بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Hikmah Tayammum Dalam hal bersuci jika kita tidak mendapatkan air untuk bersuci maka diperbolehkan bagi kita untuk melakukan tayamum nah sekarang apa hikmah dibalik tayamum. Ketahuilah bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak memberikan kesulitan apapun kepada kita dalam hal agama, agar kita dapat menunaikan apa yang telah dipercayakanNya kepada kita dalam hal ibadah tanpa kesulitan dan kesusahan, sehingga hati terbebas dari najis kesusahan, dan bersih dari amalan, dosa. Tidakkah kita perhatikan bahwa menunaikan shalat itu memerlukan bersuci dengan air, maka jika air itu hilang atau tidak dapat diperoleh, dan tiba waktunya shalat wajib, maka yang diberikan kepada kita bertayamum menggunakan tanah/debu dan ada dua hikmah di dalamnya: Yang pertama: merendahkan jiwa yang membawa kepada keburukan dengan menaruh debu yang paling hina pada mukanya, yang paling mulia di antara anggotanya, dan yang kedua: menjelaskan kelebihan umat nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena tayamum tidak diwajibkan di umat-umat terdahulu, dan itu merupakan izin bagi kita dari Pemberi Hukum yang Bijaksana agar kita tidak memaksakan diri untuk memperoleh air saat hendak menunaikan shalat wajib. Beranjak dari hal tersebut bersuci dengan air yang harus menyeluruh ke seluruh badan pada saat berhadas besar, dan sebagian badan ketika hadas kecil dan mengotori dirinya dengan cara ini merupakan kesusahan dan kesulitan, maka syariat memberi dispensasi kepada kita umat Muhammad menyapu Dengan debu sedemikian rupa agar tidak mendorong ia untuk melakukan sebuah kesusahan dengan kesulitan lainnya, karena menyapu semua anggota badan dengan debu merupakan sebuah kesulitan maka syariat meringankan dengan boleh menyapu di sebagian kecil saja sebagaimana yang tertera dalam kitab fiqh. Ada hikmah lain yang menjadikan tanah sebagai pengganti air, bukan semua bahan lainnya, karena tidak ada tempat tanpa tanah, dan tanah juga merupakan unsur asal mula manusia diciptakan. Karena tayamum dan halalin lain merupakan keistimewaan lain dari umat ini, Rasulullah SAW bersabda: Aku diberi lima hal yang tidak pernah diabaikan oleh nabi-nabi sebelumku. Aku menang melalui teror perjalanan sebulan, dan tanah itu dijadikan untukku. Dan di dalam riwayatnya: bagi umat ku adalah masjid dan bersuci. Maka di mana saja seseorang dari umatku bepergian, maka hendaklah dia shalat. Harta rampasan itu dihalalkan bagiku, dan tidak halal bagi seorang pun sebelum aku. Itu diturunkan kepada umat pada umumnya, dan Nabi diutus kepada umatnya sebagai sebuah keistimewaan dan pemberi syafaat. Hal yang sudah lumrah bahwa dibolehkan tayamum ketika air tidak diperdapatkan ketika sudah masuk waktu shalat dengan apa yang berupa tanah, dan segala sesuatu yang dibentuk dan diambil dari bumi, dan izin ini merupakan rahmat bagi kita dari Allah Yang Maha Esa. Ref : Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuh, Hal 74 والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ Media informasi LDRQ-Center 📞Channel whatsapp LDRQ 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fanpage FB 📡Facebook 🎬Youtube 🐦X 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulqur’an
Dalam rangka memperingati Malam Nisfu Sya’ban 15 Sya’ban 1447 H, Dayah Raudhatul Qur’an Tungkop Darussalam mengundang seluruh santri, alumni, wali santri, serta masyarakat umum untuk menghadiri dan mengikuti Ibadah Malam Nisfu Sya’ban. 🗓 Hari/Tanggal: Malam Selasa🕰 Waktu: Maghrib Berjamaah📍 Tempat: Dayah Raudhatul Qur’an, Tungkop Darussalam, Aceh Besar👳♂️ Penceramah: Abu Dr. Tgk. H. Sulfanwandi, MA Mari bersama-sama menghidupkan malam yang penuh keutamaan ini dengan shalat berjamaah, zikir, doa, dan muhasabah diri, sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Atas kehadiran dan partisipasi Bapak/Ibu serta saudara-saudari sekalian, kami ucapkan jazakumullahu khairan katsiran. PanitiaDayah Raudhatul Qur’an Tungkop Darussalam
بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center KEUTAMAAN DAN KEMULIAAN MALAM NISFU SYA’BAN Bulan Sya’ban memegang peranan krusial dalam kalender Hijriyah sebagai gerbang spiritual menuju Ramadhan. Di masa ini, seorang Muslim dianjurkan untuk mulai memperbanyak amalan sunnah—seperti puasa, zikir, serta shalat malam—sebagai bentuk persiapan diri. Momentum yang paling dinantikan di bulan ini adalah malam ke-15, yang akrab kita kenal sebagai malam Nisfu Sya’ban. Malam ini bukan sekadar pergantian waktu biasa; ia adalah waktu yang sarat akan rahmat dan pengampunan. Berikut adalah tinjauan mendalam mengenai alasan mengapa malam ini begitu mulia di mata agama. 1. Malam Ampunan bagi Seluruh Makhluk Keutamaan utama Nisfu Sya’ban terletak pada luasnya ampunan Allah yang dibentangkan bagi hamba-Nya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani dan Imam Ibnu Hibban dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah bersabda: يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ Artinya: “Allah memperhatikan makhluk-Nya pada malam nisfu Sya’ban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang gemar menyulut api permusuhan.” Selain itu, terdapat seruan ilahi yang turun di malam tersebut sebagaimana terekam dalam riwayat Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi: عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ ! أَلاَ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلاَ كَذَا… أَلاَ كَذَا… حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ Artinya: “Dari Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah bersabda: “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, shalatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman: ‘Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? niscaya Aku akan mengampuninya, adakah yang meminta rezeki kepada-Ku? niscaya Aku akan memberinya rezeki. Adakah yang sakit? niscaya Aku akan menyembuhkannya, adakah yang demikian (maksudnya Allah akan mengabulkan hajat hambanya yang memohon pada waktu itu)…. Adakah yang demikian…. sampai terbit fajar.” 2. Rekapitulasi Amal dan Penentuan Takdir Nisfu Sya’ban juga diyakini sebagai malam di mana berkas-berkas kehidupan manusia ditinjau kembali. Berdasarkan penjelasan Rasulullah kepada Sayyidah ‘Aisyah, malam ini merupakan waktu pencatatan takdir tahunan: عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِي ﷺ قَالَ: هَلْ تَدْرِيْنَ مَا هَذِهِ اللَّيْلَة؟ قَالَتْ: مَا فِيْهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ: فِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ مَوْلُوْدِ بَنِي آَدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ هَالِكٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا تُرْفَعُ أَعْمَالُهُمْ، وَفِيْهَا تَنْزِلُ أَرْزَاقُهُمْ Artinya: “Dari Aisyah, dari Nabi Muhammad, beliau bertanya: ‘Apakah kamu tahu ada apa dengan malam ini (Nishfu Sya’ban)?’ Sayyidah ‘Aisyah kembali bertanya: ‘Ada apa di dalamnya, wahai Rasulullah?’ Maka nabi menjawab: ‘Di dalamnya dicatat semua anak yang dilahirkan dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu di catat semua orang yang celaka dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu (juga) diangkat semua amal (perbuatan) mereka, dan pada malam itu diturunkan rezeki mereka.” 3. Manifestasi Kasih Sayang Allah yang Tak Terbatas Besarnya pengampunan Allah di malam ini juga digambarkan melalui sebuah peristiwa yang dialami oleh Sayyidah Aisyah saat beliau menemukan Rasulullah sedang bermunajat di pemakaman Baqi’. Beliau bersabda: فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ Artinya: “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak).” والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ Media informasi LDRQ-Center 📞Channel whatsapp LDRQ 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fanpage FB 📡Facebook 🎬Youtube 🐦X 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulqur’an