Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Pengumuman

Mari Hadiri Halaqah Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H

โœจ HALAQAH LAILATUL QADAR โœจ Ramadhan telah memasuki 10 malam terakhir, malam-malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam rangka menghidupkan malam-malam terakhir bulan suci Ramadhan serta meraih keutamaan tersebut, Lajnah Dakwah Raudhatul Qurโ€™an (LDRQ) mengundang seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk menghadiri kegiatan Halaqah Lailatul Qadar yang akan dilaksanakan di lingkungan Dayah Raudhatul Qurโ€™an. Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap malam ganjil mulai 21 Ramadhan, sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah, zikir, doa, serta memperdalam pemahaman keislaman di malam-malam yang penuh keberkahan. Halaqah ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk bersama-sama menghidupkan malam yang lebih baik dari seribu bulan dengan berbagai amalan ibadah. ๐Ÿ“… Setiap Malam Ganjil Mulai 21 Ramadhan โฐ Pukul 00.00 โ€“ 04.00 WIB ๐Ÿ“ Musalla Dayah Raudhatul Qurโ€™an Jl. Mesjid Tungkop, Darussalam, Aceh Besar ๐ŸŒ™ Rangkaian kegiatan: โ€ข Zikir dan doa bersama โ€ข Tadabbur dan halaqah ilmu โ€ข Menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan berbagai amalan ibadah โ˜• Tersedia snack ringan untuk jamaah ๐Ÿ‘ฅ Terbuka untuk umum (laki-laki & perempuan) Mari bersama-sama memanfaatkan kesempatan yang mulia ini untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa dan istighfar, serta memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT di malam yang penuh kemuliaan. Jangan lewatkan kesempatan langka ini. Siapa tahu malam itu adalah Lailatul Qadar, malam yang pahalanya lebih baik dari 1000 bulan. ๐Ÿคฒ Ajak keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat untuk bersama meraih keberkahan Ramadhan. Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita. #LailatulQadar #Ramadhan1447H #RamadhanBerkah #HalaqahRamadhan #IbadahRamadhan #KajianIslam #DayahRaudhatulQuran #AcehBesar #RamadhanNight #RamadhanSpirit

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke – 19 : Syiar 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุง๏ทฒูุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู… ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ๐Ÿ—’๏ธ๐Ÿ”Š Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Syiar 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan (ุดุนุงุฑ ุงู„ู„ูŠุงู„ูŠ ุงู„ุนุดุฑ ุงู„ุฃุฎูŠุฑุฉ ู…ู† ุฑู…ุถุงู†) ๐Ÿ“– Kalam Hikmah: ุดุนุงุฑ ุงู„ู„ูŠุงู„ูŠ ุงู„ุนุดุฑ ุงู„ุฃุฎูŠุฑุฉ ู…ู† ุฑู…ุถุงู† Rasulullah SAW bersabda : ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ุดูŽุฏู‘ูŽ ู…ูุฆู’ุฒูŽุฑูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุญู’ูŠูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡) Artinya : Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwasannya โ€œRasulullah saw jika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan, mengencangkan sarungnya, dan menghidupkan malam-malamnya, serta membangunkan keluarganyaโ€. (Muttafaq Alaih). Kita sudah hampir memasuki sepuluh terakhir bulan Ramadhan maka berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW tersebut beliau ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan mengencangkan ikat pinggangnya maksudnya beliau tidak ada waktu untuk istirahat terus mempersiapkan diri untuk ibadah. Kemudian Nabi menghidupkan malam-malam sepuluh terakhir itu dengan ibadah-ibadah penuh sepanjang malam dan tidak tidur sedikit pun. Dan beliau juga mangajak keluarganya untuk beribadah menghidupkan malam-malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan tersebut. Dalam hadits lain Rasulullah bersabda: ุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽูˆู’ุง ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ : ุงู„ู’ุชูŽู…ูุณููˆู’ุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ูููŠู’ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู Artinya: “Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari & Muslim). Maka mari manfaatkan malam-malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak amalan, ibadah sepanjang malam, dan perbanyak sedekah. ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ ูˆ ุนู„ู…ู‡ ุฃุชู… Do’a Kafaratul Majelis ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุงุฅู„ูฐู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชููˆู’ุจู ุฅู„ูŽูŠู’ูƒูŽ. Media informasi LDRQ-Center ๐Ÿ“ทInstagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ๐Ÿ“ทInstagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ๐ŸŒŽFans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter ๐Ÿ“กFb : https://www.facebook.com/pusat.rq ๐ŸŽฌYoutube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ๐ŸฆTwitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09 ๐Ÿ“Telegram : t.me/dayahraudhatulquran #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulquran ๐Ÿ’Žโญโ›…๐Ÿค

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-15 : Mengingat Kematian

ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุง๏ทฒูุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู… ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ๐Ÿ—’๏ธ๐Ÿ”Š Kajian Malam Jumat Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Mengingat Kematian Ramadhan ke-15 05 | Maret | 2026 M / 15 | Ramadhan | 1447 H ๐Ÿ“– Kalam Hikmah: ุฐูƒุฑ ุงู„ู…ูˆุช ูŠูู†ุบู‘ูุต ุงู„ู„ู‘ูŽุฐู‘ูŽุงุชุŒ ูˆูŠุญู‚ุฑ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ูˆุงุชุŒ ูˆูŠูŽุฌุนู„ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ู†ูุตุจูŽ ุงู„ุนูŠู†ุŒ ูˆุฐููƒุฑู ุงู„ู…ูˆุช ูŠูŽุฑุฏูŽุน ุนู† ุงู„ู…ุนุงุตูŠุŒ ูˆูŠูู„ูŠู‘ูู† ุงู„ู‚ู„ุจูŽ ุงู„ู‚ุงุณูŠุŒ ูˆู…ูŽู† ุฃูƒุซุฑ ู…ูู† ุฐููƒุฑ ุงู„ู…ูˆุชุŒ ุฃููƒู’ุฑูู… ุจุซู„ุงุซุฉ ุฃุดูŠุงุกูŽ: ุชูŽุนุฌูŠู„ ุงู„ุชู‘ูŽูˆุจุฉุŒ ูˆู‚ูŽู†ุงุนุฉ ุงู„ู‚ู„ุจุŒ ูˆู†ุดุงุท ุงู„ุนุจุงุฏุฉ. Mengingat kematian dapat membatasi seseorang untuk bersenang-senang berlebihan, dapat mengatur hawa nafsu, dan menjadikan kehidupan setelah kematian sebagai fokus perhatian seseorang. Mengingat kematian mencegah dosa dan melembutkan hati yang keras. Siapa pun yang sering mengingat kematian akan dihormati dengan tiga hal: pertobatan yang cepat, kepuasan hati, dan semangat dalam beribadah. Rasulullah SAW bersabda: ูˆูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠู‚ูˆู„ ูƒู…ุง ุนู†ุฏ ุงู„ุชู‘ูุฑู…ุฐูŠ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ -: ((ุฃูƒุซุฑูˆุง ุฐููƒุฑูŽ ู‡ุงุฐูู… ุงู„ู„ู‘ูŽุฐู‘ูŽุงุช: ุงู„ู…ูˆุช)) (ุตุญูŠุญ ุงู„ุฌุงู…ุน: 1210). Artinya : โ€œSering-seringlah mengingat penghancur kesenangan yaitu: kematian.โ€ (Sahih Al-Jamiโ€™: 1210) Rasulullah SAW bersabda: ุฅุฐุง ู…ุงุช ุฃุญุฏููƒู…ุ› ูู‚ุฏ ู‚ุงู…ุชู’ ู‚ูŠุงู…ุชูู‡ุ› ูุงุนุจุฏูˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูƒุฃู†ูƒู… ุชุฑูŽูˆู’ู†ูŽู‡ุŒ ูˆุงุณุชุบููุฑูˆู‡ ูƒูู„ู‘ูŽ ุณุงุนุฉู. Artinya : “Apabila seseorang diantara kalian telah meninggal dunia, maka telah berlakulah kiamat untuknya. Oleh karena itu, beribadahlah kepada Allah seakan-akan kamu sedang melihat-Nya dan mintalah keampunan kepada-Nya setiap saat.“ (HR. Ad-Dailami) Penting diketahui bahwa kematian itu adalah kiamat bagi pribadi seseorang maka perlu mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, karena kiamat yg dimaksud adalah akhir dari segala bentuk kehidupan dunia. Persiapan kematian tersebut harus dipersiapkan dengan ibadah-ibadah. Bagaimana kita beribadah dengan seakan-akan melihat Allah itu adalah sebuah perumpamaan untuk beribadah dengan sebaik dan sebanyak mungkin karena takut kepada Allah SWT. Banyak juga sekarang beribadah hanya sekedar melapas kewajiban tanpa dibarengi dengan keikhlasan dan kekusyukan. Dalam hadits di atas dikatakan bahwa beribadah dengan seakan-akan melihat Allah sebagai sebuah penekanan agar ibadah dilakukan dengan penuh penghayatan dan kesempurnaan sehingga menghasilkan nilai pahala yang besar disisi Allah SWT. Di samping hal tersebut juga dikatakan dalam hadits tersebut untuk memperbanyak istighfar yaitu minta ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan kekhilafan. Seseorang yang taat saja wajib memperbanyak istighfar kepada Allah SWT apalagi orang-orang yang penuh dengan kelalaian dalam hidup maka sudah sepatutnya untuk memperbanyak istighfar mohon ampun kepada Allah SWT. Imam Ad Daqqaq rahimahullah berkata: ู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ู‚ุฑุทุจูŠ: (ู‚ุงู„ ุงู„ุฏู‚ุงู‚: ู…ู† ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุฐูƒุฑ ุงู„ู…ูˆุช ุฃูƒุฑู… ุจุซู„ุงุซุฉ ุฃุดูŠุงุก: ุชุนุฌูŠู„ ุงู„ุชูˆุจุฉุŒ ูˆู‚ู†ุงุนุฉ ุงู„ู‚ู„ุจุŒ ูˆู†ุดุงุท ุงู„ุนุจุงุฏุฉ. ูˆู…ู† ู†ุณูŠ ุงู„ู…ูˆุช ุนูˆู‚ุจ ุจุซู„ุงุซุฉ ุฃุดูŠุงุก: ุชุณูˆูŠู ุงู„ุชูˆุจุฉุŒ ูˆุชุฑูƒ ุงู„ุฑุถู‰ ุจุงู„ูƒูุงูุŒ ูˆุงู„ุชูƒุงุณู„ ููŠ ุงู„ุนุจุงุฏุฉ.) ุงู„ุชุฐูƒุฑุฉ: ุงู„ุฌุฒุก ุงู„ุฃูˆู„ุŒ ุต 27 Artinya: โ€œBarang siapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal; bersegera tobat, puas hati merasa cukup atas pemberian Allah, dan semangat ibadah, dan barang siapa yang lupa kematian diberikan hukuman dengan tiga hal; menunda taubat, tidak ridha dengan keadaan dan malas ibadah.โ€ Apabila seseorang mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk dirinya di akhirat, ia akan diberikan tiga hal, yakni Allah berikan kesempatan bagi dia untuk bertaubat kepada Allah SWT atas segala dosa-dosanya, kemudian Allah berikan sifat qanaah kepadanya dengan hati selalu merasa cukup atas semua nikmat dan karunia yang berikan, dan akan tumbuh semangat untuk memperbanyak ibadah. Begitu juga sebaliknya ketika seseorang lupa akan kematian maka Allah akan menunda baginya taubat atau dengan bahasa lain Allah akan berikan istidraj kepadanya dengan memberikan kelalaian dan kesibukan dunia hingga lupa kepada mati. Orang yang lupa akan kematian juga akan merasa tidak puas dan cukup dengan segala nikmat yang didapatkan di dunia ini dan pada akhirnya orang tersebut akan malas untuk beribadah kepada Allah SWT. Maka perlu diingat-ingat bahwa kehidupan yang dijalani sekarang adalah perjalanan menuju kematian maka perlu dipersiapkan dengan pembekalan yang baik dan cukup. Tak heran hari ini kita lihat orang-orang di sekitar kita baik keluarga atau tetangga sudah pulang menghadap Allah SWT. Dan pada akhirnya kita juga mendapatkan giliran yang sama akan menghadapi yang namanya kematian. Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata: ุงู„ู…ูˆุช ุจุงุจ ูˆูƒู„ ุงู„ู†ุงุณ ุฏุงุฎู„ู‡ ูู„ูŠุช ุดุนุฑูŠ ุจุนุฏ ุงู„ู…ูˆุช ู…ุงู„ุฏุงุฑ Artinya: โ€œKematian adalah sebuah pintu yang setiap manusia pasti akan memasukinya, Aduhai kalau aku bisa tau dimana tempatku setelah kematian.โ€ Sudah pasti semua yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya kematian, perjalanan kita di dunia ini hanya waktu sebentar untuk mempersiapkan bekal menuju hari Akhirat kelak dan awal dari akhirat tersebut adalah kematian. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa: ุงู„ุฐูŠ ูŠุบุณู„ ุงู„ู…ูŠุช ุงู„ูŠูˆู… ู‡ูˆ ุงู„ู…ูŠุช ุบุฏุงู‹ Artinya: “Yang memandikan jenazah hari ini adalah jenazah besok.” Sangat dekat sebenarnya kematian tersebut, hari ini kita melaksanakan tajhiz mayat bagi jenazah yang baru meninggal memandikan, mengkafani, menyalatkan lalu menguburkan, maka besok giliran kita yang akan dimandikan dan dikuburkan oleh orang lain. Dalam sebuah riwayat juga diingatkan bahwa: ุงู„ู…ูˆุช ุฃู‡ูˆู†ู ู…ู…ู‘ุง ุจุนุฏู‡ุŒ ูˆุฃุดุฏู‘ ู…ู…ุง ู‚ุจู„ู‡. Artinya: “Kematian lebih mudah dari pada apa yang datang setelahnya, dan lebih berat dari pada apa yang datang sebelumnya.” Kematian adalah hal yang sangat berat tetapi sangat kecil apabila dibandingkan dengan hari-hari setelahnya seperti dalam kubur, di Padang Mahsyar, di Mizan dan sebagainya. ูˆูƒุฐุง ุฒูŠุงุฑุฉ ุงู„ู‚ุจูˆุฑ ุชุฌุนู„ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ู„ุง ูŠูŽู†ุณู‰ ุงู„ู…ูˆุชูŽุŒ ูˆุฑุคูŠุชูู‡ุง ุณุจูŠู„ูŒ ู„ุฃู†ู’ ูŠุฑู‚ู‘ูŽ ุงู„ู‚ู„ุจูุŒ ูˆุชุฏู…ุนูŽ ุงู„ุนูŠู†ูุŒ ูˆุชุฌุนู„ ุฒุงุฆุฑู‡ุง ูŠูŽุฒู‡ุฏ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุงุŒ ูˆูŠูŽุฑุบุจ ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉุŒ ูˆูŠูุณุงุฑุน ุจุงู„ุชู‘ูŽูˆุจุฉ ูˆุงู„ุฃูˆุจุฉ ูˆุงู„ุฑู‘ูุฌูˆุน ุฅู„ู‰ ู…ูˆู„ุงู‡ุŒ ูˆูŠููƒุซุฑ ู…ูู† ุงู„ุทุงุนุฉุŒ ูˆูŠูู„ุงุฒู… ุฐู„ูƒ ุญุชู‰ ู…ุฌูŠุก ุงู„ู…ูˆุชุŒ ูุชุฎุชู… ู„ู‡ ุจุฎุงุชู…ุฉ ุงู„ุณุนุงุฏุฉ. Demikian pula, mengunjungi kuburan membuat seseorang tidak melupakan kematian, dan melihatnya adalah cara bagi hati untuk melembutkan, mata untuk meneteskan air mata, dan itu membuat pengunjung meninggalkan dunia, mendambakan akhirat, bergegas bertaubat dan kembali kepada Tuhannya, meningkatkan ketaatan, dan terus melakukannya sampai kematian datang, sehingga ia meninggal dalam keadaan Husnul khatimah. ูˆ ุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ ูˆ ุนู„ู…ู‡ ุฃุชู… Do’a Kafaratul Majelis ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุงุฅู„ูฐู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชููˆู’ุจู ุฅู„ูŽูŠู’ูƒูŽ. Media informasi LDRQ-Center ๐Ÿ“ทInstagram Dayah RQ ๐ŸŒŽFans Page Fb ๐Ÿ“กFb ๐Ÿ“ทInstagram LDRQ ๐ŸŽฌYoutube ๐ŸฆTwitter ๐Ÿ“Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran ๐Ÿ’Žโญโ›…๐Ÿค๐Ÿป