Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

3 ALASAN MENGAPA MUHARRAM BEGITU ISTIMEWA

‎بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

‎🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center

‎3 ALASAN MENGAPA MUHARRAM BEGITU ISTIMEWA

‎Bulan Muharram adalah pembuka dalam kalender Hijriyah. Sayangnya, banyak dari kita yang melewatkannya begitu saja tanpa makna, seolah itu hanya pergantian angka di kalender. Padahal, Muharram menyimpan rahasia spiritual dan keistimewaan besar yang langsung disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

‎​Berikut adalah tiga keistimewaan utama bulan Muharram yang patut kita renungkan dan amalkan:

1. Salah Satu dari Empat Bulan Haram (Mulia)

‎Muharram bukanlah bulan biasa. Ia dipilih Allah sebagai satu dari empat bulan yang disucikan, di mana pada bulan-bulan ini kita dilarang keras berbuat zalim dan diwajibkan menjaga kedamaian. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah: 36:

‎​إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

​“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah SWT ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antara empat bulan haram (bulan Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam empat bulan mulia itu dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

‎2. Penghapus Dosa di Hari ‘Asyura

‎Di dalam bulan Muharram, terdapat satu hari yang sangat sakral, yaitu hari ‘Asyura (10 Muharram). Rasulullah SAW sangat menganjurkan kita untuk berpuasa di hari tersebut, karena ganjarannya adalah dihapuskannya dosa-dosa kita selama setahun yang lalu.

‎​عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)

“Diriwayatkan dari Abu Qatadah RA: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR. Muslim)

‎3. Menyandang Gelar Istimewa: “Syahrullah” (Bulan Allah)

‎Keistimewaan Muharram yang paling tinggi adalah statusnya yang disebut langsung oleh Nabi SAW sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Ini adalah satu-satunya bulan yang namanya disandingkan langsung dengan nama Allah sebagai bentuk kehormatan tertinggi.

‎​عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ» (رَوَاهُ مُسْلِم)

“Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

‎​Mengenai rahasia penamaan ini, Imam Jalaluddin As-Suyuthi menukil penjelasan dari Al-Hafizh Abul Fadhl Al-‘Iraqy:

‎​قَالَ الْحَافِظُ أَبُو الْفَضْلِ الْعِرَاقِيُّ فِي شَرْحِ التِّرْمِذِيِّ: مَا الْحِكْمَةُ فِي تَسْمِيَةِ الْمُحَرَّمِ “شَهْرُ اللَّهِ”، وَالشُّهُورُ كُلُّهَا لِلَّهِ؟ يَحْتَمِلُ أَنْ يُقَالَ: إِنَّهُ لَمَّا كَانَ مِنَ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ فِيهَا الْقِتَالَ، وَكَانَ أَوَّلَ شُهُورِ السَّنَةِ، أُضِيفَ إِلَيْهِ إِضَافَةَ تَخْصِيصٍ. وَلَمْ يَصِحَّ إِضَافَةُ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُورِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا “شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ”.

Al-Hafizh Abul Fadhl al-‘Iraqy menjelaskan dalam Syarah al-Tirmidzi: “Apa hikmahnya penamaan bulan Muḥarram dengan ‘Bulan Allah’, padahal seluruh bulan adalah milik Allah?” Kemungkinan dijawab: Karena bulan Muharram termasuk dalam bulan-bulan haram yang Allah haramkan (dilarang) berperang di dalamnya, dan karena ia merupakan bulan pertama dalam tahun Hijriyah, maka dinisbahkan kepada Allah sebagai bentuk pengkhususan dan pemuliaan. Dan tidak ada bulan dari bulan-bulan yang dinisbahkan kepada Allah secara sahih dari Nabi SAW kecuali ‘Bulan Allah al-Muharram’.

Muharram adalah momentum terbaik untuk melakukan “reset” kehidupan. Kita tidak perlu menunggu tahun baru masehi untuk berubah menjadi lebih baik. Mumpung kita berada di bulan yang dijuluki “Bulan Allah” ini, mari perbanyak puasa sunnah, hidupkan shalat malam, dan jaga diri kita dari berbuat zalim kepada sesama. Perubahan yang hakiki selalu dimulai saat hati kita tergerak oleh petunjuk-Nya.

‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب

Do’a Kafaratul Majelis

‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ

‎Media informasi LDRQ-Center

‎📞Channel whatsapp LDRQ
‎📷Instagram LDRQ
‎📷Instagram Dayah RQ
‎🌎Fanpage FB
‎📡Facebook
‎🎬Youtube
‎🐦X
‎📝Telegram

‎#dayahraudhatulquran
‎#lajnahdakwahraudh

Bagikan:

Tinggalkan Balasan