بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center
JANGAN BUKA LEMBARAN DOSA YANG TELAH ALLAH TUTUPI
Salah satu bentuk kasih sayang yang paling nyata namun sering kita lupakan adalah bagaimana Allah SWT menutupi segala kekurangan, aib, dan kesalahan kita. Sering kali manusia melakukan kekhilafan dalam kesunyian, di saat tidak ada satu pun mata makhluk yang melihat. Namun, alih-alih mempermalukan kita di depan umum, Allah justru menjaga rahasia tersebut rapat-rapat. Selimut penutup ini merupakan sebuah anugerah yang sangat besar. Manfaatnya, kita masih bisa dihormati dan dihargai oleh orang-orang di sekitar kita. Hadiah berupa kesempatan ini seharusnya melahirkan rasa malu yang mendalam di dalam dada, yang kemudian menggerakkan kita untuk segera berbenah, bukan malah menjadikannya sebagai bahan pameran.
Ada sebuah peringatan yang sangat tegas dari Rasulullah mengenai perilaku orang-orang yang dengan sengaja meruntuhkan dinding penutup aib yang telah dibangun oleh Tuhannya sendiri:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلَانُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Seluruh umatku akan mendapatkan ampunan, kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat maksiat. Termasuk bentuk terang-terangan adalah seseorang melakukan suatu perbuatan maksiat pada malam hari, kemudian ketika pagi tiba, padahal Allah telah menutupi maksiatnya, ia berkata: ‘Wahai fulan, tadi malam aku telah melakukan ini dan itu.’ Padahal semalaman Allah telah menutupi aibnya, namun pada pagi harinya ia sendiri yang membuka penutup yang telah Allah berikan kepadanya.” (HR al-Bukhari)
Pesan dari lembaran hadis di atas mengulik sebuah realita yang miris. Di mana sebuah tindakan salah yang semestinya ditangisi dan disesali, di zaman sekarang justru kerap diumumkan dengan bangga kepada khalayak ramai, baik lewat obrolan santai maupun unggahan di media sosial. Ketika Sang Pencipta memilih untuk menyembunyikan masa lalu atau kekhilafan kita semalam, itu adalah sinyal bahwa Dia sedang memberikan kita waktu luang untuk pulang, bersujud, merenung, dan memohon ampun secara sunyi. Sungguh sebuah kerugian besar jika kelonggaran itu malah kita gunakan untuk mencari pengakuan semu dari sesama manusia.
Sikap menyembunyikan dosa ini sama sekali bukan bertujuan untuk meremehkan esensi dari kesalahan itu sendiri. Sebaliknya, seorang hamba yang peka akan memahami bahwa ditutupnya sebuah noda adalah ajakan halus dari Allah agar kita memperbaiki diri secara senyap tanpa perlu membuat kegaduhan. Rasa syukur atas terjaganya nama baik kita wujudkan dengan cara menghentikan kebiasaan buruk tersebut secara total.
Pada akhirnya, kita semua perlu membumikan pandangan kita bahwa penilaian baik orang lain terhadap diri kita hari ini murni karena Allah masih memegang kunci rahasia keburukan kita. Kita terlihat mulia bukan karena kita suci tanpa noda, melainkan karena kejelekan kita belum ditampakkan ke permukaan. Oleh sebab itu, marilah kita jaga lisan dan jempol kita dengan baik, rawat kehormatan diri yang masih tersisa, dan jangan pernah sesekali membuka kembali lembaran kelam yang telah dikunci rapat oleh rahmat Allah SWT.
والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب
Do’a Kafaratul Majelis
سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ
Media informasi LDRQ-Center
📞Channel whatsapp LDRQ
📷Instagram LDRQ
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fanpage FB
📡Facebook
🎬Youtube
🐦X
📝Telegram
#dayahraudhatulquran
#lajnahdakwahraudhatulqur’an




