Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Keistimewaan Bulan Dzulhijjah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🗒️🔊 Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)

Tema :Keistimewaan Bulan Dzulhijjah

📖 Kalam Hikmah:

Alhamdulillah kita sudah berada di akhir bulan Dzulqaidah artinya kita hampir memasuki bulan Dzulhijjah dimana Dzulhijjah adalah bagian dari الأشهر المعلومات yaitu bulan-bulan yang dimaklumkan. Atau sering juga disebut dengan

الأشهر الحرم هي أربعة: رجب وذو القعدة وذو الحجة والمحرم

Artinya : Bulan-bulan yang diharamkan ada empat yaitu Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Setiap bulan-bulan haram tersebut memiliki keistimewaan dan kelebihan masing-masing. Sudah banyak hadits dan riwayat-riwayat yang menceritakan tentang hal tersebut.

Sepuluh awal bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga banyak para ulama memperkenalkan kepada kita tentang 10 awal bulan Dzulhijjah tersebut

قال سعيد بن جبير: “لا تُطْفِئوا سُرُجَكم ليالي العشر”؛ [سير أعلام النبلاء

Artinya : Sa’id bin Jubair –rahimahullah-mengatakan: “Jangan kalian matikan lampu rumah kalian pada malam-malam sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” Agar bisa terus beribadah. (Hilyatul Awliya’ 4/281 dan Siyar A’laam an Nubala’ 4/326).

Maksudnya tidak mematikan lampu rumah pada malam sepuluh pertama bulan Dzulhijjah adalah diharapkan kita dapat beribadah semalaman dengan mengisi malamnya dengan shalat-shalat Sunnah, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah Sunnah lainnya. Akan tetapi diibaratkan kalau mati lampu pada malam hari artinya manusia di dalam rumah tersebut sudah pasti tidur sepanjang malam tanpa ibadah.

Maka begitulah cara ulama menggalakkan sepuluh pertama bulan Dzulhijjah lampu rumah terus hidup hingga pagi dengan diisi oleh penghuninya dengan ibadah shalat dan membaca Al-Qur’an, dan berzikir.

قال الحافظ ابن حجر العسقلاني رحمه الله: الذي يظهر أن السبب في امتياز عشر ذي الحجة لمكان اجتماع أمهات العبادة فيه, وهي: الصلاة, والصيام, والصدقة, والحج, ولا يتأني ذلك في غيره.

Artinya: Ibnu Hajar Al-Asqalani r.a. berkata : ” Penyebab keistimewaan sepuluh Dzulhijjah berkumpulnya inti ibadah di dalamnya antara lain : shalat, puasa, sadakah, dan haji yang ibadah tersebut tidak ada pada bulan lain.”

Karena sebab itulah sepuluh pertama bulan Dzulhijjah sangat istimewa karena berkumpulnya induk atau inti dari ibadah yang tidak ada pada bulan lain. Shalat boleh memperbanyak shalat-shalat sunnah seperti taubat, tasbih, tahajjud, hajat dan lainnya. Di siang harinya juga disunnahkan untuk berpuasa hingga puncaknya pada hari ‘Arafah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Adapun mayoritas ulama berpendapat bahwa, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, h. 113).

Pada bulan Dzulhijjah juga Allah wajibkan haji bagi orang Islam sekali seumur hidup.

يقول الإمام ابن رجب رحمه الله: (لمَّا كان الله سبحانه وتعالى قد وضع في نفوس المؤمنين حنينًا إلى مشاهدة بيته الحرام، وليس كُلُّ أحد قادرًا على مشاهدته في كل عام، وقد فرض على المستطيع الحج مرة واحدة في عمره، وجعل موسم العشر مشتركًا بين السائرين والقاعدين، فمن عجز عن الحج في عام قدر في العشر على عمل يعمله في بيته يكون أفضل من الجهاد الذي هو أفضل من الحج.

Artinya: Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Karena Allah SWT telah menanamkan dalam jiwa orang-orang mukmin kerinduan untuk melihat Baitullah-Nya, dan tidak semua orang mampu melihatnya setiap tahun, maka Dia telah mewajibkan haji bagi mereka yang mampu melakukannya sekali seumur hidup, dan Dia telah menjadikan masa sepuluh hari itu sebagai masa yang dijalani bersama bagi mereka yang bepergian dan mereka yang tinggal di rumah. Maka barang siapa yang tidak mampu melaksanakan haji dalam satu tahun, maka ia dapat beramal di rumahnya selama sepuluh hari itu, yang lebih baik daripada jihad, yang lebih baik daripada haji.”

Dalam riwayat di atas jelas bahwasanya Allah wajibkan haji bagi umat Islam sekali seumur hidup dan itu dilakukan dalam bulan Dzulhijjah, bahkan bagi orang-orang yang belum mampu melaksanakan haji Allah juga berikan kesempatan untuk beribadah pada sepuluh pertama bulan Dzulhijjah dengan pahala yang sangat besar juga melebihi jihad fi Sabilillah.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW juga bersabda bahwa:

“Sungguh Allah menurunkan pada setiap hari dan malam 120 rahmat di Baitullah ini. 60 rahmat untuk orang yang melakukan tawaf, 40 rahmat bagi orang yang mendirikan salat, dan 20 rahmat bagi orang yang memandang ke arah Ka’bah.” (HR. Thabrani)

Dalam hadits lain Rasulullah SAW juga bersabda:

Dari Jabir, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda:

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Artinya: “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406.

Beginilah Allah SWT memberikan keistimewaan pada bulan Dzulhijjah, orang-orang yang menunaikan ibadah haji di tanah suci mempunyai kelebihan yang berlimpat ganda pahalanya tetapi kita yang belum mampu menunaikan ibadah haji juga diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk melakukan amalan-amalan yang banyak pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah tersebut.

سئل شيخ الإسلام رحمه الله: عن عشر ذي الحجة, والعشر الأواخر من رمضان, أيهما أفضل؟ فأجاب: أيام عشر ذي الحجة أفضل من أيام العشر من رمضان, والليالي العشر الأواخر من رمضان أفضل من ليالي عشر ذي الحجة. فضل العمل الصالح في أيام عشر ذي الحجة

Artinya : Ada yang bertanya kepada Syaikhul Islam r.a tentang mana istimewa 10 Dzulhijjah atau 10 akhir bulan Ramadhan? Beliau menjawab: “10 awal hari bulan Dzulhijjah lebih utama dan afdhal dari 10 hari bulan Ramadhan, sedangkan 10 malam akhir bulan Ramadhan lebih utama dan afdhal dari 10 malam awal bulan Dzulhijjah. Banyak kelebihan beramal shalih pada hari 10 bulan Dzulhijjah”

Jadi keistimewaan 10 hari bulan Dzulhijjah terletak pada siang harinya namun demikian anjuran untuk terus memperbanyak ibadah pada malamnya tersebut juga sangat banyak hingga anjuran jangan matikan lampu untuk terus beribadah semalaman.

و الله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do’a Kafaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram Dayah RQ
🌎Fans Page Fb
📡Fb
📷Instagram LDRQ
🎬Youtube
🐦Twitter
📝Telegram

#dayahraudhatulquran
#ldrqraudhatulquran
💎⭐⛅🤝🏻

Bagikan:

Tinggalkan Balasan