بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center GARIS AKHIR YANG PASTI KITA TUJU Sebagian orang mengira bahwa mereka yang telah terbujur di bawah gundukan tanah sudah pasti beristirahat dengan damai dan terbebas dari segala kepedihan. Padahal, kita yang masih menginjak bumi tidak pernah tahu bagaimana nasib mereka di alam barzakh sana; apakah pembaringan itu menjelma menjadi salah satu taman surga yang harum semerbak, atau justru berubah menjadi ruang sempit yang dipenuhi rintihan penyesalan. Mereka yang kini terdiam di dalam tanah pun dahulunya sama seperti kita: pernah tertawa lepas, merajut impian panjang, memeras peluh mengejar karier, dan begitu mencemaskan urusan hari esok. Namun, ketukan maut seketika memutus segala rantai rencana tersebut. Tumpukan materi yang dikumpulkan dengan susah payah tak lagi dapat disentuh, kedudukan sosial yang dibanggakan menguap tanpa sisa, dan orang-orang terkasih yang biasa mendampingi hanya bisa mengantar hingga tepi liang lahat lalu berbalik melangkah pulang, meninggalkan jasad itu sendirian dalam kesunyian yang pekat. Sungguh sebuah kerugian besar jika hari-hari kita habis hanya untuk memoles urusan duniawi yang fana, hingga alpa menyiapkan perbekalan untuk perjalanan panjang yang abadi. Cepat atau lambat, giliran kita pasti akan tiba untuk menyusul mereka. Raga yang setiap hari kita rawat dan beri kenyamanan ini akan kaku tak berdaya, keberadaan kita perlahan hanya tinggal kenangan di lembaran doa, dan tanah merah akan menjadi atap penutup raga kita. Selagi dada ini masih naik turun menyerap udara, bersegeralah membasahi lisan dengan istigfar, merapatkan barisan sujud, merajut taubat yang tulus, serta menebar kebaikan kepada sesama. Jangan pernah menunda ketaatan hingga rambut memutih, jangan menunggu tubuh remuk oleh penyakit baru mencari sajadah, dan jangan menunggu keranda dipikul baru menangisi tumpukan khilaf. Sebab ketika waktu telah habis, pintu ikhtiar telah tertutup rapat, dan yang tersisa hanyalah harapan cemas menanti kucuran rahmat dari Sang Maha Pengampun. Di sela-sela langkah yang kian mendekati tepian ajal ini, mari kita basahi bibir dengan untaian munajat: اللَّهُمَّ أَحْسِنْ خَوَاتِيمَنَا “Ya Allah, baguskanlah akhir kehidupan kami.” Semoga Allah SWT senantiasa mengikis noda-noda dosa kita, menerangi serta meluaskan pembaringan terakhir kita kelak, dan menjaga hati agar tidak terlena oleh bujuk rayu duniawi. Sebab pada akhirnya, kepulangan adalah sebuah kepastian, dan kemuliaan sejati bukan diukur dari seberapa lama jatah usia kita di dunia, melainkan dalam keadaan jiwa seperti apa kita melangkah menghadap-Nya. والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ Media informasi LDRQ-Center 📞Channel whatsapp LDRQ 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fanpage FB 📡Facebook 🎬Youtube 🐦X 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulqur’an




