Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-10 : Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Sedekah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Sedekah (من القربات في رمضان: الصدقة) Ramadhan ke-10 28 | Februari | 2026 M / 10 | Ramadhan | 1447 H 📖 Kalam Hikmah: الصدقة تدفع غضب الرب وميتة السوء : Sedekah dapat menolak marah Allah kepada hamba dan menghindari dari meninggal dalam keadaan suul khatimah. قال تعالى : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خُلَّةٌ وَلا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ } البقرة / 254 . Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim”. (QS. Alhamdulillah Baqarah : 254) عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : عَنِ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ : صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئ غَضَبَ الرَّبِّ ، وَصِلَةُ الرَّحِمِ تَزِيْدُ فِي الْعُمرِ ، وَفِعلُ الْمَعْرُوف يَقِي مَصَارِعَ السُّوءِ . شعب الإيمان ( 3442 ) صحيح الجامع ( 3760 ) . Artinya: “Sedekah secara diam-diam dapat memadamkan marah Allah, Silaturahmi dapat memperpanjang umur, dan Melakukan perbuatan baik melindungi dari akibat yang buruk.” عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ ، وَتَدْفَعُ عَنْ مِيتَةِ السُّوءِ.أخرجه التِّرْمِذِي Artinya: “Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan marah Allah SWT dan terhindar dari meninggal dalam keadaan buruk.” (HR. At-Tirmidzi) Sedekah adalah amalan dahsyat yang mampu memadamkan murka Allah SWT, menolak bala (bencana), dan menghindarkan dari kematian yang buruk. Berdasarkan hadits riwayat At-Tirmidzi, sedekah bertindak sebagai pelindung, baik sedekah terang-terangan maupun rahasia, yang meredam kemarahan Allah. Ia adalah solusi preventif atas kesulitan hidup. Rasulullah SAW bersabda: عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ : إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِنَّ اَحَبَّ الْاَعْمَالِ اِلَى اللهِ بَعْدَ الْفَرَائِضِ إِدْخَالُ السُّرُوْرِ عَلَى الْمُسْلِمِ. Artinya: “Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah SWT setelah melaksanakan berbagai hal yang wajib adalah menggembirakan muslim yang lain.” Membahagiakan orang lain adalah jalan menuju kecintaan dan keridaan Allah SWT. Dalam Islam, tujuan utama setiap muslim adalah mendapatkan kecintaan Allah SWT. Salah satu cara untuk mencapainya adalah melalui tindakan membahagiakan orang lain. Membahagiakan orang lain juga membawa pahala yang besar, bahkan dapat mengampuni dosa. Hal ini diterangkan dalam kitab Al ‘Athiyyatul Haniyyah yang berbunyi: “Barang siapa yang membahagiakan orang mukmin lain, Allah Ta’ala menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakan orang lain.” والله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulquran 💎⭐⛅🤝

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-9 : Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Sedekah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 *Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)* Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Sedekah (من القربات في رمضان: الصدقة) Ramadhan ke-9 27 | Februari | 2026 M / 09 | Ramadhan | 1447 H 📖 Kalam Hikmah: الصدقة قربةٌ عظيمة يتقرب بها المؤمنون لله جل جلاله، وقد ذكر الله الصدقة في القرآن الكريم في كثير من الآيات التي تحض عليها Sedekah adalah ibadah yang besar yang dengannya orang-orang beriman mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah telah menyebutkan sedekah dalam Al-Quran dalam banyak ayat yang menganjurkannya. Allah SWT berfirman: وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۝١٩٥ Artinya: “Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195) يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌۗ وَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ۝٢٥٤ Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 254) من فضائل الصدقة : Di antara kelebihan bersadaqah adalah : 1- الصدقة برهان ودليل على إيمان العبد : Sedekah adalah bukti dan ukuran kadar dari iman seorang hamba. فكان من صفات أهل الإيمان واليقين أنهم يؤدون ما عليهم من صدقات وزكوات ابتغاء مرضاة الله تعالى لان في ذلك هدى وضياء لهم وسط ظلمات الحياة Salah satu ciri orang-orang yang beriman dan yakin adalah mereka memenuhi kewajiban sedekah dan zakat, serta mencari ridha Allah Yang Maha Kuasa, karena di situlah terletak petunjuk dan cahaya bagi mereka di tengah kegelapan hidup. Rasulullah SAW bersabda: الطهور شطر الإيمان والحمد لله تملأ الميزان، وسبحان الله والحمد لله، تملآن أو تملأ ما بين السماء والأرض، والصلاة نور، والصدقة برهان، والصبر ضياء، والقرآن حجة لك أو حجة عليك كل الناس يغدو فبائع نفسه فمعتقها أو موبقها. Artinya :“Dari Abu Malik, Al Harits bin Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Suci itu sebagian dari iman, (bacaan) alhamdulillaah memenuhi timbangan, (bacaan) subhaanallaah dan alhamdulillaah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu adalah nur, shadaqah adalah pembela, sabar adalah cahaya, dan Al-Qur’an menjadi pembela kamu atau musuh kamu. Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya, kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkannya atau mencelakakannya”.[Muslim no. 223] Rasulullah SAW bersabda: عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُما قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : دَاوَوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ، وَحَصِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ فَإِنَّهَا تَدْفَعُ عَنْكُمُ الأَعْرَاضِ وَاْلأَمْرَاضِ Artinya : Dari ‘Abdullâh bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kamu dengan bersedekah, dan bentengilah hartamu dengan (mengeluarkan) zakat, karena sesungguhnya hal itu akan mencegah berbagai keburukan dan penyakit.” 2- الصدقة سبب لحصول البركة : Sedekah adalah sebab memperoleh keberkahan. والصدقة سبب في حصول الخير ونزول البركة فالله سبحانه يضاعف لمن أدى حق الله في ماله بأضعاف مضاعفه Sedekah adalah sebab memperoleh kebaikan dan turunnya keberkahan, karena Allah Yang Maha Kuasa melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang menunaikan hak Allah dalam harta mereka berkali-kali lipat. Allah Yang Maha Kuasa berfirman: قال تعالى : { مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ . الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ } البقرة / 261 ، 262 . Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah adalah seperti sebiji gandum yang tumbuh tujuh tangkai; di setiap tangkai terdapat seratus butir. Dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Meliputi dan Maha Mengetahui.” “Orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah dan tidak diikuti dengan pengingat akan kemurahan hati mereka atau dengan menyakiti orang lain – bagi mereka pahala mereka di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada rasa takut bagi mereka, dan tidak pula mereka akan bersedih.” (Al-Baqarah 261-262) 3-الصدقة سبب للوقاية من الأمراض و الفتن : Sedekah adalah sarana perlindungan dari penyakit dan cobaan والصدقة سبب في حصول السعادة والوقاية من الأمراض والفتن والأحزان Sedekah adalah sarana untuk meraih kebahagiaan dan perlindungan dari penyakit, cobaan, dan kesedihan. Allah SWT berfirman: قال تعالى-: \”الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِ?للَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرّاً وَعَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ\”[البقرة : 274]. Artinya: “Orang-orang yang membelanjakan harta mereka di malam dan siang, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, niscaya mereka akan mendapat pahala di sisi Tuhan mereka, dan mereka tidak akan takut dan tidak akan bersedih.” [Al-Baqarah: 274] والله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulquran 💎⭐⛅🤝

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-8 : Bekal Perjalanan Menuju Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Bekal Perjalanan Menuju Allah (زاد المسافرين إلى الله) Ramadhan ke-8 26 | Februari | 2026 M / 08 | Ramadhan | 1447 H 📖 Kalam Hikmah: Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa: قال عمر بن عبد العزيز رضي الله عنه: “إن لكل سفرٍ زادًا لا محالة، فتزودوا من الدنيا للآخرة، وكونوا كمن عاين ما أعد الله – تعالى- من ثوابه وعقابه، ترغبون وترهبون، ولا يطولنّ عليكم الأمد فتقسو قلوبكم، وتنقادوا لعدوكم، فإنه – والله- ما بسط أمل من لا يدري، لعله لا يصبح بعد مسائه، ولا يمسي بعد صباحه، وربما كانت بين ذلك خطفات المنايا، فكم رأينا ورأيتم من كان بالدنيا مغترا، وإنما تَقَرُّ عين من وثق بالنجاة من عذاب الله، وإنما يفرح من أمِنَ من أهوال القيامة”. Artinya : Umar bin Abdul Aziz r.a. berkata : “Sesungguhnya setiap perjalanan harus ada bekal, tidak bisa dihindari, maka persiapkan bekal kalian di dunia untuk akhirat, dan jadilah seperti orang yang telah melihat apa yang telah Allah SWT persiapkan untuk kalian antara pahala dan siksa-Nya. sedang kamu antara menginginkan dan takut, dan jangan biarkan waktu berlalu terlalu lama, agar hatimu tidak mengeras dan kamu tunduk kepada musuhmu, karena – demi Allah – Dia tidak memberikan harapan kepada orang yang tidak mengetahui. Barangkali dia tidak akan mendapat pagi setelah petang, dan tidak ada petang setelah paginya, dan barangkali di antara waktu-waktu itu ada saat-saat kematian. Berapa kali kami dan kamu telah melihat orang-orang yang tertipu di dunia ini, namun mata orang-orang yang yakin akan diselamatkan dari azab Allah dan mereka akan senang dan selamat dari keadaan hari kiamat kelak.” وإذا كان لكل سفر زاد، فلا شك أن زاد الآخرة يختلف عن زاد سفر الدنيا.. ومن أعظم زادك للآخرة: Ketika setiap perjalanan tersebut membutuhkan bekal, maka bekal untuk perjalanan akhirat berbeda dengan bekal di dunia, sebaik-baik bekal untuk perjalanan akhirat adalah: أولا: التوحيد والإيمان Pertama adalah tauhid dan iman yang mantap. ثانيا: اليقين Kedua adalah harus yakin ثالثا: التقوى Ketiga adalah taqwa رابعا: الإخلاص Keempat adalah ikhlas خامسا: الخبيئة Kelima adalah mengerjakan amal shaleh dalam keadaan sunyi, sendiri dan tersembunyi. سادسا: الصبر Keenam adalah sabar و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-7 : Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Taubat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Taubat (من القربات في رمضان: التوبة) Ramadhan ke-7 25 | Februari | 2026 M / 07 | Ramadhan | 1447 H 📖 Kalam Hikmah: التوبة من أجلِّ أعمال القلوب وأهمها، فالله جل وعلا خلقنا لعبادته ولم يخلقنا لمعصيته، ومع ذلك فليس هناك من البشر من لا يعصي الله، لذا فقد أمرنا الله جميعا بالتوبة، Taubat adalah salah satu perbuatan hati yang paling mulia dan penting. Allah Yang Maha Kuasa menciptakan kita untuk menyembah-Nya dan tidak menciptakan kita untuk bermaksiat kepada-Nya. Namun, tidak ada manusia yang tidak bermaksiat kepada Allah. Oleh karena itu, Allah telah memerintahkan kita semua untuk bertaubat. Allah SWT berfirman: قال تعالى: ﴿ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴾ [النور: 31]، Artinya : “Dan bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [An-Nur: 31]. ومن حسن الأدب مع الله أن ندخل في الشهر الذي يعتق الله فيه الرقاب وقد تبنا إليه لعل الله أن يتوب علينا ويتقبل منا، ولعلنا أن تصيبنا نفحة من رحمة الله، فننال عفوه وعتقه لنا من النار. Merupakan adab yang baik di sisi Allah dalam memasuki bulan Ramadhan ini kita memperbanyak taubat kepada-Nya, agar Allah menerima taubat kita dan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita serta Allah jauhi kita dari api neraka. فلنسارع بالتوبة إلى الله من ذنوبنا : فالله سبحانه وتعالى يحب التوابين، Marilah kita segera bertaubat kepada Allah atas dosa-dosa kita : Karena Allah Yang Maha Kuasa mencintai orang-orang yang bertaubat. Dia berfirman dalam Surah Al-Baqarah: قال تعالى في سورة البقرة: ﴿ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ ﴾ [البقرة: 222]، Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri.” [Al-Baqarah: 222]. كما أن الله جل جلاله يفتح بابه أمامهم في كل وقت وحين، ففي الحديث الصحيح عن أبي موسى رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “إن الله عز وجل يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل، حتى تطلع الشمس من مغربها”؛رواه مسلم والنسائي. Lebih dari itu, Allah dalam keagungan dan kemuliaan-Nya, membukakan pintu-Nya bagi mereka yang bertaubat setiap saat. Dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Abu Musa AS, Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT mengulurkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berdosa di siang hari dapat bertaubat, dan Dia mengulurkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berdosa di malam hari dapat bertaubat, hingga matahari terbit dari barat.” (Diriwayatkan oleh Muslim dan An-Nasa’i). Dalam agama, Rasulullah mengajarkan kita untuk bertaubat dengan dimulai mandi taubat. Mandi taubat dilakukan seperti mandi wajib dengan niat sunat taubat lalu mengaliri seluruh badan dengan air. Dan dianjurkan untuk membaca kalimat: رب أنزلني منزلا مباركا وأنت خير المنزلين Artinya : “Ya Tuhanku tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat.” Lalu dilanjutkan dengan shalat sunnat taubat 2 rakaat. Shalat taubat boleh dilakukan seperti shalat sunnat biasa atau boleh juga dengan membaca surat Al- Qadar 15x dan surat Al-Kautsar 15x tiap-tiap rakaat. Setelah shalat sunnat taubat lalu memperbanyak menyuarakan bahasa-bahasa taubat kepada Allah SWT. Diantaranya : Bacaan istighfar : أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لا إلَهَ إلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْه Artinya, “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.” Hendaknya bacaan istighfar tersebut diucapkan sebanyak 100 kali. Atau kalimat taubat : رَبَّنَا تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” والله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page FB 📡Fb 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulquran 💎⭐⛅🤝

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-6 : Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Istighfar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 *Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)* Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Istighfar (من القربات في رمضان: الاستغفار) Ramadhan ke-6 24 | Februari | 2026 M / 06 | Ramadhan | 1447 H 📖 Kalam Hikmah: Salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah dengan memperbanyak meminta ampun kepada Allah atau istighfar. Rasulullah SAW bersabda: من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لايحتسب Artinya : “Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan; dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan.” (HR. Abu Daud) Dengan membudayakan istighfar Allah akan memberikan jalan dari setiap masalah dalah hidup. Masing-masing kita punya masalah dalam hidup baik itu kecil maupun besar. Sekurang-kurangnya masalah dalam hidup adalah Allah cabut nikmat sehat dalam hidup atau Allah berikan kita sakit. Maka perbanyak istighfar untuk keluar dari masalah hidup tersebut. Banyak masalah dalam hidup maka selesaikan dengan memperbanyak istighfar. Begitu banyak kita kesulitan ekonomi dalam hidup, gaji yang tidak keluar, panen yang gagal, usaha yang bangkrut, hutang yang terlilit banyak, dan banyak lagi masalah hidup yang kita tidak mampu menyelesaikannya kecuali dengan bantuan Allah SWT, maka salah satu caranya perbanyak istighfar, bukan sekali dua kali tetapi ratusan kali didawamkan dalam hidup insya Allah diberi jalan kelapangan dari setiap masalah yang kita hadapi. Ulama-ulama salaf terdahulu juga membiasakan diri untuk melaksanakan shalat istirzaq yaitu shalat meminta rezeki kepada Allah. Isi dari shalat tersebut adalah istighfar semuanya. Shalat tersebut dilakukan sama seperti shalat tasbih yang membedakannya adalah bacaan di dalamnya diisi dengan istighfar. Lalu kenapa harus memperbanyak istighfar dalam bulan Ramadhan? Jawabannya karena rahasia istighfar adalah bahagia (السعادة). Jadi salah satu indikasi kenapa kita sering gelisah, tidak tenang, susah dan sebagainya adalah karena kita tidak membiasakan istighfar. Rasulullah SAW juga bersabda: مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ Artinya : “Tidaklah seseorang melakukan suatu dosa, kemudian berdiri, wudhu lalu shalat, setelah itu ia meminta ampun kepada Allah melainkan pasti diampuni.” (HR. At-Tirmidzi) Dalam hadits di atas jelas bahwasanya salah satu cara pemutihan dosa adalah dengan melaksanakan 2 rakaat shalat sunnah lalu beristighfar meminta ampun kepada Allah maka pasti akan Allah beri keampunan atasnya. Atau dengan memperbanyak membaca Sayidul Istighfar yang merupakan lafal istighfar yang paling utama dari berbagai bentuk istighfar lainnya. Rasulullah saw, menyebut ganjaran khusus bagi mereka yang mengamalkan Sayidul Istighfar pagi dan sore hari. Adapun bacaan Sayidul Istighfar: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ Artinya: Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. Hadits Rasulullah SAW: مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ Artinya: “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari) Atau juga salah satu cara pemutihan dosa adalah dengan melaksanakan shalat Sunnah taubat 2 raka’at, dimana dalam setiap sujud tiap rakaatnya dibaca لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ sebanyak 100x atau sekurang-kurangnya 10x. والله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulquran 💎⭐⛅🤝

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-5 : Ramadhan Bulan Ampunan dan Malu Kepada Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Ramadhan Bulan Ampunan dan Malu Kepada Allah Ramadhan ke-5 23 | Februari | 2026 M / 05 | Ramadhan | 1447 H 📖 Kalam Hikmah: رمضان شهر المغفرة والحياء من الله وعن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول: «الصلوات الخمس، والجمعة إلى الجمعة، ورمضان إلى رمضان، مكفرات ما بينهن إذا اجتنبت الكبائر»، Artinya: “Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim) Seorang hamba harus percaya bahwa tidak ada dosa yang dapat diampuni kecuali ia bertaubat, karena manusia pasti berbuat salah. فعن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «كل بني آدم خطاءُ، وخير الخطائين التوابون»، (سنن ابن ماجه). Artinya : Dari Anas, semoga Allah meridainya, beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Semua anak Adam adalah orang berdosa, dan orang berdosa yang terbaik adalah mereka yang bertaubat.” (Sunan Ibn Majah, 4251). Allah Yang Maha Kuasa telah menetapkan ibadah-ibadah yang menolak dosa-dosa tersebut dan menjadikannya sebagai penebusan dosa. Di antara ibadah-ibadah tersebut adalah: “Ibadah-ibadah harian, seperti shalat lima waktu, yang tentangnya قال عنها رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أرأيتم لو أن نهراً بباب أحدكم يغتسل فيه كل يوم خمساً، ما تقول ذلك يبقي من درنه؟» قالوا: لا يبقي من درنه شيئاً. قال:«فذلك مثل الصلوات الخمس، يمحو الله بها الخطايا»، (متفق عليه). Rasulullah SAW bersabda: ‘Apakah kalian mengira jika ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian dan ia mandi di dalamnya lima kali sehari, akan ada kotoran yang tersisa padanya?’ Mereka menjawab: ‘Tidak akan ada kotoran yang tersisa padanya.’ Beliau bersabda: ‘Itulah seperti shalat lima waktu, yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa.’ (Muttafaqun ‘Alaihi).” Di antara hari-hari tersebut adalah hari-hari mingguan, seperti hari Jumat. Mengenai keutamaan pengampunan dosa pada hari Jumat, Nabi Muhammad SAW bersabda: قال النبي صلى الله عليه وسلم: «لا يغتسل رجل يوم الجمعة، ويتطهر ما استطاع من طهر، ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته، ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين، ثم يصلي ما كتب له، ثم ينصت إذا تكلم الإمام، إلا غفر له ما بينه وبين الجمعة الأخرى»، (صحيح البخاري، 843) Artinya : “Tidak seorang pun yang mandi pada hari Jumat, bersuci sebisa mungkin, mengoleskan minyak wangi atau parfum dari rumahnya, kemudian keluar dan tidak berjauhan dengan orang lain, kemudian mengerjakan salat wajib, lalu mendengarkan dengan saksama ketika imam bekhutbah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya hingga hari Jumat berikutnya.” (Sahih al-Bukhari, 843) Di antara ibadah-ibadah tersebut adalah ibadah tahunan, seperti berpuasa selama Ramadhan. Mengenai keutamaan puasa, Nabi Muhammad SAW bersabda: قال النبي صلى الله عليه وسلم: «من صام يوماً في سبيل الله بعد الله وجهه عن النار سبعين خريفاً»، (صحيح البخاري، 2840). Artinya : “Barangsiapa berpuasa satu hari karena Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka selama tujuh puluh tahun.” (Sahih al-Bukhari, 2840). Ini juga merupakan nikmat dari Allah bagi orang yang berpuasa karena ia memperoleh tiga pengampunan dosa selama Ramadhan. Ia melaksanakan salat wajib dan menghadiri salat Jumat sambil berpuasa. Nikmat ini hanya diperoleh sekali dalam setahun. Berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah akan menghapus dosa-dosa masa lalu orang yang berpuasa. Nabi Muhammad SAW bersabda: قال صلى الله عليه وسلم: «من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه»، (صحيح البخاري، 38). Artinya : “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosa masa lalunya akan diampuni.” (Sahih al-Bukhari, 38). استحيوا من الله فالحياء شعبة من الإيمان Bersikaplah malu dan rendah hati di hadapan Allah, karena malu adalah salah bagian dari iman. Setiap Muslim hendaknya benar-benar merasa malu di hadapan Allah, agar Allah tidak melihatmu dalam keadaan berbuat dosa. Malu adalah salah satu akhlak mulia yang dianjurkan Islam, dan merupakan salah satu sifat Allah Yang Maha Kuasa. Seorang Muslim harus yakin bahwa Allah menerima taubatnya, dan bahwa Dia Maha Pengampun. Rasulullah SAW bersabda: عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إن ربكم حيي كريم يستحيي من عبده إذا رفع يديه إليه أن يردهما صفراً»، Artinya : “Tuhanmu Maha rendah hati dan Maha Dermawan. Allah malu untuk menolak hamba-Nya dengan tangan kosong ketika hamba itu mengangkat tangannya kepada-Nya.” Ini juga merupakan salah satu akhlak Nabi Muhammad SAW وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عن قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أشد حياء من العذراء في خدرها، فإذا رأى شيئاً يكرهه عرفناه في وجهه»، (متفق عليه). Artinya: Dari Abu Sa’id al-Khudri, semoga Allah meridainya, beliau berkata: “Rasulullah SAW lebih sopan dari pada seorang gadis di tempat persembunyiannya. Jika beliau melihat sesuatu yang tidak disukainya, kita dapat mengetahuinya dari wajahnya.” (Muttafaqun ‘Alaihi). و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-4 : Puasa Syari’at dan Puasa Hakikat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Puasa Syari’at dan Puasa Hakikat Ramadhan ke-4 22 | Februari | 2026 M / 04 | Ramadhan | 1447 H 📖 Kalam Hikmah: الفصل في بيان الصّوم الشّريعة و الطّريقة صوم الشّريعة: أن يمسك عن المأكولات و المشروبات، و عن وقاع النّساء في النّهار. Puasa menurut hukum Syari’at adalah : menahan diri dari makan dan minum, serta dari hubungan suami istri di siang hari. و أمّا صوم الطّريقة: فهو أن يمسك عن جميع أعضائه المحرّمات و المناهي و الذّمائم مثل العجب و الكبر و البخل و غير ذلك، ظاهرا و باطنا، فكلّها يبطل صوم الطّريقة. Adapun puasa thariqat adalah : menjauhi segala hal yang dilarang, diharamkan, dan tercela dari anggota tubuhnya, seperti kesombongan, keangkuhan, kekikiran, dan sejenisnya, baik secara lahiriah maupun batiniah, karena semua itu dapat membatalkan puasa. فصوم الشّريعة مؤقّت: و صوم الطّريقة مؤبّد في جميع عمره، Puasa Syari’at bersifat sementara, tetapi puasa thariqat bersifat kekal sepanjang hidupnya. Rasulullah SAW bersabda, «ربَّ صائم ليس له من صيامه إلا الجوع ، ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر» رواه ابن ماجه Artinya: “Banyak sekali orang yang berpuasa namun ia tak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan banyak sekali orang yang bangun malam, namun ia tidak mendapat apa-apa kecuali hanya bangun malam.” (HR. Ibnu Majah) فلذلك قيل: كم من صائم مفطر و كم من مفطر صائم- أي: يمسك أعضاءه عن الآثام، و إيذاء النّاس بالجوارح Oleh karena itu, dikatakan: Betapa banyaknya orang yang berpuasa tetapi tidak berpuasa, dan betapa banyaknya orang yang tidak berpuasa tetapi berpuasa—artinya: mereka menahan diri dari perbuatan dosa dan dari mencelakakan orang lain dengan anggota tubuh mereka. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi : كما قال اللّه تعالى في الحديث القدسيّ: «إنّ الصّوم لي و أنا أجزي به» Artinya: “Sesungguhnya puasa untukku dan aku sendiri yang akan memberikan pahala kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah SAW bersabda, للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه Artinya: “Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” [HR. Muslim, no.1151] قال أهل الشّريعة: المراد من الإفطار الأكل عند غروب الشّمس، و من الرّؤية رؤية الهلال في ليلة العيد. و قال أهل الطّريقة: الإفطار عند دخول الجنّة بالأكل ممّا فيها من النّعيم، و فرحة عند الرّؤية- أي: عند لقاء اللّه يوم القيامة- بنظر السّرّ معاينة. Para ahli hukum Islam mengatakan: Berbuka puasa berarti makan dan minum saat matahari terbenam, dan berhari Raya setelah melihat bulan sabit pada malam Idul Fitri. Sedangkan ahli Sufi mengatakan: Berbuka puasa berarti memasuki Surga dengan menikmati kenikmatannya, dan kegembiraan melihat Tuhan—yaitu, bertemu dengan-Nya pada Hari Kiamat. و أمّا صوم الحقيقة: فهو إمساك الفؤاد عن محبّة ما سوى اللّه تعالى، و إمساك السّرّ عن محبّة مشاهدة غير اللّه كما قال اللّه تعالى في الحديث القدسيّ: «الإنسان سرّي و أنا سرّه»[4] و السّرّ من نور اللّه تعالى فلا يميل إلى غير اللّه تعالى، و ليس له سواه محبوب و مرغوب و مطلوب في الدّنيا و الآخرة، فإذا وقعت فيه محبّة غير اللّه فسد صوم الحقيقة، فله قضاء صومه، و هو أن يرجع إلى اللّه تعالى و لقائه، و جزاء هذا الصّوم لقاء اللّه تعالى في الآخرة. Adapun puasa hakikat yaitu menahan hati dari mencintai selain Allah SWT dan menahan diri untuk suka melihat selain Allah. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi : “Manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah rahasianya”. Rahasia itu berasal dari cahaya Allah SWT, sehingga tidak condong kepada selain Allah SWT, dan tidak memiliki objek yang dicintai, diinginkan, atau dicari di dunia dan akhirat. Jika cinta kepada selain Allah terjadi di dalamnya, maka puasa hakikat menjadi rusak, sehingga harus mengganti puasanya, yaitu kembali kepada Allah SWT dan bertemu dengan-Nya, dan pahala puasa ini adalah bertemu dengan Allah SWT di akhirat. و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-3 : Keagungan Bulan Suci Ramadhan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Keagungan Bulan Suci Ramadhan Ramadhan ke-3 21 | Februari | 2026 M / 03 | Ramadhan | 1447 H 📖 Kalam Hikmah: مثل شهر رمضان في الشهور كمثل القلب في الصدور والقلب مزين بنور المعرفة والإيمان وشهر رمضان مزين بنور تلاوة القرآن فمن لم يغفر له في شهر رمضان ففي أي شهر يغفر له؟ Perumpamaan bulan Ramadhan seperti hati dengan anggota tubuh yang lain yang memiliki peranan dan keistimewaan tersendiri dalam tubuh kita dibandingkan dengan anggota tubuh lain. Hati akan menjadi hiasan bagi cahaya ma’rifat dan iman sedangkan ramadhan akan memberikan cahaya bagi orang yang membacakan ayat suci Al-Qur’an. Bagi orang yang tidak mendapatkan ampunan dalam bulan Ramadhan maka sangat celaka dia, dalam bulan Ramadhan saja tidak mendapatkan ampunan bagaimana di bulan lain? Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Malik bin al-Huwairits Radhiyallahu anhu, beliau berkata. صعِد رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم المنبرَ فلمَّا رقِي عَتبةً قال: ( آمينَ ) ثمَّ رقي عتبةً أخرى فقال: ( آمينَ ) ثمَّ رقي عتبةً ثالثةً فقال: ( آمينَ ) ثمَّ قال: ( أتاني جبريلُ فقال: يا محمَّدُ مَن أدرَك رمضانَ فلم يُغفَرْ له فأبعَده اللهُ قُلْتُ: آمينَ قال: ومَن أدرَك والديه أو أحدَهما فدخَل النَّارَ فأبعَده اللهُ قُلْتُ: آمينَ فقال: ومَن ذُكِرْتَ عندَه فلم يُصَلِّ عليكَ فأبعَده اللهُ، قُلْ: آمينَ، فقُلْتُ: آمينَ ) الراوي:مالك بن الحويرث المحدث:شعيب الأرناؤوط المصدر:تخريج صحيح ابن حبان الجزء أو الصفحة:409 حكم المحدث:صحيح لغيره “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, ketika beliau naik ke atas tangga, beliau berkata ‘Aamiin,’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat kedua) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat ketiga) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau berkata, ‘Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa saja yang mendapati bulan Ramadhan dan dia tidak diampuni, maka Allah akan melaknatnya.’ Lalu aku (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berkata: ‘Aamiin.’” Jibril berkata lagi, ‘Dan siapa saja yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satunya, lalu dia masuk ke dalam Neraka, maka Allah akan menjauhkannya dari rahmat-Nya.’ Aku katakan, ‘Aamiin.’ Jibril berkata lagi, ‘Siapa saja yang ketika namamu disebutkan, lalu ia tidak bershalawat kepadamu, maka Allah akan melaknatnya, katakanlah aamiin, lalu aku katakan, ‘Aamiin. وكالأنبياء في الأنام وتكون الأنبياء شفعاء للمجرمين وشهر رمضان شفيع الصائمين Ramadhan juga diibaratkan seperti para Nabi yang dibandingkan dengan manusia-manusia lainnya yang sangat jauh kemuliaannya disisi Allah SWT. Para Nabi memberikan syafaat bagi pengikutnya di akhirat kelak sedangkan ramadhan akan selalu memberikan syafaat bagi orang yang berpuasa. وكالحرم في البلاد فالحرم يمنع منه الدجال اللعين وشهر رمضان تصفد فيه مردة الشياطين Ramadhan juga seperti Haramain yaitu Masjidil haram dan Masjidil Nabawi dimana memiliki keutamaan yang luar biasa dibandingkan dengan tempat-tempat lain, satu kali kita melakukan ibadah di Masjidil haram diberikan pahala oleh Allah 1000x pahala dibandingkan dengan ibadah di tempat lain. Masjidil haram juga merupakan tempat yang tidak bisa masuk Dajjal nantinya di akhir zaman. Begitu juga dengan ramadhan yang mencegah syaitan-syaitan untuk tidak menggangu manusia dalam bulan Ramadhan. إن سيد البشر آدم -عليه السلام -، وسيد العرب محمد -صلى الله عليه وسلم -، وسيد الحبش بلال، وسيد القرى مكة، وسيد الأودية وادي بيت المقدس، وسيد الأيام يوم الجمعة، وسيد الليالي ليلة القدر، وسيد الكتب القرآن، وسيد القرآن البقرة آية الكرسي، وسيد الأحجار الحجر الأسود، وسيد الآبار زمزم، وسيد العصى عصا موسى، وسيد الحيتان الحوت الذي كان يونس -عليه السلام -في بطنه، وسيد النوق ناقة صالح، وسيد الأفراس البراق، وسيد الخواتم خاتم سليمان -عليه السلام -، وسيد الشهور شهر رمضان Sesungguhnya penghulu segala manusia adalah Nabi Adam AS, penghulu bangsa Arab adalah Nabi Muhammad SAW, penghulu bangsa Etiopia adalah Bilal, penghulu segala negeri adalah Kota Mekkah, penghulu lembah-lembah adalah Lembah Yerusalem, penghulu segala hari adalah hari Jumat, penghulu segala malam adalah Malam Lailatul Qadr, penghulu segala kitab adalah Al-Qur’an, penghulu Al-Qur’an adalah Surah Al-Baqarah (Ayat al-Kursi), penghulu segala batu adalah hajar aswad, penghulu segala sumur adalah Zamzam, penghulu segala tongkat adalah tongkat Musa, penghulu segala ikan adalah ikan paus yang di dalam perutnya Nabi Yunus AS berada, penghulu segala unta adalah unta betina Nabi Saleh AS, penghulu segala kuda adalah Al-Buraq, penghulu cincin adalah cincin Sulaiman AS, dan penghulu bulan adalah bulan Ramadhan. و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-2 : Keagungan Bulan Suci Ramadhan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 *Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)* Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA Tema :Keagungan Bulan Ramadhan menurut Syaikh Abdul Qadir Jailani Ramadhan ke-2 20 | Februari | 2026 M / 02 | Ramadhan | 1447 H 📖 Kalam Hikmah: قال سيدي عبد القادر الجيلاني قدس سره في كتاب الغنية لطالبي طريقة الحق عز وجل وهي رمضان خمس أحرف رمضان خمسة أحرف. الراء: رضوان الله، والميم: محاباة الله عن العصاة، والضاد: ضمان الله، والألف: ألفة الله، والنون: نور الله. Syeikh Abdul Qadir Jailani menjelaskan Ramadhan terdiri dari 5 huruf, yaitu : 1. Ra (الراء) yang bermakna رضوان الله Yaitu Ridha Allah, senang Allah SWT terhadap hamba-hamba-Nya yang mau memperbanyak ibadah dalam bulan Ramadhan. 2. Mim (الميم) yang bermakna محاباة الله Yaitu Cinta dan kasih sayang Allah SWT kepada semua hamba-Nya, sekalipun hamba tersebut bermaksiat kepada Allah, namun kasih sayang yang Allah berikan begitu luas dalam bulan Ramadhan ini. 3. Dhad (الضاد) yang bermakna ضمان الله Yaitu jaminan Allah kepada hamba-Nya yang mau melaksanakan ibadah-ibadah dalam bulan Ramadhan mau menghidupkan malam-malam dalam bulan Ramadhan Allah jamin hamba tersebut masuk dalam surga-Nya. 4. Alif (الألف) yang bermakna ألفة الله Yaitu kelembutan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa mayat di dalam kubur merasakan juga keagungan bulan Ramadhan dengan mengalir kesejukan dan kenyamanan bahkan ada yang menyebutkan dihentikannya azab kubur dalam bulan Ramadhan sehingga mayat dalam kubur sangat senang menyambut bulan Ramadhan. Hal ini merupakan bagian dari kelembutan Allah SWT dalam bulan Ramadhan bagi hamba-Nya. 5. Nun (النون) yang bermakna نور الله Yaitu cahaya Allah bagi hamba-Nya yang berpuasa dalam bulan Ramadhan, dimana setiap perbuatan baik yang dilakukan dalam bulan Ramadhan bernilai ibadah hingga tidur orang berpuasa dalam bulan Ramadhan juga bernilai ibadah bahkan bau mulut orang puasa juga bernilai ibadah di sisi Allah dalam bulan Ramadhan yang tidak didapati dalam bulan-bulan lain. وقيل مثل شهر رمضان في الشهور كمثل القلب في الصدور والقلب مزين بنور المعرفة والإيمان وشهر رمضان مزين بنور تلاوة القرآن فمن لم يغفر له في شهر رمضان ففي أي شهر يغفر له؟ Syeikh Abdul Qadir Jailani juga mengumpamakan ramadhan seperti hati dengan anggota tubuh yang lain yang memiliki peranan dan keistimewaan tersendiri dalam tubuh kita dibandingkan dengan anggota tubuh lain. Hati akan menjadi hiasan bagi cahaya ma’rifat dan iman sedangkan ramadhan akan memberikan cahaya bagi orang yang membacakan ayat suci Al-Qur’an. Bagi orang yang tidak mendapatkan ampunan dalam bulan Ramadhan maka sangat celaka dia, dalam bulan Ramadhan saja tidak mendapatkan ampunan bagaimana di bulan lain? وكالأنبياء في الأنام وتكون الأنبياء شفعاء للمجرمين وشهر رمضان شفيع الصائمين Ramadhan juga diibaratkan seperti para Nabi yang dibandingkan dengan manusia-manusia lainnya yang sangat jauh kemuliaannya disisi Allah SWT. Para Nabi memberikan syafaat bagi pengikutnya di akhirat kelak sedangkan ramadhan akan selalu memberikan syafaat bagi orang yang berpuasa. وكالحرم في البلاد فالحرم يمنع منه الدجال اللعين وشهر رمضان تصفد فيه مردة الشياطين Ramadhan juga seperti Haramain yaitu Masjidil haram dan Masjidil Nabawi dimana memiliki keutamaan yang luar biasa dibandingkan dengan tempat-tempat lain, satu kali kita melakukan ibadah di Masjidil haram diberikan pahala oleh Allah 1000x pahala dibandingkan dengan ibadah di tempat lain. Masjidil haram juga merupakan tempat yang tidak bisa masuk Dajjal nantinya di akhir zaman. Begitu juga dengan ramadhan yang mencegah syaitan-syaitan untuk tidak menggangu manusia dalam bulan Ramadhan. و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Fb 📷Instagram LDRQ 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻