Aceh Besar – Setelah menikmati masa libur Hari Raya Iduladha bersama keluarga, seluruh santri Dayah Raudhatul Qur’an Tungkob dijadwalkan kembali memasuki asrama pada Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan arus balik ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pendidikan, pengajian, dan pembinaan santri di lingkungan dayah secara normal. Pihak dayah mengimbau kepada seluruh santri dan wali santri agar dapat memperhatikan jadwal yang telah ditetapkan serta memastikan kehadiran tepat waktu guna mendukung kelancaran proses belajar mengajar dan berbagai kegiatan kepesantrenan yang akan kembali berjalan setelah masa libur. Momentum kembali ke dayah diharapkan menjadi awal yang baik bagi para santri untuk melanjutkan perjalanan menuntut ilmu dengan semangat yang baru. Selain membawa perlengkapan pribadi yang diperlukan selama berada di asrama, para santri juga diharapkan menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan kesiapan mental untuk kembali mengikuti seluruh program pendidikan yang telah dijadwalkan. Pimpinan dan dewan guru Dayah Raudhatul Qur’an menyampaikan harapan agar seluruh santri dapat kembali dengan selamat dan dalam keadaan sehat, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Kehadiran tepat waktu juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang senantiasa ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan dayah. Melalui pengumuman ini, Dayah Raudhatul Qur’an Tungkob mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali santri atas kerja sama dan dukungan yang diberikan selama masa libur. Semoga kebersamaan yang terjalin selama Hari Raya Iduladha membawa keberkahan dan menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin giat dalam menuntut ilmu serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Jadwal Arus Balik Santri Hari/Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026 Kegiatan: Kembali masuk asrama (Arus Balik) Lokasi: Dayah Raudhatul Qur’an Tungkob, Darussalam, Aceh Besar “Menuntut ilmu adalah perjalanan mulia yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan keikhlasan. Semoga langkah kembali ke dayah menjadi langkah menuju keberkahan dan kesuksesan dunia serta akhirat.”
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H Mari jadikan momentum pergantian tahun hijriah sebagai langkah untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan amal kebaikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap langkah kehidupan kita. Selamat menyambut 1 Muharram 1448 H. Semoga tahun baru ini membawa semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT. #TahunBaruIslam1448H #1Muharram1448H #HijrahMenujuKebaikan #DayahRaudhatulQuran
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Menjelang pergantian tahun dalam kalender Islam, Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) menggelar peringatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Acara religius yang sarat akan makna spiritual ini dipusatkan di kompleks Dayah Raudhatul Qur’an, Gampong Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Senin (15/6/2026). Momentum syiar Islam yang dihadiri oleh ratusan jamaah, santri, dan masyarakat setempat ini berlangsung khidmat sejak memasuki waktu matahari terbenam (maghrib), yang menandai dimulainya awal tahun baru dalam sistem penanggalan Hijriah. Baca juga: Lajnah Dakwah Raudhatul Quran (LDRQ) Peringati Maulid dengan Berbagai Kegiatan Pihak panitia dari LDRQ telah merancang serangkaian kegiatan spiritual yang tersusun secara sistematis. Agenda ini sengaja dikonsep sedemikian rupa untuk mengajak umat muslim melakukan muhasabah (evaluasi diri) serta memperkuat tali silaturahmi di momen pergantian tahun. Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan Shalat Maghrib berjamaah sebagai pembuka kegiatan sekaligus penanda resmi masuknya tanggal 1 Muharram 1448 H. Setelah itu, suasana religius semakin kental saat jamaah melaksanakan Shalat Sunnah Hajat dan Zikir Bersama. Melalui zikir dan doa terikat ini, para jamaah bersama-sama memohon keberkahan, keselamatan, ampunan atas kekhilafan di tahun lalu, serta perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menghadapi tahun yang baru. Usai mengumandangkan zikir, aktivitas ibadah dilanjutkan dengan Shalat Isya berjamaah. Acara puncak peringatan ini diisi dengan Tausiah Agama yang berlangsung di Balai Tajul ‘Arifin, Kompleks Dayah Raudhatul Qur’an. Ceramah agama tersebut disampaikan langsung oleh Tgk. Nikmal Maula, M.Pd. Baca juga: Tgk Sulfanwandi Hasan: Ulama Meninggal Jadi Pertanda Allah Mulai Mengangkat Ilmu dari Manusia Dalam penyampaiannya, Tgk. Nikmal Maula mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memaknai tahun baru Islam bukan sekadar pergantian angka semata, melainkan sebagai momentum emas untuk melakukan hijrah, baik secara spiritual, sikap, maupun perbuatan. ”Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan mulia atau Asyhurul Hurum. Pada bulan yang penuh berkah ini, kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan shaleh, meningkatkan kualitas ibadah, serta meninggalkan segala kebiasaan buruk yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” ujar Tgk. Nikmal Maula dalam tausiahnya. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan umat dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menata kehidupan yang lebih baik di tahun 1448 Hijriah ini. Setelah seluruh rangkaian ibadah dan ceramah agama selesai dilaksanakan, acara ditutup dengan sesi makan bersama. Hidangan yang telah disediakan dinikmati oleh seluruh jamaah, pengurus dayah, dan para santri dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. (*) Sumber: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1030056/sambut-1-muharram-1448-h-ratusan-jamaah-larut-dalam-zikir-di-dayah-raudhatul-quran-tungkop
Aceh Besar – Dalam rangka menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, keluarga besar Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H kepada seluruh umat Islam, khususnya para santri, dewan guru, wali santri, alumni, serta masyarakat luas. Momentum pergantian tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam, tetapi menjadi saat yang tepat untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri), memperkuat keimanan, dan memperbaharui tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Pimpinan dan seluruh civitas Dayah Raudhatul Qur’an mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat Hijrah Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam membangun karakter yang berakhlakul karimah, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Tahun Baru Islam juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat Muharram, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi umat, bangsa, dan negara. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen mencetak generasi Qur’ani, Dayah Raudhatul Qur’an terus berupaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas, membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang luhur. Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 H ini, keluarga besar Dayah Raudhatul Qur’an Darussalam berharap agar tahun yang baru menjadi lembaran penuh keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh umat Islam. “Mari jadikan momentum 1 Muharram 1448 H sebagai awal hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah SWT, dan lebih bermanfaat bagi sesama.” Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, dan kemudahan dalam setiap langkah kehidupan kita. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Keikhlasan Sejati; Tiga Ciri Utama dari Imam Dzun-Nun Al-Mishri Ikhlas adalah salah satu nilai inti dalam ajaran Islam yang menjadi dasar dari setiap amal ibadah dan perbuatan seorang muslim. Ikhlas berarti melakukan sesuatu semata-mata karena Allah Subhanahu Wa ta’ala, tanpa ada motivasi lain seperti mencari pujian, popularitas, atau keuntungan duniawi. Konsep ikhlas sangat penting karena Allah hanya menerima amal yang dilakukan dengan niat semata – mata karena Allah. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam beberapa hadist. Para ulama dan tokoh tasawuf telah banyak memberikan penjelasan mengenai tanda-tanda ikhlas. Misalnya, Dzun-Nun Al-Mishri menyebutkan bahwa salah satu tanda keikhlasan adalah kesamaan antara pujian dan celaan dari manusia. Fudhail bin ‘Iyadh juga menekankan bahwa meninggalkan amal karena manusia adalah riya, dan beramal karena manusia adalah syirik, sedangkan ikhlas adalah ketika Allah melindungi seseorang dari keduanya. penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda ikhlas dalam diri kita sebagai upaya untuk selalu memperbaiki niat dan meningkatkan kualitas amal ibadah kita. Mengkaji tanda-tanda ikhlas juga membantu kita dalam menjaga kemurnian hati dan niat dalam setiap perbuatan, serta menjauhkan diri dari sifat riya’ dan syirik khafi (syirik tersembunyi) yang dapat merusak amal kita di hadapan Allah Subhanahu Wa ta’ala,. Imam Dzun-Nun Al-Mishri juga menyebutkan tanda-tanda Orang yang ikhlas yaitu sebagai sebagai berikut 1. Kesamaan Antara Pujian dan Celaan: Orang yang ikhlas tidak terpengaruh oleh pujian atau celaan dari manusia. Baginya, penilaian manusia tidak penting dibandingkan dengan penilaian Allah. Dzun-Nun Al-Mishri menyatakan bahwa salah satu tanda keikhlasan adalah ketika seseorang merasa sama saja antara dipuji dan dicela oleh orang lain. 2. Melupakan Amal yang Dilakukan: Orang yang ikhlas melupakan amal baik yang telah mereka lakukan, karena mereka melakukannya semata-mata untuk Allah dan bukan untuk mengingat-ingatnya atau merasa bangga. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka tidak mengharapkan pujian atau balasan dari manusia. 3. Fokus pada Akhirat: Orang yang ikhlas selalu mengharapkan pahala dan balasan dari Allah di akhirat, bukan di dunia. Mereka mengerti bahwa pahala/balasan yang terbaik adalah yang diberikan oleh Allah nanti di akhirat, sehingga mereka tidak tergoda oleh imbalan duniawi semata. Bila kita sudah mengetahui tanda-tanda yang telah disebutkan, maka kita dapat lebih mampu untuk mengintropeksi diri dalam menilai niat dan kualitas amal kita, serta berusaha untuk selalu memperbaiki diri agar semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala, dengan hati ikhlas. Amiin… Ref: al- Nawawi, Bustanul Arifin, (Dark: arriyan) h.27 والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ Media informasi LDRQ-Center 📞Channel whatsapp LDRQ 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fanpage FB 📡Facebook 🎬Youtube 🐦X 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudh