Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

‎MENGETUK PINTU LANGIT DI HARI ‘ASYURA

‎بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

‎🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center

‎MENGETUK PINTU LANGIT DI HARI ‘ASYURA

‎Bulan Muharram selalu membawa suasana spiritual yang berbeda bagi umat Muslim, terutama saat memasuki tanggal sepuluh yang akrab kita sebut sebagai Hari ‘Asyura. Sejak zaman Rasulullah saw., hari ini bukan sekadar pergantian tanggal di kalender, melainkan sebuah waktu istimewa yang sarat akan sejarah perjuangan para nabi terdahulu serta tumpukan ruang pahala yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

‎​Salah satu cara terbaik untuk menghidupkan momentum ini adalah dengan menjalankan ibadah puasa sunnah. Rasulullah saw. memberikan kabar gembira mengenai besarnya ganjaran bagi siapa saja yang mau menahan lapar dan haus di hari kesepuluh Muharram ini, sebagaimana sabda beliau dalam sebuah hadis:

‎صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Adapun puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar puasa tersebut dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR Muslim)

‎​Menariknya, agar ibadah kita memiliki ciri khas dan tidak persis sama dengan tradisi kaum Yahudi maupun Nasrani yang juga mengagungkan tanggal sepuluh, Rasulullah saw. berniat untuk menggandengnya dengan puasa di hari sebelumnya, yaitu tanggal sembilan Muharram atau Hari Tasu’a. Komitmen ini terekam dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA:

‎فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهَ تَعَالَى صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Jika masih ada tahun depan, insya Allah kami akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR Muslim)

‎​Oleh karena itu, pilihan yang paling utama bagi kita adalah melaksanakan puasa dua hari berturut-turut pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharram sebagai bentuk kesempurnaan ibadah.

‎​Di samping ibadah yang sifatnya pribadi, Hari ‘Asyura juga menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperluas jangkauan kebaikan sosial kita, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan. Memberikan perhatian, kasih sayang, dan bantuan kepada mereka ternyata memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi kesehatan mental dan spiritual kita sendiri. Hal ini sejalan dengan pesan menyentuh yang tertuang dalam kitab Faydh al-Qadir:

‎أَتُحِبُّ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتَكَ؟ ارْحَمِ الْيَتِيمَ وَامْسَحْ رَأْسَهُ وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ

​“Apakah engkau ingin hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah ia makan dari makananmu. Niscaya hatimu menjadi lembut dan kebutuhanmu terpenuhi.”

‎Selain berbagi kepada anak yatim, kebaikan di Hari ‘Asyura juga harus dimulai dari dalam rumah kita sendiri, yaitu dengan memberikan kelapangan nafkah dan perhatian lebih kepada keluarga tercinta. Kita disunnahkan untuk menyenangkan hati pasangan dan anak-anak dengan memberikan hidangan atau suasana yang lebih istimewa dari hari biasanya, sesuai dengan batas kemampuan finansial masing-masing. Langkah kecil ini merupakan pemicu datangnya keberkahan materi yang lebih luas, sebagaimana disebutkan dalam sebuah keterangan:

‎​مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

“Barang siapa melapangkan nafkah kepada keluarganya pada Hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.” (HR Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi)

‎Di balik taburan anjuran amal saleh tersebut, lembaran kitab klasik seperti _Tanbih al-Ghafilin_ juga mencatat bahwa Hari ‘Asyura adalah hari yang menjadi saksi bisu berbagai peristiwa besar sejak awal penciptaan alam semesta. Di hari inilah Allah menciptakan langit, bumi, samudera, hingga surga dan pena takdir. Di tanggal yang sama pula, sejarah mencatat momen diterimanya tobat Nabi Adam, kelahiran Nabi Ibrahim serta keselamatannya dari kobaran api, hingga diangkatnya Nabi Isa ke hadirat-Nya. Semua benang merah sejarah ini menunjukkan betapa besarnya pertolongan dan kasih sayang Allah yang turun di hari tersebut.

‎​Mari kita jadikan semua catatan keutamaan ini sebagai pemantik semangat untuk tidak membiarkan Hari ‘Asyura berlalu begitu saja sebagai hari biasa. Isilah waktu-waktu berharga tersebut dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, mempererat kehangatan keluarga, serta mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga melalui momentum ini, hati kita semakin peka, rasa syukur kita kian tebal, dan kita digolongkan sebagai hamba-hamba yang beruntung.

‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب

Do’a Kafaratul Majelis

‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ

Media informasi LDRQ-Center

‎📞Channel whatsapp LDRQ
‎📷Instagram LDRQ
‎📷Instagram Dayah RQ
‎🌎Fanpage FB
‎📡Facebook
‎🎬Youtube
‎🐦X
‎📝Telegram

‎#dayahraudhatulquran
‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Bagikan:

Tinggalkan Balasan