Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Nasehat dalam Pernikahan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🗒️🔊🎤 Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah Rq-Center

Tema :Nasehat dalam Pernikahan

📖 Kalam Hikmah:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا». رواه الترمذي

Artinya : Abu Hurairah Ra. menuturkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah ia yang paling baik perilakunya di antara kalian terhadap perempuan mereka.” (Sunan at-Tirmidzi)

Ukuran sempurna iman dalam agama itu adalah orang paling baik akhlaknya bukan yang paling banyak shalat atau puasanya. Begitu juga orang mukmin yg paling hebat adalah orang yang selalu berbuat baik kepada perempuan. Suami yang baik kepada istri dan keluarganya begitu juga sebaliknya istri yg selalu mematuhi suaminya.

Banyak orang memahami pernikahan indahnya sebelum menjalani pernikahan tersebut tanpa menyadari ketika sudah menjalaninya banyak permasalahan yang timbul yang dapat menguji kesiapan dan kedewasaan dalam berumah tangga, bahkan kalau tidak siap dengan ilmu dan pengalaman rumah tangga akan hancur.

Dalam riwayat, Nabi Muhammad SAW pernah menjatuhkan talaq kepada istrinya yang bernama Hafshah yang disebabkan karena marahnya Nabi kepada Hafshah yang dalam riwayat disebutkan karena telah membocorkan rahasianya kepada istri Nabi lainnya. Walaupun setelah itu Allah perintahkan kembali kepada Nabi Muhammad SAW malalui Jibril untuk merujuk kembali perkawinannya dengan Hafshah tersebut. Apa yang menjadi pelajaran disini begitulah permasalahan rumah tangga yang terkadang kalau seseorang tidak siap dengan badai atau permasalahan yang datang maka akan hancur lebur rumah tangga tersebut.

Terkait perintah rujuk ini, disebutkan dalam hadits riwayat Ath-Thabrani berikut:

عَنْ قَيْسِ بْنِ زَيْدٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، طَلَّقَ حَفْصَةَ؛ فَدَخَلَ عَلَيْهَا خَالَاهَا: قُدَامَةُ، وَعُثْمَانُ؛ فَبَكَتْ، وَقَالَتْ: وَاللهِ، مَا طَلَّقَنِي عَنْ شَبَعٍ. وَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: قَالَ لِي جِبْرِيلُ: رَاجِعْ حَفْصَةَ، فَإِنَّهَا صَوَّامَةٌ، قَوَّامَةٌ، وَإِنَّهَا زَوْجَتُكَ فِي الْجَنَّةِ

Artinya, “Dari Qais bin Zaid: bahwa Nabi pernah menceraikan Hafshah. Maka masuklah dua pamannya (dari pihak ibu), yaitu Qudamah dan ‘Utsman, menemuinya. Ia pun menangis dan berkata, “Demi Allah, beliau tidak menceraikanku karena sudah bosan.” Kemudian Nabi datang dan bersabda, “Jibril telah berkata kepadaku, ‘Rujuklah dengan Hafshah, karena ia wanita yang rajin berpuasa, tekun beribadah malam, dan sungguh ia adalah istrimu di surga.'” (HR Ath-Thabrani)

Maka berumah tangga itu berat bekali diri dengan ilmu yang cukup dan bersikap lah dewasa terhadap pasangan jangan pernah mementingkan diri sendiri apalagi harus mempertahankan ego dan tidak mau mengalah terhadap pasangan masing-masing.

Abu Sa’id al-Khudri juga meriwayatkan hadits lainnya dari Nabi Muhammad SAW:

أَلَا فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ

Artinya, “Ketahuilah, takutlah kalian terhadap dunia dan para wanita,” (HR At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah).

Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ، فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ”

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda: “Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu, maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para wanita”. (HR. Bukhari dan Muslim

Itulah yang menjadi landasan nasehatilah perempuan tersebut dengan sebaik dan selembut mungkin agar dia patuh terhadap kamu dan bisa sama-sama menjalani rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah.

Dalam riwayat juga disebutkan tentang besarnya pahala mendidik anak perempuan yaitu seseorang ayah yang mendidik satu anak perempuannya maka pahalanya mendapatkan tiket masuk surga, seorang ayah yang mendidik dengan baik dia anak perempuannya dia mendapatkan jaminan lepas dari api neraka, dan seseorang ayah yang mampu mendidik dengan baik tiga anak perempuannya maka dia akan bisa memasukkan kedua orangtuanya ke dalam surga juga.

Maka sudah sepantasnya kita sebagai kepala keluarga membimbing istri dan keluarga kita ke jalan yang benar dan melindungi mereka dari masuk neraka. Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan dalam segala hal terutama dalam berumah tangga, suami harus menjadi pembimbing yang baik bagi istrinya dan juga sebagai panutan bagi anak-anaknya.

Allah SWT berfirman:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ

Artinya : “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya.” (QS. An-Nisa : 34)

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (Qs. At-Tahrim: 6)

Dalam hadits Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

فَاتَّقُوْا اللهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوْهُنَّ بِأَمَانِ اللهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوْجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُوْنَهُ فَإِنْ فَعَلْنَ ذَلِكَ فَاضْرِبُوْهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Artinya: “Bertakwalah kepada Allah tentang (urusan) wanita, karena sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Kalian mempunyai hak yang menjadi kewajiban mereka, yaitu mereka tidak boleh memasukkan ke rumah kalian orang yang tidak kalian sukai. Jika mereka melakukannya maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Mereka pun memiliki hak yang menjadi kewajiban kalian, yaitu nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang makruf (HR Malik, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah, an-Nasai, ad-Darimi, Ahmad, Ibn Hibban, al-Baihaqi, Ibn Khuzaimah, Abad bin Humaid, Ibn Abi Syaibah)

Imam an-Nawawi di dalam Syarh Shahîh Muslim menjelaskan bahwa Hadis tersebut merupakan dorongan untuk memperhatikan hak para wanita, menasihati mereka dan memperlakukan mereka secara makruf.

Karena surga seorang istri terletak pada keridhaan suami, sedangkan surga suami terletak pada ibunya.

Maka saling melengkapi dengan pasangan dalam kelebihan dan kekurangan adalah sesuatu yang harus diperhatikan dalam berumah tangga supaya aman dan tentram.

و الله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do’a Kafaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram Dayah RQ
🌎Fans Page Fb
📡Fb
📷Instagram LDRQ
🎬Youtube
🐦Twitter
📝Telegram

#dayahraudhatulquran
#ldrqraudhatulquran
💎⭐⛅🤝🏻

Bagikan:

Tinggalkan Balasan