Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Cover Tausiah ldrq
Tausiah LDRQ

Menelantarkan Anak Kandung : Dosa Besar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Menelantarkan Anak Kandung : Dosa Besar Perlu dipahami bersama, menelantarkan anak sama sekali tidak dibenarkan, apapun alasannya. Anak adalah amanah dari Allah yang wajib dijaga dan dipenuhi kebutuhannya. Orang tua tidak hanya bertanggung jawab memberi nafkah, tetapi juga memastikan keselamatan dan kesejahteraan anaknya. Meninggalkannya sendirian tanpa kepastian adalah bentuk pengabaian terhadap amanah besar ini. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا Menurut Imam al-Ghazali Artinya, “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS An-Nisa’ [4]: 58). Ayat di atas menjadi landasan umum bahwa setiap amanah wajib ditunaikan, dan anak termasuk amanah paling besar yang Allah titipkan kepada orang tua. Karena itu, hak-hak anak tidak boleh diabaikan, baik hak untuk hidup dengan aman, mendapatkan makan dan minum, perlindungan, maupun perhatian. Maka menelantarkan anak jelas bertentangan dengan perintah syariat Islam. Rasulullah pun mengingatkan bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang ayah adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang ibu pemimpin di rumah suaminya. Maka orang tua yang menelantarkan anak berarti gagal menjalankan kepemimpinannya dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak, كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا Artinya, “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang perempuan adalah pemimpin atas rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.” (HR Bukhari dan Muslim). Dari hadits ini, jelaslah bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar terhadap anak-anaknya. Menelantarkan anak berarti melanggar amanah kepemimpinan yang telah diberikan oleh Allah swt. Dan orang tua yang melakukan perbuatan ini akan berdosa besar serta akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Rasulullah saw bersabda: كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ Artinya, “Cukuplah orang itu dianggap berdosa jika menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggung jawabnya.” (HR an-Nasai & al-Baihaqi). Berdasarkan riwayat di atas, Imam Ibnu Hajar al-Haitami (wafat 974 H) secara tegas memasukkan perbuatan menelantarkan keluarga, termasuk anak-anak yang masih kecil sebagai bagian dari dosa besar. Dalam kitab az-Zawajir ‘an Iqtirafil Kabair dijelaskan; الْكَبِيرَةُ الْحَادِيَةُ بَعْدَ الثَّلَاثِمِائَةِ : إضَاعَةُ عِيَالِهِ كَأَوْلَادِهِ الصِّغَارِ Artinya, “Dosa besar yang ke-301 adalah menelantarkan keluarganya, seperti anak-anaknya yang masih kecil.” (Imam Ibnu Hajar, az-Zawajir ‘an Iqtirafil Kabair, [Beirut: Darul Fikr, 1407 H/1987 m], jilid II, halaman 383). Oleh karena itu, membuang atau menelantarkan anak adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. Bahkan jika anak dianggap nakal atau sulit diatur, Islam tidak memberi alasan bagi orang tua untuk menelantarkan mereka. Justru sebaliknya, anak yang dianggap sulit perlu perhatian, pendidikan, dan bimbingan yang lebih intens dari orang tuanya. Dengan kata lain, tidak ada satu pun alasan yang bisa membenarkan orang tua membuang atau menelantarkan anak. Anak adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga. Menelantarkannya berarti mengkhianati amanah Allah, melanggar prinsip syariat, dan membuka pintu dosa besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ ‎Do’a Kafaratul Majelis ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Tausiah LDRQ

Apakah Fungsi Berdo’a? Bukankah Allah Maha Mengetahui Segalanya?

‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Apakah Fungsi Berdo’a? Bukankah Allah Maha Mengetahui Segalanya? Allah SWT mengajarkan kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya senantiasa selalu berdoa kepada-Nya.Dikarenakan doa merupakan sarana komunikasi sang hamba dengan penciptanya. Dengan berdoalah seorang hamba menyampaikan segala keluh kesah dan permintaan yang berupa keinginan maupun kebutuhan. Namun meski demikian,banyak sekali timbul kemusykilan maupun kebingungan yang menjadi tanda tanya dikalangan orang awam. Mengapa kita harus berdoa ? Bukankah Allah Maha mengetahui segalanya? Segala isi hati, baik itu kebutuhan maupun keinginan yang ada dalam hati kita? Maka Syair Imam Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad Al Haddad telah menjadi jawabannya. Yang mana Syair tersebut tercipta dikala beliau berada dalam keadaan yang sangat sulit dan berharap kepada Allah. Demikian Syairnya: قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي فَدُعَـائِي وابْتِهـَالِي شَـاهِدٌ لِي بِافْتِقَارِي “Qad kafani ilmu rabby.. Min sualy wakhtiyary.. Fadu’aiy wabtihaaly.. Syahidunly Biftiqaary.. Artinya : “Sungguh sangat mencukupi (mendapat kepuasan dan ketenangan) bagiku terhadap segala ilmu Tuhanku” “Yang mengetahui segala permintaan dan keinginanku” “Maka segala doa dan jeritan isi hatiku” “Adalah sebagai bukti dan menjadi saksi bahwa diriku sangat membutuhkan Tuhanku” Berdasarkan Syair Imam Alhaddad dapat kita ambil sebuah hikmah tentang berdoa,yaitu sebagai bukti bahwa kita sangat butuh kepada-Nya. Karena kita hanyalah hamba yang lemah,yang hina, bahkan yng selalu ketergantungan dengan Allah SWT. Maka berdoalah, Curahkan lah semua keluh kesah maupun curhatan yang ada di benakmu. Karena Allah sendiri yang memerintahkan kita sebagai hambanya untuk selalu berdoa. Sebagaimana firman-Nya dalam surah ( Al Ghafir ayat 60) : “وقال ربكم ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ” “Berkatalah Tuhanmu : Berdoalah kepadaku niscaya akan aku kabulkan” Setelah kita mengetahui fungsi dari sebuah doa,alangkah baiknya kita juga harus memperhatikan hal-hal yang membuat doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Syekh Abdul Qadir Al Jilani memberi arahan kepada kita kaum muslimin yang hendaknya ingin melakukan ibadah yang berbentuk doa.Dikarenakan,meski pada hakikatnya berdoa bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya doa dilakukan pada waktu-waktu dan tata cara yang telah ditentukan oleh syariat,Agar segala yang kita panjatkan diterima oleh sang Penerima Doa. Di dalam kitab Al Gunyah Lithalibin ala tariqil haq, karangannya beliau(Syekh Abdul Qadir Al Jilani) memberikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan diketika berdoa,yaitu : أن يمد يديه ويحمد الله تعالى ويصلى على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يسأله الله حاجته ولا ينظر إلى السماء في حاله دعائه، وإذا فرغ يديه مسح يديه على وجهه، لما روى عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: سلوا الله ببطون اكفكم Dianjurkan pada saat berdoa membentangkan kedua tangan, mengawalinya dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian baru setelah itu mengutarakan permintaan dan permohonan. Jangan menghadap langit pada saat berdoa. Ketika selesai berdoa usaplah kedua tangan ke wajah. Dalam sebuah riwayat disebutkan Rasulullah berkata : “Mintalah kepada Allah dengan batin telapak tangan”. Dari penjelasan Syekh Abdul Qadir di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat berdoa: Pertama, membentangkan kedua telapak tangan pada saat berdoa, seperti orang yang sedang memohon dan meminta. Kedua, awali doa dengan pujian terhadap Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pujian itu sebagai ungkapan bahwa manusia sesungguhnya lemah dan tidak memiliki daya dan kuasa di hadapan Allah SWT. Ketiga, setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad baru utarakan permintaan dan permohonan kepada Allah SWT, sembari menunduk dan jangan menghadap ke langit. Keempat, selesai berdoa usaplah wajah dengan dua telapak tangan. Pada saat membentangkan kedua telapak tangan, hendaklah batin telapak tangan menghadap ke atas, seperti halnya orang meminta. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw,yang diriwayatkan oleh Abu daud : “سلوا الله ببطون أكفكم ولا تسألوه بظهورها ” “mintalah kepada Allah dengan batin telapak tangan,jangan lah kalian meminta dengan punggung telapak tangan” ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ ‎Do’a Kafaratul Majelis ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Tausiah LDRQ

4 Amalan Utama di Bulan Rajab

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊🎤 Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah Rq-Center 4 Amalan Utama di Bulan Rajab 1. Berpuasa Berpuasa pada bulan Rajab adalah amalan yang paling baik. Rasulullah SAW selalu berpuasa di bulan Rajab ini. Diriwayatkan dalam hadis shahih bahwa Rasulullah SAW berpuasa di bulan Rajab. حدثنا عثمان ابن حكيم الانصاري قال سالت سعيد ابن جبير عن صوم رجب نحن يومێذ في رجب فقال سمعت ابن عباس رضي الله عنهما يقولان كان رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم “Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman ibn Hakim al-Anshari berkata, aku bertanya kepada Sa’id ibn Jubair tentang puasa Rajab, padahal pada waktu itu di bulan Rajab, dia menjawab, aku pernah mendengar Ibn Abbas berkata, Rasulullah SAW berpuasa (Rajab) terus hingga kami berkata, beliau tidak berbuka, dan (pada waktu yang lain) beliau berbuka hingga kami berkata, nabi tidak puasa.” (HR Muslim) Hadis ini secara eksplisit menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sering puasa terus menerus di bulan rajab, hingga para sahabat mengira bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah berbuka, namun kadang Nabi Muhammad SAW tidak berpuasa hingga para sahabat mengira nabi tidak berpuasa di bulan Rajab. Adanya beberapa riwayat yang dha’if dan maudhu’ tentang keutamaan puasa Rajab bukan berarti puasa sunnah di bulan Rajab tidak ada. Puasa rajab sangat dianjurkan oleh Rasulallah saw walau hanya beberapa hari saja. 2. Istighfar Bulan Rajab adalah bulan permohonan ampun kepada Allah Ta’ala. Bulan Rajab disebut “syahr al-istighfar”, maka perbanyaklah istighfar di bulan ini. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Rajab artinya ‘mencurahkan,’ karena pada bulan rajab, Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada hamba-Nya. Setiap manusia mempunyai salah dan khilaf, maka perbanyaklah memohon ampun di bulan ini. Imam as-Suyuthi dalam tafsirnya berkata; dalam menafsirkan surat al Taubah/9: 36. “Maka Janganlah pada bulan haram berbuat zalim terhadap dirimu sendiri”, maksudnya adalah sesungguhnya berbuat zalim pada bulan haram merupakan kesalahan yang besar dan lebih berat dosanya daripada di bulan lain. Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dari ibn Zaid, firman Allah Ta’ala, “janganlah kalian berbuat zalim terhadap diri sendiri di bulan haram”, maksudnya adalah perbuatan maksiat dan meninggalkan ketaatan. Allah Ta’ala mengajak kaum muslimin untuk memperbanyak “istighfar” atas dosa dan khilaf yang pernah dilakukannya pada masa lalu. Allah Ta’ala memerintahkan agar menghentikan perbuatan zalim terhadap diri sendiri dan orang lain. 3. Bersedekah Salah satu jalan yang ditempuh oleh “para salik” untuk mencapai kemuliaan adalah bersedekah. Namun yang paling utama adalah memilih waktu yang mulia untuk bersedekah. Dan salah satu bulan yang mulia untuk memperbanyak amal shaleh termasuk bersedekah adalah bulan Rajab. قال النبي صلى الله عليه وسلم : من تصدق في رجب باعده الله من النار كمقدار غراب طار فرخا حتى مات هرما Nabi Muhammad saw bersabda: “Siapa yang sedekah di bulan Rajab maka Allah Ta’ala menjauhkan dirinya dari neraka sejauh jarak terbang seekor burung elang yang terbang dari kecil hingga mati.” قال النبي صلى الله عليه وسلم : من فرج عن مؤمن كربة في رجب أعطاه الله في الفردوس قصرا مد بصره Nabi Muhammad saw bersabda: “Siapa yang melapangkan kesulitan seorang mukmin di bulan Rajab, maka Allah Ta’ala akan memberikan istana di surga firdaus seluas pandangan matanya.” Hadirnya bulan Rajab yang menyapa hamba merupakan isyarat dan kesempatan agar setiap hamba meningkatkan seluruh amalnya termasuk di dalamnya bersedekah. Bersedekah banyak keutamaannya. bersedekah dapat memadamkan murka Allah Ta’ala. bersedekah dapat menolak bala. bersedekah dapat memperlancar dan memperbanyak rizki. akan memperpanjang umur. bersedekah akan memberikan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. 4. Zikir dan berdoa “Doa dan zikir” adalah amalan yang mulia. Perbedaan orang yang mati dan yang hidup adalah terletak pada zikirnya. Bulan Rajab yang penuh dengan kemuliaan hendaknya diisi dengan zikir dan berdoa. Zikir dan doa yang dilakukan di bulan rajab adalah: 1) Membaca doa ini saat memasuki bulan Rajab. اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami hingga bulan Ramadhan.” 2) Memperbanyak shalawat إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS al-Ahzab/33: 56) 3) Membaca doa رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ اَسْـتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ 4) Membaca sayyidul istighfar اَللَّهُمّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. *Media informasi LDRQ-Center* 📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran 🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter 📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq 📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran 🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ 🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09 📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

Ancaman bagi Orang Alim yang Menyembunyikan Ilmunya

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Ancaman bagi Orang Alim yang Menyembunyikan Ilmunya Syari’at Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam, dengan misi utama memberikan hidayah dan pencerahan kepada umat manusia. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk menyebarkan ilmu, mengajarkan kepada mereka yang belum tahu dan membimbing mereka yang telah salah arah dan tujuan. Al-Qur’an sebagai kitab suci berisi petunjuk-petunjuk yang jelas dan rinci untuk menuntun manusia menuju jalan yang lurus dan kehidupan yang bahagia. Setiap ayat dan hukum yang terkandung di dalamnya adalah ilmu yang menjadi cahaya dan petunjuk bagi umat. Maka jika ilmu itu disembunyikan sama saja telah memenjarakan umat manusia dalam kegelapan dan kesesatan. Allah Swt mengancam orang-orang yang menyembunyikan ilmu dalam firmannya: إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati. Secara historis, ayat di atas pada dasarnya memang diturunkan sebagai peringatan keras kepada ahli kitab Yahudi dan Nasrani. Hal ini dikarenakan mereka telah menyembunyikan kebenaran mengenai Rasulullah yang sejatinya telah ada dalam kitab suci mereka, Taurat dan Injil. Mereka sengaja melakukannya untuk mencegah kaum yahudi dan Nasrani menerima Rasulullah sebagai Nabi terakhir. Selain itu, mereka juga menyembunyikan beberapa hukum syariat yang telah Allah tetapkan, seperti hukum rajam bagi pelaku zina, serta mengubah beberapa ayat suci sesuai dengan kepentingan mereka. Akibat perbuatan mereka yang keji ini, Allah SWT melaknat mereka dan mengabadikannya dalam al-quran. Kaidah usul fiqih العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب menjadi landasan penting dalam memahami ayat ini. Meskipun ayat tersebut secara khusus ditujukan kepada Yahudi dan Nasrani, namun penggunaan kata ‘الَّذينَ’ yang bersifat umum membuat pesan ayat ini menjadi universal. Dengan demikian, ancaman Allah atas mereka yang menyembunyikan ilmu berlaku tidak hanya bagi Ahli Kitab yahudi dan nasrani, tetapi juga bagi seluruh umat manusia yang menyembunyian ilmu. Selain itu, Rasulullah dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ibnu majah dan hakim juga mengecam orang yang menyembunyikan ilmu مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ Artinya: Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu yang dia mengetahuinya, lalu ia menyembunyikannya, maka akan diberi tali kekang dari neraka pada hari kiamat. Lantas, ilmu apa yang tidak boleh disembunyikan? Muhammad Ali As-Shabuni dalam kitab Rawai’ul Bayan mengutip pernyataan Abu Hayyan, yang menyatakan bahwa laknat Allah tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat-Nya, tetapi juga kepada mereka yang menyembunyikan ilmu agama yang seharusnya diajarkan dan disebarkan (ilmu fardhu ‘ain)” Di antara ilmu yang termasuk dalam fardhu ‘ain adalah ilmu yang diperlukan untuk memastikan sahnya ibadah dan mengesahkan aqidah. Ketika seseorang ditanya mengenai ilmu ini, padahal ia mengetahui kebenarannya, namun memilih untuk menyembunyikannya, maka ia termasuk dalam golongan yang berpotensi mendapat ancaman laknat dari Allah. Referensi: Rawai’ul Bayan ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ ‎Do’a Kafaratul Majelis ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Suasana Zikir bersama dalam rangka memperingati 21 tahun Tsunami Aceh
Tausiah LDRQ

ZIKIR MENGENANG 21 TAHUN TSUNAMI ACEH

ZIKIR MENGENANG 21 TAHUN TSUNAMI ACEH Dalam rangka mengenang 21 tahun peristiwa Tsunami Aceh, sebuah musibah besar yang meninggalkan duka mendalam sekaligus pelajaran berharga bagi kita semua, berikut kami bagikan bacaan zikir dan doa bersama. Zikir ini menjadi sarana untuk mengenang para syuhada, memohon ampunan bagi mereka yang telah berpulang, serta memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, perlindungan, dan keteguhan iman kepada kita semua. Semoga melalui zikir dan doa ini, kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Silakan unduh file zikir di bawah ini untuk digunakan dalam pelaksanaan zikir bersama.

Tausiah LDRQ

Kisah Ketabahan Imam Ahmad Hadapi Intimidasi Lintas Rezim

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊🎤 Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah Rq-Center Kisah Ketabahan Imam Ahmad Hadapi Intimidasi Lintas Rezim Imam Ahmad adalah pendiri salah satu aliran fiqih yang masih eksis sampai hari ini, madzhab Hambali. Keteguhan ulama berkebangsaan Irak ini layak diacungi jempol. Ia sempat bertemu empat generasi rezim Pemerintahan Abbasiyah semasa hidupnya, selama itu pula ia mendapat ujian berat dari satu rezim ke rezim berikutnya. Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah melaporkan: في أيام المأمون، ثم المعتصم، ثم الواثق بسبب القرآن العظيم، وما أصابه من الحبس الطويل، والضرب الشديد، والتهديد بالقتل بسوء العذاب وأليم العقاب، وقلة مبالاته بما كان منهم في ذلك إليه، وصبره عليه وتمسكه بما كان عليه من الدين القويم والصراط المستقيم Artinya, “Imam Ahmad bin Hambal terus mengalami ujian dengan dipaksa untuk mengakui Al-Qur’an sebagai makhluk selama tiga rezim berturut-turut, yaitu masa Khalifah Al-Ma’mun, Khalifah Al-Mu’tashim, dan Khalifah Al-Watsiq. Selama itu pula, ia dijebloskan ke penjara dalam waktu yang cukup lama, mendapat siksaan yang berat, bahkan diancam untuk dibunuh. Namun, semua itu tak membuat keyakinannya goyah.” (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, 1997: juz XIV, halaman 239). Penjelasan Ibnu Katsir di atas menjelaskan Imam Ahmad mendapat ujian selama tiga generasi rezim berturut-turut, tidak memasukkan rezim setelahnya, yaitu Khalifah Al-Mutawakkil. Sebab, pada tiga rezim pertama Imam Ahmad diuji untuk mengakui Al-Qur’an sebagai makhluk oleh pemimpin yang sudah dirasuki teologi Mu’tazilah, sementara pada rezim keempat ia mendapat ujian duniawi karena Al-Mutawakkil tidak menyiksanya, melainkan menawarinya kemewahan dunia. Berkat ketabahan melewati ujian akidah ini, dengan bersikukuh bahwa Al-Qur’an adalah qadim, Imam Ahmad kemudian digelari dengan sebutan Imam Ahlusunnah wal Jama’ah. Gelar kehormatan ini tidak disematkan kepada imam mazhab lainnya, baik Imam Abu Hanifah, Imam Maliki, maupun Imam Syafi’i, kendati mereka lahir lebih dulu. (Muhammad bin Isma’il al-Muqaddam, Silsilatu Uluwwil Himmah, juz IV, halaman 12). Bagaimana Imam Ahmad menghadapi ujian empat rezim tersebut? Mari simak kisahnya. Ujian Khalifah Al-Ma’mun Masa pemerintahan Khalifah Al-Ma’mun merupakan fase gemilang bagi ilmu pengetahuan dalam dunia muslim. Masa kepemimpinannya dicurahkan untuk sejumlah proyek sains, bahkan sejumlah sumber mencatat bahwa ia kerap melakukan penelitian untuk hal-hal remeh selagi memiliki nilai sains yang unik. Proyek penelitiannya tidak hanya pada ilmu-ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum yang belum banyak dilakukan tokoh Muslim sebelumnya. Sayang sekali, ketertarikannya kepada filsafat Yunani membuatnya cenderung berpikir rasional hingga ia lebih tertarik dengan paham Mu’tazilah. Dalam pandangan aliran rasionalis ini, Al-Qur’an bukan qadim, melainkan makhluk. Berbeda Ahlusunnah wal Jama’ah yang mengatakan qadim. Di sinilah masalahnya dimulai. Al-Ma’mun kemudian menerapkan otoritas keagamaan di pemerintahannya. Ia melakukan program besar untuk menyingkirkan ulama-ulama yang tidak sepaham. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Al-Mihnah. Semua ulama dikumpulkan ke istana dan satu persatu dites. Jika mau mengakui Al-Qur’an sebagai makhluk, maka ia selamat. Jika tidak, maka bersiap untuk dijebloskan ke penjara dan mendapat siksaan pedih. Ada yang sependapat dengan Al-Ma’mun, ada pula yang pura-pura sependapat, dan ada yang tetap bersikukuh dengan pendapatnya bahwa Al-Qur’an qadim. Salah satu ulama yang bersikeras dengan pendapatnya adalah Imam Ahmad. Ia pun dipenjara dan diasingkan. Ujian Khalifah Al-Mu’tashim Rezim berganti setelah Khalifah Al-Ma’mun meninggal pada 218 H dengan Khalifah Al-Mu’tashim sebagai pemegang kursi kekhalifahan berikutnya. Al-Mu’tashim mewarisi ideologi rezim sebelumnya. Di masa pemerintahannya, ia melanjutkan program Al-Mihnah. Pada masa Al-Mu’tashim, Imam Ahmad tidak hanya dipenjara, tetapi juga mendapat sejumlah penyiksaan. Imam Ahmad sempat beberapa kali dites langsung oleh Al-Mu’tashim, tapi tetap saja ia bersikukuh dengan pandangannya. Hingga akhirnya sang khalifah kesal dan menyerahkannya kepada para ahli fiqih dan hakim di istana. Terjadilah perdebatan sengit yang berlangsung selama tiga hari. Namun, tak sekalipun argumen Imam Ahmad berhasil dipatahkan. Ujian Khalifah Al-Watsiq Setelah Al-Mu’tashim meninggal, pemerintahan berikutnya dipimpin oleh Khalifah Al-Watsiq. Seperti dua rezim sebelumnya, Al-Mihnah terus menjadi program pemerintah. Banyak para ulama, terutama dari kalangan fuqaha dan ahli hadits, yang menerima ujian ini dan mendapat sejumlah penyiksaan, salah satunya Imam Ahmad yang masih bersikukuh dengan akidahnya. Salah satu upaya yang dilakukan Al-Watsiq untuk menegakkan otoritas keagamaannya ini adalah dengan menulis lafal: la ilaha illalllah rabbul qur’anil makhluk (tidak ada Tuhan kecuali Allah, yaitu Tuhan bagi Al-Qur’an sebagai makhluk) di seluruh masjid. Tidak sebatas itu, ia juga melarang para ulama dari kalangan Syafi’i dan Maliki untuk memasuki masjid karena tidak seideologi dengannya. (Ahmad Amin, Dhuhal Islam, 2022: halaman 828-829). Sedikitpun, Imam Ahmad tak mau menerima pemberian harta dari Sang Khalifah. Bahkan beberapa kali Al-Mutawakkil mengirim tunjangan khusus untuknya, selalu saja ia menolak. Hingga sekali waktu Sang Khalifah mengiriminya uang melalui anaknya, dan si anak menerima karena tidak enak menolak pemberian dari Khalifah. Imam Ahmad justru memarahi putranya dan tidak mau mengonsumsi makanan kiriman putranya. (Ibnu Katsir, Thabaqatul Fuqahauss Syafi’iyyin, 2018: juz I, halaman 188-189). Imam Ahmad wafat pada 12 Rabiul Awal 241 H/ 30 Agustus 855 M di usianya yang ke-77 tahun, di Baghdad, Irak. Wallahu a’lam. والله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. *Media informasi LDRQ-Center* 📷 IG Dayah RQ : bit.ly/Instagram_RQ 📡 FB Dayah RQ : bit.ly/Facebook_RQ 🌎 Fanpage FB Dayah RQ : bit.ly/FanpageFB_RQ 🎬 Youtube LDRQ : bit.ly/Youtube_LDRQ 📷 IG LDRQ : bit.ly/Instagram_LDRQ 📝 Telegram Dayah RQ : bit.ly/Telegram_RQ 🐦 Twitter Dayah RQ : bit.ly/Twitter_RQ #dayahraudhatulqurandarussalam #lajnahdakwahraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

Doa-doa Bulan Rajab (أدعية شهر رجب)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊🎤 _*Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah Rq-Center*_ *Doa-doa Bulan Rajab (أدعية شهر رجب)* Di antara doa-doa yang sering dipanjatkan dalam bulan Rajab adalah : 1. Permohonan agar diberkahi di bulan Rajab dan dijadikan termasuk orang-orang yang diterima doanya. 2. Permohonan ampunan dosa, rahmat, dan agar diberikan ketakwaan serta amal saleh. 3. Doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan dan diberikan kekuatan untuk berpuasa serta beribadah di dalamnya. 4. Permohonan perlindungan dari segala keburukan dan agar segala urusan berakhir baik. اللهم بارك لنا في شهر رجب، واجعلنا فيه من المقبولين، وارزقنا التقوى والعمل الصالح، واغفر لنا ذنوبنا، واجعلنا من عبادك الصالحين. _”Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab, jadikanlah kami di dalamnya termasuk orang-orang yang diterima, dan karuniakanlah kepada kami ketakwaan dan amal saleh, serta ampunilah dosa-dosa kami dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.”_ اللهم اجعل شهر رجب شهر رحمة ومغفرة لنا، واغفر لجميع موتانا وموتى المسلمين، وارزقنا فيه الخير والبركة. _”Ya Allah, jadikanlah bulan Rajab bulan rahmat dan ampunan bagi kami, ampunilah semua orang yang telah meninggal di antara kami dan orang yang meninggal di antara umat Islam, serta karuniakanlah kepada kami di dalamnya kebaikan dan keberkahan.”_ اللهم تقبل صيامنا وقيامنا ودعائنا في هذا الشهر الفضيل، ووفقنا لطاعتك، ونجنا من كل معصية. _”Ya Allah, terimalah puasa kami, salat malam kami, dan doa-doa kami di bulan yang mulia ini, dan berikanlah kami taufik untuk taat kepada-Mu dan selamatkanlah kami dari setiap kemaksiatan.”_ اللهم اجعلنا من الذين يغتنمون شهرك بالطاعات، ويبتعدون فيه عن المعاصي، وبارك لنا في أعمالنا وأوقاتنا. _”Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memanfaatkan bulan-Mu dengan ketaatan dan menjauhi maksiat di dalamnya, dan berkahilah amal perbuatan dan waktu kami.”_ اللهم اجعل هذا الشهر شهر نور وهداية لنا، ووفقنا لما تحبه وترضاه، واملأ قلوبنا بالإيمان والمحبة والخشوع. _”Ya Allah, jadikanlah bulan ini bulan cahaya dan petunjuk bagi kami, berikanlah kami taufik untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan ridai, dan penuhilah hati kami dengan iman, cinta, dan kekhusyukan.”_ اللهمَّ بارِكْ‏ لَنا فِي‏ رَجَبٍ‏ وَ شَعْبانَ، وَ بَلِّغْنا شَهْرَ رَمَضانَ، وَ أَعِنَّا عَلَى الصِّيامِ وَ الْقِيامِ، وَ حِفْظِ اللِّسانِ، وَ غَضِّ الْبَصَرِ، وَ لا تَجْعَلْ حَظِّنا مِنْهُ الْجُوعَ وَ الْعَطَشَ». _”Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, sampaikanlah kami pada bulan Ramadan, dan bantulah kami untuk berpuasa, salat malam, menjaga lisan, menundukkan pandangan, dan jangan jadikan bagian kami dari bulan itu hanya lapar dan haus.”_ اللهم اعصمني من كل سوء، ولا تاخذني على غرة، ولا على غفله، ولا تجعل عواقب أمري حسرة وندامة». _”Ya Allah, jagalah kami dari segala keburukan, janganlah Engkau ambil kami dalam keadaan lalai, dan jangan jadikan akibat urusan kami penyesalan.”_ «يا مَنْ أَرْجُوهُ لِكُلِّ خَيْرٍ ، وَ آمَنُ سَخَطَهُ عِنْدَ كُلِّ شَرٍّ ، يَا مَنْ يُعْطِي الْكَثِيرَ بِالْقَلِيلِ ، يَا مَنْ يُعْطِي مَنْ سَأَلَهُ ، يَا مَنْ يُعْطِي مَنْ لَمْ يَسْأَلْهُ وَ مَنْ لَمْ يَعْرِفْهُ تُحَنُّنًا مِنْهُ وَ رَحْمَةً ، أَعْطِنِي بِمَسْأَلَتِي إِيَّاكَ جَمِيعَ خَيْرِ الدُّنْيَا ، وَ جَمِيعَ خَيْرِ الْآخِرَةِ ، وَ اصْرِفْ عَنِّي بِمَسْأَلَتِي إِيَّاكَ جَمِيعَ شَرِّ الدُّنْيَا وَ شَرِّ الْآخِرَةِ، فَإِنَّهُ غَيْرُ مَنْقُوصٍ مَا أَعْطَيْتَ ، وَ زِدْنِي مِنْ فَضْلِكَ يَا كَرِيمُ». _”Wahai Yang kami harapkan untuk setiap kebaikan, dan kami merasa aman dari kemurkaan-Nya pada setiap keburukan, wahai Yang memberi banyak dengan sedikit, wahai Yang memberi orang yang meminta kepada-Nya, wahai Yang memberi orang yang tidak meminta kepada-Nya dan orang yang tidak mengenal-Nya karena kemurahan dan rahmat-Nya, berikanlah kepada kami dengan permohonan kami kepada-Mu semua kebaikan dunia dan semua kebaikan akhirat, dan jauhkanlah dari kami dengan permohonan kami kepada-Mu semua keburukan dunia dan keburukan akhirat, karena sesungguhnya apa yang Engkau berikan tidak akan berkurang, dan tambahkanlah kepada kami dari karunia-Mu, wahai Yang Maha Pemurah.”_ حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ _”Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami dari karunia-Nya, sesungguhnya kami hanya berharap kepada Allah.”_ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ _”Semoga selawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”_ Wallahu a‘lam Do’a Kafaratul Majelis ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ : http://bit.ly/RaudhatulQuranIG 🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter 📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq 📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran 🎬Youtube : http://bit.ly/RaudhatulQuranYoutube 🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09 📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

Syukur dan Kufur Nikmat Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Syukur dan Kufur Nikmat Allah 📖 _*Kalam Hikmah:*_ _*Cerita Rasulullah tentang syukur dan kufur 3 orang Bani Israil yang menderita penyakit lepra (supak), botak, dan buta.*_ _Rasulullah pernah bercerita tentang tiga orang dari Bani Israil, masing-masing adalah penderita lepra, orang berkepala botak, dan orang buta. Kepada ketiganya Allah suatu kali memberikan ujian dengan mengutus malaikat._ _Dalam wujud manusia, malaikat itu menghampiri pengidap penyakit lepra atau semacam kudis akut. Kepadanya, malaikat bertanya, “Apa yang paling kau inginkan?” “Rupa yang bagus, kulit yang mulus, dan penyakit yang lenyapnya penyakit yang menjijikkan banyak orang ini dari diriku,” jawab penderita lepra tersebut._ _Diusaplah tubuh orang itu dan seketika penyakitnya hilang. Keinginannya terkabul: kini ia memiliki rupa dan kulit yang indah. “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?” “Unta.” Maka diberilah seekor unta bunting. Malaikat yang menjelma manusia itu pun berdoa, “Semoga Allah melimpahkan berkah kepadamu dengan unta ini.”_ _Selanjutnya si malaikat mendatangi orang berkepala botak lantaran suatu penyakit. Orang ini menerima pernyataan yang sama, “Apa yang paling kau inginkan?” “Rambut yang bagus dan hilangnya penyakit yang menjijikkan banyak orang ini.” Malaikat mengusap kepalanya dan seketika itu hilanglah penyakitnya. Rambut yang ia idam-idamkan pun terkabulkan. Malaikat lantas bertanya lagi, “Harta apakah yang kamu senangi?” “Sapi,” jawab lelaki yang semula berkepala botak itu. Seekor sapi hamil diberikan sembari mengiringinya dengan doa, “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini.”_ _Selepas penderita lepra dan kepala botak itu, giliran si malaikat mengunjungi orang buta. Percakapan serupa berlangsung kepada orang ini. “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang-orang.” Diusaplah wajah lelaki buta itu dan dalam sekejap Allah mengembalikan fungsi penglihatannya. Malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang paling kamu senangi?” Ia menjawab, “Kambing.” Maka diberilah ia seekor kambing yang hendak beranak._ _Masa kandungan unta, sapi, dan kambing pemberian itu akhirnya menuai hasil. Masing-masing ternak mendapat perawatan yang baik sehingga beranak pinak dalam jumlah yang besar. Tiap orang dari ketiga orang yang ditemui malaikat tersebut kini memiliki sebanyak satu lembah hewan ternak piaraannya._ _Cerita Rasulullah tentang ketiga orang ini tidak berhenti di sini. Karena malaikat kemudian mendatangi masing-masing dari mereka. Namun kali ini malaikat tampil dalam wujud sebagai orang yang menderita._ _“Aku ini laki-laki miskin yang tak lagi punya pekerjaan untuk meneruskan perjalananku hari ini kecuali atas pertolongan Allah, lalu pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang bagus, kulit yang mulus, dan kekayaan ini, aku minta kepada anda satu ekor unta saja sebagai bekal meneruskan perjalananku,” pinta malaikat._ _“Tanggunganku masih banyak,” jawab mantan pengidap lepra itu._ _“Sepertinya aku pernah mengenal anda. Bukankah anda orang yang dulu menderita lepra dan dijauhi banyak orang—fakir yang kemudian Allah karuniakan harta?” kata Malaikat bersandiwara._ _“Kekayaan ini aku peroleh secara turun temurun dari leluhurku,” balasnya lagi._ _“Jika anda berdusta, Allah akan mengembalikan keadaan anda seperti sediakala,” kata malaikat._ _Giliran kepada orang yang semula botak, malaikat tetap melakukan percakapan yang sama. Termasuk meminta pertolongan. Tapi lagi-lagi ia ditolak._ _”Jika anda berdusta, Allah akan mengembalikan keadaan anda seperti sediakala,” peringatan itu kembali terlontar._ _Kemudian malaikat tadi menghampiri orang yang sebelumnya buta, lalu curhat, “Aku ini laki-laki miskin yang tak lagi punya pekerjaan untuk meneruskan perjalananku hari ini kecuali atas pertolongan Allah, lalu pertolongan anda. Demi Dzat yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.”_ _”Sungguh aku semula buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Ambillah kambing itu sesukamu, dan tinggalkan yang tak kau suka. Demi Allah, sekarang ini aku tidak akan mempersulitmu dengan sesuatu yang telah kau ambil karena Allah.”_ _Di akhir cerita, malaikat itu berkata kepada lelaki yang semula buta ini, “Peganglah kekayaanmu, karena sesungguhnya kalian ini hanya diuji oleh Allah. Allah telah ridha kepadamu, dan murka kepada kedua teman anda.”_ _Kisah ini tercantum dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Keterangan bahwa malaikat menjalin kontak dengan menjelma sebagai manusia dijelaskan dalam kitab Dalîlul Fâlihîn li Tuhuruqi Riyâdlish Shâlihîn._ _Cerita di atas menerangkan tentang keinginan seseorang untuk keluar dari penderitaan tertentu. Namun, ketika nasib secara lahiriah membaik, seseorang tetap saja dihadapkan dengan dua pilihan sikap: bersyukur atau kufur._ _Pelajaran dari kisah tiga orang Bani Israil tersebut adalah, bahwa nikmat yang jauh lebih besar dari keindahan fisik dan melimpahnya kekayaan adalah kesadaran untuk mensyukuri nikmat itu sendiri._ _Sebagaimana firman Allah SWT :_ *وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ* Artinya : _“Jika kamu sekalian bersyukur maka akan aku tambah nikmatku dan jika kamu sekalian kufur atau ingkar (atas nikmatku) sesunggunghnya adzabku sangat pedih”_ (QS. Ibrahim : 7) و الله أعلم بالصواب و علمه أتم _Do’a Kafaratul Majelis_ سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. *Media informasi LDRQ-Center* 📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran 🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter 📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq 📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran 🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ 🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09 📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

TIGA HAL YANG HARUS DIWASPADAI

‎بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊🎤 _*Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center*_ *TIGA HAL YANG HARUS DIWASPADAI* Rasulullah bersabda: ﻣَﻦْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﺸْﻜُﻮ ﺿِﻴْﻖَ ﺍﻟﻤَﻌَﺎﺵِ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺸْﻜُﻮ ﺭَﺑَّﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻟِﺄُﻣُﻮْﺭِ ﺍﻟﺪُﻧْﻴَﺎ ﺣَﺰِﻳْﻨًﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﺳَﺎﺧِﻄًﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﻮَﺍﺿَﻊَ ﻟِﻐَﻨِﻲٍّ ﻟِﻐِﻨَﺎﻩُ ﻓَﻘَﺪْ ﺫَﻫَﺐَ ﺛُﻠُﺜَﺎ ﺩِﻳْﻨِﻪِ _“Barang siapa di pagi hari mengeluhkan kesulitan hidupnya (kepada orang lain), maka dia seakan-akan mengeluhkan Rabb-nya. Barang siapa di pagi hari bersedih karena urusan dunianya, maka pada pagi itu sungguh ia tidak puas dengan ketetapan Allah. Barang siapa yang menghormati seseorang karena kekayaannya, maka sungguh telah hilang 2/3 dari agamanya.”_ Melakukan _syikayah_ (pengaduan) atas nasib buruk yang dialami seseorang kepada orang lain termasuk pertanda tidak ridha atas kebahagiaan yang telah diberikan oleh Allah. Kita tidak boleh melakukan _syikayah_, kecuali kepada Allah, sebab _syikayah_ kepada Allah termasuk doa. Hal ini sebagaimana disebutkan dari riwayat ‘Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah bersabda : ﺃَﻟَﺎ ﺍُﻋَﻠِّﻤُﻜُﻢْ ﺍﻟﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗَﻜَﻠَّﻢَ ﺑِﻬَﺎ ﻣُﻮْﺳَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﺣِﻴْﻦَ ﺟَﺎﻭَﺯَ ﺍﻟﺒَﺤْﺮَ ﻣَﻊَ ﺑَﻨِﻰ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴْﻞَ ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﻗُﻮْﻟُﻮْﺍ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺍﻟﻤُﺸْﺘَﻜَﻰ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻌَﺎﻥُ ﻭَﻟَﺎ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻟَﺎ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺍﻟﻌَﻠِﻲِّ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ _“Maukah kalian aku ajarkan doa yang dibaca nabi Musa ‘alaihissalam ketika melewati laut bersama Bani Isra’il, kami (para sahabat) menjawab: tentu saja mau ya Rasulullah, beliau bersabda: “Bacalah ‘Allahumma laakal hamdu wa ilaikal musytakaa, wa antal musta’an, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘Aliyyil ‘Azhiim.” (ya Allah , segala puji hanya bagi-Mu, hanya kepada-Mu lah kami mengadu, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan, tiada daya (untuk menjauhi maksiat) dan tiada kekuatan untuk taat, kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”_ Al-A’masy berkata: _“Sejak aku mendengar doa tersebut dari saudara kandungku, maka aku tidak pernah meninggalkannya. Al-A’masy juga berkata: _“Aku pernah bermimpi didatangi seseorang, dia berkata:_ _“Wahai Sulaiman, tambahkanlah pada do’a tersebut kalimat ini:_ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻓَﺴَﺎﺩٍ ﻓِﻴْﻨَﺎ ﻭَﻧَﺴْﺄَﻟُﻚَ ﺻَﻠَﺎﺡَ ﺃَﻣْﺮِﻧَﺎ ﻛَﻠِّﻪِ _”Dan kami memohon pertolongan kepada-Mu atas segala kerusakan yang pada diri kita dan kami memohon kepada-Mu diberikan kebaikan atas segala urusan kami.”_ Orang yang di pagi hari bersedih karena urusan duniawi dikatakan telah membenci Rabb-nya, karena hal ini mencerminkan bahwa dia tidak ridha dengan _qadha’_ Allah, tidak bersabar atas cobaan-Nya, dan tidak beriman dengan _qadar_-Nya, padahal semua yang terjadi di dunia ini adalah atas _qadha’_ dan _qadar_ Allah. Seseorang dilarang memuliakan orang lain karena hartanya, karena menurut syariat, seseorang hanya boleh memuliakan orang lain karena kesalihan dan keilmuannya. Orang yang memulikan harta di atas segala-galanya, itu berarti telah menghina ilmu dan kesalihan. Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jailani dalam pesannya mengatakan: _“Setiap mukmin tidak boleh lepas dari tiga hal berikut, yakni melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan Allah, dan menerima qadha’ dan qadar.”_ Sumber: _Nasha’ih al-‘Ibad_ و الله أعلم بالصواب و علمه أتم _Do’a Kafaratul Majelis_ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. *Media informasi LDRQ-Center* 📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran 📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ 🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter 📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq 🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ 🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09 📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran #dayahraudhatulquran #lajnahdakwahraudhatulquran 💎⭐⛅🤝

Tausiah LDRQ

KONSERVASI LINGKUNGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI KETAATAN KEPADA TUHAN

‎بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ‎🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center ‎ ‎*KONSERVASI LINGKUNGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI KETAATAN KEPADA TUHAN* ‎ ‎Upaya merawat lingkungan tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan duniawi, tetapi harus ditempatkan sebagai bentuk ibadah dan ketaatan mutlak kepada Allah. Dalam pandangan Islam, alam semesta adalah amanah ilahiyah. Oleh karena itu, tindakan merusak atau mengotori lingkungan adalah perilaku tercela yang mencederai status kita sebagai hamba dari Tuhan Semesta Alam. ‎ ‎Allah menegaskan kedudukan manusia sebagai Khalifah. Gelar ini membawa konsekuensi tugas untuk memakmurkan bumi, bukan merusaknya demi keuntungan sepihak. ‎ ‎وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰۤىِٕكَةِ إِنِّی جَاعِلࣱ فِی ٱلۡأَرۡضِ خَلِیفَةࣰۖ قَالُوۤا۟ أَتَجۡعَلُ فِیهَا مَن یُفۡسِدُ فِیهَا وَیَسۡفِكُ ٱلدِّمَاۤءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّیۤ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ‎ ‎_Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui._ (Q.S.Al-Baqarah: 30) ‎ ‎Dalil ini menjadi dasar legitimasi bahwa pelestarian hutan dan lingkungan adalah kewajiban melekat dari fungsi kekhalifahan manusia. Ibadah ini menuntut realisasi dalam bentuk pengelolaan dan perbaikan bumi yang konkret. ‎ ‎Islam melarang keras segala bentuk perusakan di muka bumi, termasuk pencemaran dan perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya. ‎ ‎وَلَا تُفۡسِدُوا۟ فِی ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَـٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفࣰا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِیبࣱ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ ‎ ‎_Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan._ (Q.S. Al-A’raf: 56) ‎ ‎Cakupan kerusakan yang dilarang ini sangat luas, meliputi polusi udara dan air, pembalakan liar, penambangan tanpa izin, hingga pemborosan sumber daya air. ‎ ‎Salah satu wujud nyata penjagaan alam adalah reboisasi dan proteksi terhadap hutan. Kita wajib memastikan hutan terlindungi dari deforestasi dan eksploitasi yang merugikan ekosistem. Rasulullah SAW pun telah menggarisbawahi bahwa melestarikan alam dapat menjadi ladang amal jariyah. ‎ ‎مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ، أَوْ إِنْسَانٌ، أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ ‎ ‎_Tidaklah seorang Muslim menanam suatu tanaman atau menabur suatu tanaman, lalu ada burung, manusia, atau hewan yang memakan darinya, melainkan itu menjadi sedekah baginya._ (HR al-Bukhari) ‎ ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ ‎_Do’a Kafaratul Majelis_ ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an