Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Beberapa Nasehat bagi Istri yang meninggal suami

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊🎤 Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah Rq-Center Beberapa Nasehat bagi Istri yang meninggal suami Istri harus mengasah kesabaran jiwa dalam menghadapi musibah tersebut. وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ “Dan sungguh Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS al-Baqarah ayat 155). Kesabaran dalam menghadapi se buah musibah adalah salah satu bentuk ke baikan seorang hamba Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda : عَنْ صُهَيْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ Diriwayatkan dari Shuhaib radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya itu baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan nikmat dia bersyukur dan itu baik baginya. Dan apabila dia mendapatkan musibah dia sabar dan itu baik baginya.” (HR. Muslim, no. 5318) Seorang wanita yang ditinggal meninggal suaminya hendaknya tidak mengumbar kesedihannya. Apalagi, menyimpan kesedihan tersebut hingga berhari-hari dan menghabiskan harinya dengan menangis. Ini merupakan salah satu contoh ketidaksabarannya dalam menghadapi musibah yang ada. Bahkan, bisa saja karena perilaku sang istri, hal ini dicatat sebagai dosa bagi dirinya dan si mayit. “Dua perkara yang terdapat pada manusia dan hal itu merupakan bentuk kekufuran adalah mencela nasab dan meratapi mayit.” (HR Muslim). “Seorang Muslimah yang terus meratapi mayit pun terancam dipakaikan celana dari timah cair dan baju dari kudis pada hari kiamat.” (HR Muslim). Mereka pun akan dikenakan azab kubur. Hendaknya seorang wanita yang sedang mengalami musibah bisa bersabar dan mengucapkan istirja’ dan doa. “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun,” sabda Allah dalam QS al-Baqarah: 156. Nabi SAW pun mengajarkan doa kepada Ummu Salamah RA yang ditinggal wafat suaminya, إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantikanlah dengan yang lebih baik.” (HR Muslim). Setelah bisa melalui musibah ini de ngan kesabaran, seorang Muslimah akan menghadapi masa ‘Iddah. Ini adalah masa tunggu seorang wanita karena perceraian atau kematian suami. Seorang istri yang ditinggal wafat suaminya tidak lepas dari dua keadaan: hamil atau tidak hamil. Apabila wanita itu hamil maka ‘Iddahnya adalah saat melahirkan selu ruh kandungannya. Allah berfirman dalam QS ath-Thalaq ayat 4, “Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.” Adapun bagi wanita yang tidak hamil maka masa ‘Iddahnya adalah empat bulan 10 hari. Hal ini berlaku baik wanita itu sudah dikumpuli atau belum dikum puli, baik itu wanita muda maupun sudah tua. وَالَّذِيْنَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُوْنَ اَزْوَاجًا يَّتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ اَرْبَعَةَ اَشْهُرٍ وَّعَشْرًا ۚ فاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا فَعَلْنَ فِيْٓ اَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ “Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan 10 hari. Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (QS al-Baqarah: 234). Selama masa ‘Iddah, ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan oleh seorang wanita. Beberapa, di antaranya, wanita tersebut wajib tinggal di rumah di mana suaminya meninggal dunia, tidak berpindah tempat kecuali karena ada alasan syar’i. Rasulullah SAW bersabda kepada Furai’ah binti Malik RA, “Tinggallah di rumahmu hingga masa ‘iddahmu selesai.” (HR Tirmidzi). Dia pun harus berada di dalam rumah dan tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan mendesak. Muslimah juga wajib berkabung (ihdad) selama batas waktu yang telah ditentukan. Nabi pernah bersabda, “Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh berkabung lebih dari tiga hari kecuali karena kematian suami, yaitu selama empat bulan 10 hari.” (HR Muslim). Dia hendaknya tidak memakai make up, perhiasan, pakaian yang bagus, atau wewangian. Hal ini berdasarkan hadis Ummu Salamah RA secara marfu’, “Seorang wanita yang ditinggal mati suaminya dilarang memakai pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur (pewarna merah), pakaian merah, mengenakan perhiasan, mewarnai kuku, dan celak.” (HR Bukhari). Wallahu a‘lam Do’a Kafaratul Majelis ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ : http://bit.ly/RaudhatulQuranIG 🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter 📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq 📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran 🎬Youtube : http://bit.ly/RaudhatulQuranYoutube 🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09 📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH DAN DAHSYATNYA PELIPATGANDAAN PAHALA

‎بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ‎🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center ‎ ‎KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH DAN DAHSYATNYA PELIPATGANDAAN PAHALA ‎ ‎1. Jaminan bagi Penjaga Shalat Berjamaah ‎Saudara-saudaraku, ibadah shalat berjamaah memiliki kedudukan yang sangat agung. Rasulullah bersabda: ‎”Barang siapa yang melaksanakan shalat Isya secara berjamaah, maka seakan-akan dia melakukan shalat separuh malam.” ‎”Dan barang siapa yang melaksanakan shalat Isya dan Subuh secara berjamaah, maka seakan-akan dia melakukan salat sepanjang malam.” ‎Siapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia ada dalam tanggungan (jaminan) Allah. Jika seseorang yang berada dalam jaminan ini meninggal dalam keadaan berdosa, Allah akan melindunginya dari neraka dengan berfirman kepada Malaikat: “Iya, tapi dia berada dalam tanggungan-Ku.” ‎ ‎2. Pahala Haji dan Umrah di Waktu Pagi ‎Raihlah keberkahan pagi, khususnya hari Kamis, karena Rasulullah mendoakan: ‎اللهم بارك لأمتي في بكورها ‎”Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” ‎‎اللهم بارك لأمتي في بكور يوم الخميس ‎‎”Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi hari Kamis.” ‎‎Jangan lewatkan shalat sunnah Isyraq (awal Dhuha). Rasulullah bersabda: ‎‎مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ (الفجر) فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ، تَامَّةٍ، تَامَّةٍ (HR. At-Tirmidzi). ‎‎”Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir (baca alquran /ibadah) kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” ‎ ‎3. Bonus Pahala di Bulan Mulia ‎Allah melipatgandakan pahala di waktu istimewa: Bulan Rajab: Amal dilipatgandakan 30 kali lipat. Bulan Ramadhan: Pahala (dan dosa) dilipatgandakan hingga 1.000 kali lipat. Memberi Buka Puasa: Sekecil apapun pemberiannya (seteguk air/kurma), pahalanya sama dengan orang yang berpuasa tersebut dan menjadi pembebas dari neraka. ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎Do’a Kafaratul Majelis ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Tausiah LDRQ

Tanda-tanda Allah Cinta Kepada Hamba

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) 📖 Kalam Hikmah: من علامات حب الله لك Tanda-tanda Allah Cinta Kepada Hamba ١- يحبب التقرب إلى الله إلى قلبك، وييسر لك عمل العبادات والطاعات وأداء الصلاة في جماعة، وأداء الفرائض في أوقاتها Seorang hamba hatinya akan selalu terpaut untuk mendekatkan dirinya kepada Allah, memudahkan hamba untuk melaksanakan ibadah-ibadah, ketaatan-ketaatan, menunaikan shalat secara berjamaah, dan melaksanakan kewajiban-kewajiban tertentu pada waktunya. ٢- ينزل على قلبك الشعور بالراحة والسكينة Hati seorang hamba akan merasakan nyaman dan tentram. ٣- يلهم قلبك الصبر على اللإبتلاء والمصائب، حيث يعتبر الابتلاء إختبارا لقوة تحمل العبد وصبره Seorang hamba akan mendapati hatinya sabar dalam menghadapi cobaan dan musibah, karena musibah dianggap sebagai ujian ketabahan dan kesabaran seorang hamba. ٤- يجعلك محبوبا ومقبولا بين الناس وفي الأرض، فالله إن أحب عبدا أمر أهل السماء أن يحبوه، فإن أحبوه أمر أهل الأرض أن يحبوه Menjadikan seorang hamba dicintai dan diterima di antara manusia dan bumi, maka Allah apabila mencintai seorang hamba maka akan menyuruh semua makhluk langit untuk mencintai hamba tersebut, begitu juga dengan makhluk bumi Allah menyuruh untuk mencintai hamba tersebut. ٥- يبعد عنك المحرمات والمعاصي Seseorang hamba akan dijauhkan dari segala yang diharamkan dan maksiat kepada-Nya. ٦- يوفقك للعمل الصالح، سواء كان بدنيا أو قوليا أو ماليا Seorang hamba akan digiring untuk selalu melakukan amal kebaikan baik tubuh, perkataan dan hartanya. ٧- يوفقك للتوبة Allah giring seorang hamba untuk selalu bertaubat atas dosanya. ٨- يوفقك لنفع الناس وقضاء حوائجهم Allah giring seseorang untuk selalu bermanfaat bagi manusia dan menjadi hamba yang bisa memenuhi kebutuhan orang lain. ٩- يوفقك للإحسان إلى أهل بيتك، ويحسن عشرتك Allah giring seorang hamba untuk berbuat baik kepada keluarganya dan berbuat baik kepada mereka. والله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram LDRQ 📷Instagram Dayah RQ 🌎Fans Page Fb 📡Facebook 🎬Youtube 🐦Twitter 📝Telegram #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulquran 💎⭐⛅🤝