بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center
Agar Tidak Terikat Hati dengan Kebaikan Manusia
Dalam realita kehidupan, seseorang pasti tidak akan terlepas dari kebaikan manusia lainnya. Ketika seseorang mendapatkan kebaikan baik berupa hadiah, sedekah, suatu pertolongan atau perlakuan baik lainnya dari seseorang yang lain, umumnya seseorang tersebut akan merasa berjasa, terikat hati atau merasa tidak enakan dengan orang yang berbuat baik kepadanya tersebut.
Lalu bagaimana supaya rasa tersebut tidak membebani hati seseorang?
Ibnu Athailllah as-Sakandari dalam Syarah Hikam pernah menguraikan penjelasan tersebut. Beliau mengatakan bahwa seseorang yang telah berbuat baik kepadamu maka sungguh engkau telah diperbudak dengan wujud nikmat yang telah diberikannya. Maka karena demikian Rasulullah pernah berkata dalam untaian sabdanya, bahwa siapa saja yang berbuat baik kepadamu maka balaslah kebaikan tersebut sesuai dengan kebaikan yang diberikan namun jika engkau tidak sanggup membalasnya maka doakanlah kebaikan kepada Allah untuknya supaya hati engkau terlepas dari belenggu kebaikan yang telah diperbuat seseorang kepadamu dan hanya kepada Allah terikat hatimu karena sesungguhnya Allah-lah yang memberi kebaikan kepadamu dan manusia hanya perantara saja,
Namun bila adanya balasan kebaikan disertai adanya doa maka itu lebih sempurna.
Pernah diceritakan bahwa Rasullullah pernah diberi hadiah satu tabak yang berisi kurma dan mentimun oleh bintu mikwat dan secara bersamaan Rasullullah pun baru saja dihadiahi satu genggam emas. Setelah bintu mikwat memberi kepada nabi tabak yang berisi kurma dan mentimun tersebut maka nabi langsung membalasnya dengan satu genggam emas yang ada padanya.
Padahal nilai dan harga dari satu tabak yang berisi kurma dan mentimun sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan harga satu genggam emas.sangat jauh bandingannya seperti langit dan bumi.
Jangankan kebaikan, keburukanpun Rasulullah membalasnya dengan kebaikan, bahkan nabi sangat gemar memberi atau dermawan sehingga apa saja yang dimilikinya beliau sumbangkan untuk keperluan umatnya dan untuk agamanya.
Pada hakikatnya Rasulullah sangatlah kaya, beliau mendapatkan harta ghanimah, harta fai’ dan harta harta lainnya dalam Islam dan jika beliau mau para sahabat akan memberikan harta mereka untuk beliau karena janganpun harta nyawapun mereka korbankan untuk Rasulullah walaupun demikian semua harta tersebut Rasullullah sumbangkan semuanya untuk kepentingan umat dan agamanya tidak tersisa satu dirhampun disisinya untuk esok hari.
Begitu pula dengan saidina Abu Bakar ketika menyumbangkan hartanya untuk peperangan, beliau menyumbangkan semuanya, tidak tersisa sedikitpun untuk dirinya dan ketika nabi bertanya kepada Abu bakar ” apa yang tersisa di sisimu Abu bakar” beliau menjawab “Allah dan Rasulnya”
Begitulah gambaran kedermawanan dan kecintaan mereka kepada hamba Allah yang lain dan pada Agama Allah.
ومن أحسن اليك فقد استرقك بوجود امتنانه ولذلك قال صل لله عليه وسلم : من أسدى اليكم معروفا فكافئوه فان لم تقدروا فادعو الله له كل ذلك ليتخلص القلب من احسان الخلق وليتعلق بالملك الحق
Referensi Syarah Hikam jilid 2 hlm. 58 cet.Dar al-Ihya indonesia.
والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب
Do’a Kafaratul Majelis
سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ
Media informasi LDRQ-Center
📞Channel whatsapp LDRQ
📷Instagram LDRQ
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fanpage FB
📡Facebook
🎬Youtube
🐦X
📝Telegram
#dayahraudhatulquran
#lajnahdakwahraudhatulqur’an




