بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center
MENGHITUNG DOSA DI AKHIR TAHUN
Sebagai manusia, kita semua pasti punya salah. Masalahnya, kita sering kali terlalu sibuk melihat kesalahan orang lain, sampai lupa melihat keburukan diri sendiri. Kita tidak akan pernah bisa memperbaiki diri kalau kita selalu merasa paling benar dan malas mengoreksi diri sendiri.
Padahal, Allah SWT sudah mengingatkan kita dalam QS. Al-Hasyr: 18:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Apa yang harus kita periksa? Coba luangkan waktu sejenak untuk bertanya pada diri sendiri:
1. Bagaimana kabar hati kita? Apakah di dalamnya masih penuh dengan sifat iri, dengki, dan prasangka buruk kepada orang lain? Atau justru sudah bersih, tenang, dan selalu rindu kepada Allah
2. Bagaimana dengan perbuatan kita sehari-hari? Apakah tangan, kaki, mata, dan lisan kita sudah digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat? Atau malah sering kita pakai untuk melakukan hal-hal yang dilarang agama?
Ingatlah nasihat yang sangat berharga dari Sahabat Umar bin Khattab ini:
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا ، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا
“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dikoreksi! Timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang (di hari kiamat)!”
Kenapa kita harus buru-buru memeriksa diri? Karena hidup kita di dunia ini sangat singkat dan dibatasi oleh waktu. Syaikh Muhammad Jalaluddin dalam ringkasan kitab Ihya Ulumuddin mengingatkan kita tentang modal hidup yang sebenarnya:
مَا لِي بِضَاعَةً إِلَّا الْعُمْرَ, وَمَهْمَا فَنَى فَقَدْ فَنَى رَأْسُ الْمَالِ
“Kita tidak mempunyai modal kecuali umur. Ketika umur kita habis, maka habislah modal kita.”
Bayangkan kalau kita punya modal usaha, lalu uangnya habis begitu saja tanpa menghasilkan apa-apa. Tentu kita akan bangkrut. Begitu juga dengan hidup kita. Jika modal bernama “umur” ini habis untuk hal yang sia-sia atau berbuat dosa, kita akan menjadi orang yang paling rugi dan bangkrut di akhirat nanti.
Momen pergantian tahun ini adalah waktu yang tepat untuk “bercermin”. Mari kita akui semua kekurangan dan dosa kita di hadapan Allah, lalu mulailah berbenah. Mumpung jantung masih berdetak dan modal umur masih tersisa, mari kita perbaiki masa depan kita sebelum semuanya terlambat.
والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب
Do’a Kafaratul Majelis
سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ
Media informasi LDRQ-Center
📞Channel whatsapp LDRQ
📷Instagram LDRQ
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fanpage FB
📡Facebook
🎬Youtube
🐦X
📝Telegram
#dayahraudhatulquran
#lajnahdakwahraudhatulqur’an




