بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center
KESELAMATAN DAN KEBINASAAN SEORANG MUSLIM
Setiap hari yang kita lalui sebenarnya adalah langkah kaki yang makin dekat menuju garis akhir kehidupan. Dalam perjalanan panjang ini, banyak dari kita yang sibuk mencari cara agar bisa selamat dunia dan akhirat. Namun, kita sering kali lupa bahwa selamat atau celakanya kita nanti sangat ditentukan oleh apa yang kita pelihara di dalam dada, serta bagaimana cara kita mengendalikan diri sendiri.
Para ulama terdahulu pernah mewariskan seuntai nasihat berharga tentang dua hal yang bisa menjadi penyelamat, serta dua hal yang bisa menjadi bumerang penjerumus dalam kebinasaan:
قَال سُفْيَانُ: وَقَالَ عَبْدُ اللهِ: اثْنَانِ مُنْجِيَتَانِ، وَاثْنَتَانِ مُهْلِكَتَانِ، فَالْمُنْجِيَتَانِ: النِّيَّةُ وَالنَّهْيُ، فَالنِّيَّةُ أَنْ تَنْوِيَ أَنْ تُطِيعَ اللهَ فِيمَا تَسْتَقْبِلُ، وَالنَّهْيُ أَنْ تَنْهَى نَفْسَكَ عَمَّا حَرَّمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ، وَالْمُهْلِكَتَانِ: الْعُجْبُ وَالْقُنُوطُ
“Sufyan berkata, dan Abdullah berkata: Ada dua perkara yang menyelamatkan dan ada dua perkara yang membinasakan. Dua perkara yang menyelamatkan adalah niat dan menahan diri. Niat adalah tekad untuk menaati Allah pada masa yang akan datang, sedangkan menahan diri adalah mencegah diri dari segala yang diharamkan oleh Allah. Adapun dua perkara yang membinasakan adalah ujub dan putus asa.”
Penyelamat pertama yang harus kita miliki adalah ketulusan niat. Niat adalah jangkar dari setiap perbuatan yang kita lakukan. Di mata Allah, sebuah amalan yang terlihat sepele bisa berubah menjadi sangat mulia jika dasarnya adalah keikhlasan hati. Sebaliknya, kerja keras yang luar biasa besar bisa menguap begitu saja tanpa arti kalau niat di baliknya sudah keliru. Itulah mengapa kita perlu sering-sering bertanya pada diri sendiri tentang untuk siapa kita bekerja, apa yang sebenarnya kita cari, dan apakah yang kita lakukan hari ini murni karena Allah atau sekadar demi mendapat tepuk tangan dari manusia.
Setelah niat yang lurus, penyelamat kedua adalah kemampuan menahan diri. Kita diciptakan lengkap dengan hawa nafsu yang selalu menuntut untuk dituruti. Di sinilah letak ujiannya, karena tidak semua hal yang kita inginkan boleh kita lakukan. Menahan diri bukan hanya soal menjauhi kemaksiatan yang besar, melainkan juga menahan lisan agar tidak mengeluarkan ucapan yang melukai orang lain, mengerem amarah agar tidak meluap, serta menjaga hati dari rasa sombong.
Namun, kita juga harus waspada terhadap dua penyakit batin yang bisa menghanguskan seluruh modal kebaikan kita dalam sekejap. Penyakit yang pertama adalah ujub, sebuah kondisi di mana seseorang mulai merasa kagum, bangga, dan puas dengan kehebatan dirinya sendiri. Orang yang terjangkit ujub akan merasa ibadahnya sudah paling banyak, ilmunya paling tinggi, atau merasa posisinya lebih suci daripada orang lain. Mereka lupa bahwa semua kelebihan, kepintaran, dan kesempatan berbuat baik yang mereka miliki murni merupakan hadiah dan titipan dari Allah.
Penyakit penghancur yang kedua adalah putus asa. Ini terjadi ketika seseorang merasa beban hidupnya sudah terlalu berat atau merasa dosa-dosanya sudah terlanjur menggunung, hingga akhirnya mereka menganggap pintu tobat telah tertutup. Pikiran seperti ini sangat berbahaya, karena sejatinya kasih sayang dan ampunan Allah jauh lebih luas daripada semua kesalahan yang pernah dilakukan manusia. Seorang mukmin yang sehat hatinya akan selalu berjalan dengan keseimbangan antara rasa takut akan dosa dan rasa optimis yang besar terhadap kebaikan Tuhannya.
Mari kita jadikan nasihat ini sebagai cermin untuk melihat kondisi diri kita hari ini. Semoga kita bisa terus menjaga niat dan mengendalikan nafsu, sekaligus dijauhkan dari jebakan rasa bangga diri maupun keputusasaan yang merusak jiwa.
والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب
Do’a Kafaratul Majelis
سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ
Media informasi LDRQ-Center
📞Channel whatsapp LDRQ
📷Instagram LDRQ
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fanpage FB
📡Facebook
🎬Youtube
🐦X
📝Telegram
#dayahraudhatulquran
#lajnahdakwahraudhatulqur’an




