang telah dibersihkan dari sifat-sifat negatif seperti iri hati, dengki, hasad (kedengkian), dan nifak (ketidakjujuran dalam iman), serta diisi dengan keimanan yang kuat, rasa syukur, cinta kepada Allah, dan kebaikan terhadap sesama makhluk Allah. Dalam Islam, hati yang tenang dan suci adalah pintu menuju keberkahan. Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, “Ingatlah, dalam jasadmu terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadmu. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasadmu. Ingatlah, ia adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pesan ini menekankan pentingnya menjaga hati agar tetap suci dan bersih. 2. Jiwa yang Dermawan Banyak hadits dan ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang sifat dan keutamaan-keutamaan kedermawanan, serta akibat dari kekikiran. Mari kita cermati salah satu hadits berikut: السَّخِيُّ قَرِيْبٌ مِنَ اللهِ، قَرِيْبٌ مِنَ النَّاسِ، قَرِيْبٌ مِنَ الْجَنَّةِ بَعِيْدٌ مِنَ النَّارِ، وَالْبَخِيْلُ بَعِيْدٌ مِنَ اللهِ، بَعِيْدٌ مِنَ النَّاسِ، بَعِيْدٌ مِنَ الْجَنَّةِ، قَرِيْبٌ مِنَ النَّارِ، وَالْجَاهِلُ السَّخِيُّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ عَابِدٍ بِخَيْلٍ. – رواه الترمذى Artinya: “Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang jahil yang dermawan lebih disukai Allah daripada ahli ibadah yang kikir” [HR. Tirmidzi]. 3. Kasih sayang terhadap seluruh muslim Kasih sayang merupakan landasan moral utama agama Islam. Rasa kasih sayang membangun fondasi dari hubungan yang sehat dan harmonis dalam keluarga, persahabatan, dan masyarakat. Umat Muslim memiliki kemampuan untuk mempraktikkan kasih sayang dengan menciptakan masyarakat yang penuh dengan empati, toleransi, dan dukungan. Selain itu, kasih sayang merupakan bagian dari iman dan ketaatan kepada Allah Swt, karena Allah Swt telah memerintahkan umat-Nya untuk mencintai dan menghormati satu sama lain sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya. Islam menekankan betapa pentingnya berbagi kasih sayang dan perhatian satu sama lain. Kasih sayang sesama manusia mencakup hubungan dalam keluarga, suami istri, orang tua-anak, dan umumnya di masyarakat. Sebagai seorang Muslim, mereka diharuskan untuk mencintai, menghormati, dan membantu satu sama lain baik dalam hal baik maupun buruk. Dengan mengajarkan untuk memuliakan martabat dan hak setiap orang, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam telah terlebih dulu menunjukkan contoh kasih sayang dalam hubungan bermasyarakat. و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 *Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)* Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Lalai adalah Kerugian yang Sangat Besar (الغفلة خسارة عظيمة) 📖 Kalam Hikmah: Lalai (الغفلة) adalah penyakit yang menghancurkan dan membinasakan. Lalai bukan salah satu gaya hidup yang bagus. Lalai terus berkesinambungan dalam hidup sehingga tidak menemukan jati diri sebagai hamba ciptaan Allah SWT. Bayangkan dalam hidup kita terus mengejar dunia mulai dari kecil hingga dewasa bahkan menjelang kematian pun kita masih disibukkan dengan perkara dunia, tidak ada waktu untuk bertaqarrub dengan Allah SWT, tidak ada waktu yang khusus untuk bermunajat dengan Allah SWT. Maka beruntung kita Allah berikan bulan Ramadhan untuk dipergunakan sebaik mungkin untuk mengejar amal akhirat. Tetapi tak sedikit dari kita Ramadhan datang malah semakin sibuk untuk mengejar dunia dengan dalih mengumpulkan uang untuk merayakan hari raya. Bahkan di malam kesepuluh terakhir bulan Ramadhan kita lihat orang-orang semakin sibuk mempersiapkan untuk persiapan hari raya, sibuk di toko, sibuk di tempat kerja dan lain sebagainya inilah menandakan kita lalai dari Allah SWT. : إن من أعظم أسباب الغفلة Sesungguhnya penyebab terbesar terjadinya kelalaian adalah : ١- الجهل بالله عز وجل وأسمائه وصفاته. Tidak mengenal Allah SWT nama dan sifat-sifat-Nya ٢- الاغترار بالدنيا والانغماس في شهواتها. Tertipu oleh dunia dan menuruti hawa nafsunya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ Artinya : “Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).” (QS. Al-Hijr : 3) ٣- ومن أسباب الغفلة أيضا صحبة السوء Memiliki sahabat atau teman yang tidak baik قيل: الصاحب ساحب، والطبع يسرق من الطبع، فمن جالس أهل الغفلة والجرأة على المعاصي سرى إلى نفسه هذا الداء Dikatakan bahwa apabila seseorang memiliki teman seorang pencuri maka lambat laun dia akan mengikuti jejak temannya dan akan mencuri juga. Barangsiapa duduk bersama orang yang lalai dan berani berbuat maksiat, maka penyakit ini akan merenggutnya. Allah SWT berfirman: وَيَوۡمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيۡهِ يَقُوۡلُ يٰلَيۡتَنِى اتَّخَذۡتُ مَعَ الرَّسُوۡلِ سَبِيۡلًا. يٰوَيۡلَتٰى لَيۡتَنِىۡ لَمۡ اَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيۡلًا. لَقَدۡ اَضَلَّنِىۡ عَنِ الذِّكۡرِ بَعۡدَ اِذۡ جَآءَنِىۡ ؕ وَكَانَ الشَّيۡطٰنُ لِلۡاِنۡسَانِ خَذُوۡلًا. Artinya : “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit kedua tangannya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.” “Wahai celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku),” “Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Alquran) ketika (Alquran) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” (QS. Al-Furqan : 27-29) و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 *Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)* Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Keutamaan Shalat Malam (فضائل قيام الليل) 📖 Kalam Hikmah: صلاة الليل من أعظم أسباب دخول الجنة؛ Shalat malam merupakan sebab yang sangat besar seseorang hamba masuk ke dalam surga. Rasulullah SAW bersabda: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (يا أيها الناس، أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصِلوا الأرحام، وصلوا بالليل والناسُ نيام، تحُلُّوا الجنة بسلام)؛ [أخرجه الترمذي، وقال: هذا حديث صحيح]. Artinya : “Wahai manusia tebarkanlah salam, bagikanlah makanan kepada orang lain, sambungkanlah silaturahmi, dan shalatlah kalian pada malam hari di mana manusia dalam keadaan tertidur, niscaya masuklah dalam surga dengan selamat.” (HR. At-Tirmidzi) (وقال أبو سليمان) الداراني -رحمه الله تعالى – (أهل الليل في ليلهم ألذ من أهل اللهو في لهوهم، ولولا الليل ما أحببت البقاء في الدنيا) كذا في “القوت” Artinya: Abu Sulaiman berkata: “Ahlul Lail (ahli ibadah malam) memiliki kelezatan melebihi kegembiraan (yang didapati) ahli lalai dalam permainan mereka. Seandainya bukan karena malam, sungguh aku tidak ingin hidup (tinggal lama) di dunia”. قيل لابن مسعود رضي الله عنه: ما نستطيع قيام الليل. قال: أقعدتكم ذنوبكم Artinya: Dikatakan kepada Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu : “Kita tidak bisa shalat malam. Dia berkata: Dosa-dosamu telah membuatmu terpuruk” قال بعض السلف: أذنبت ذنباً فحرمت به قيام الليل ستة أشهر. Artinya: Ulama salaf berkata “Mengerjakan satu dosa di siang hari telah membuat saya kehilangan ibadah malam selama enam bulan.” و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊🎤 Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah Rq-Center Zakat Fitrah Para ulama Syafi’iyah memberikan ketentuan tentang tempat pendistribusian zakat fitrah dengan mengacu pada tempat di mana seseorang berada pada saat terbenamnya matahari di hari akhir bulan Ramadhan atau malam hari raya Id. Maka bagi orang yang masih berada di tanah rantau pada saat malam hari raya Id, wajib baginya untuk membayar zakat fitrah di tanah rantaunya. Ketentuan ini salah satunya dijelaskan dalam kitab Ghayah Talkhish al-Murad: (مسألة): تجب زكاة الفطر في الموضع الذي كان الشخص فيه عند الغروب، فيصرفها لمن كان هناك من المستحقين، وإلا نقلها إلى أقرب موضع إلى ذلك المكان “Zakat fitrah wajib (ditunaikan) di tempat di mana seseorang berada pada saat matahari (di hari akhir Ramadhan) tenggelam. Maka ia memberikan zakat fitrah pada orang yang berhak menerima zakat yang berada di tempat tersebut, jika tidak ditemukan, maka ia berikan di tempat terdekat dari tempatnya” (Syekh Abdurrahman bin Muhammad bin Husein Ba’lawi, Ghayah Talkhish al-Murad, hal. 43). Berdasarkan referensi di atas, menunaikan zakat fitrah yang benar adalah di tempat di mana seseorang berada. Ketika seseorang masih berada di tanah rantau pada saat malam hari raya, maka ia harus menunaikan zakat pada orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahiq zakat) yang ada di tempat tersebut. Jika ia berada di kampung halamannya, maka zakat fitrahnya diberikan pada orang-orang yang berhak menerima zakat di kampung halamannya. Sedangkan ketika ketentuan demikian tidak dilaksanakan, misalnya orang yang berada di perantauan pada saat malam hari raya, mewakilkan kepada keluarganya di kampung halaman agar membayarkan zakat fitrah atas dirinya dan dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat di kampung halamannya, maka dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat di antara ulama tentang masalah naql az-zakat (memindahkan pengalokasian harta zakat). Hal ini seperti dijelaskan dalam kitab al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab: قال أصحابنا إذا كان في وقت وجوب زكاة الفطر في بلد وماله فيه وجب صرفها فيه فإن نقلها عنه كان كنقل باقي الزكوات ففيه الخلاف والتفصيل السابق “Para Ashab (ulama Syafi’iyah) berkata: ‘Ketika seseorang pada saat wajibnya zakat fitrah berada di suatu daerah, dan hartanya juga berada di daerah tersebut, maka wajib untuk menunaikan zakat di daerah tersebut. Jika ia memindahkan pembagian zakatnya (ke tempat yang lain) maka hukumnya seperti halnya hukum memindahkan pembagian zakat yang terdapat perbedaan di antara ulama dan terdapat perincian yang telah dijelaskan.” (Syekh Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab, juz 6, hal. 225) Sedangkan perbedaan pendapat dalam menyikapi naql az-zakat dalam mazhab Syafi’i, yakni menurut pendapat yang unggul (rajih), memindah pengalokasian harta zakat adalah hal yang tidak diperbolehkan, sedangkan menurut sekelompok ulama yang lain, seperti Ibnu ‘Ujail dan Ibnu Shalah memperbolehkan naql az-Zakat (Syekh Abdurrahman bin Muhammad bin Husein Ba’lawi, Bughyah al-Mustarsyidin, hal. 217). Maka dapat disimpulkan bahwa wajib bagi orang yang berada di perantauan agar menunaikan zakat fitrah di tempat di mana ia berada pada saat malam hari raya. Kebiasaan menunaikan zakat fitrah di kampung halaman bagi orang yang masih berada di perantauan tidak bisa dibenarkan, kecuali menurut sebagian ulama yang memperbolehkan naql az-zakat. Wallahu a’lam. Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻