Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Cover Tausiah ldrq
Tausiah LDRQ

TAUHID DI TENGAH BANJIR BANDANG ACEH – SUMATERA

‎بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ‎🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center ‎ ‎TAUHID DI TENGAH BANJIR BANDANG ACEH – SUMATERA ‎ ‎Musibah banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Aceh kembali membuka mata kita tentang hakikat kehidupan dunia. Rumah yang selama ini kita anggap kokoh, harta yang kita kira aman, dan rencana yang telah disusun dengan rapi, dapat sirna dalam waktu yang singkat. Peristiwa ini mengajarkan bahwa manusia sejatinya lemah, sementara Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ‎ ‎Dalam pandangan akidah Islam, setiap musibah tidak pernah terjadi di luar kehendak Allah. Al-Qur’an dengan tegas menyatakan: ‎ ‎مَآ أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ‎ ‎Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah, …  (Q.S. At-Taghabun: 11) ‎ ‎Ayat ini meneguhkan hati orang beriman bahwa segala kejadian berada dalam pengaturan Allah. Banjir bandang bukan sekadar gejala alam, melainkan bagian dari ketetapan-Nya yang sarat dengan hikmah. Bagi hamba yang mau merenung, musibah menjadi sarana untuk meluruskan kembali tauhid, memperbaiki niat, dan menata ulang hubungan dengan Allah. ‎ ‎Orang yang bertauhid dengan benar akan menyadari bahwa dirinya dan segala yang dimilikinya adalah milik Allah. Ketika ujian datang, ia tidak larut dalam keluh kesah, tetapi mengembalikan segala urusan kepada Sang Pemilik. Inilah sikap yang digambarkan Al-Qur’an ketika menyebut keadaan orang-orang beriman saat ditimpa musibah: ‎ ‎الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ‎ ‎(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”(Q.S. Al-Baqarah: 156) ‎ ‎Ucapan ini adalah pengakuan tauhid yang paling jujur. Dengan kalimat tersebut, seorang mukmin menenangkan hatinya bahwa kehilangan di dunia tidak sebanding dengan keselamatan iman. ‎ ‎Rasulullah juga mengajarkan bahwa seluruh urusan orang beriman selalu mengandung kebaikan. Beliau bersabda: ‎ ‎عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ ‎ ‎Perkara orang mukmin mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik. (H.R. Muslim) ‎ ‎Hadis ini meneguhkan hati kaum mukminin di tengah bencana. Kesabaran yang lahir dari tauhid menjadi sebab turunnya pahala dan penghapus dosa. Pada saat yang sama, tauhid juga melahirkan kepedulian sosial, mendorong kita untuk membantu semampu yang kita bisa, baik dengan tenaga, harta, maupun perhatian. ‎ ‎Namun tidak jarang, setelah segala ikhtiar dilakukan, kita menyadari bahwa daya kita terbatas dan kemampuan kita sangat kecil. Kebutuhan saudara-saudara kita yang terdampak banjir terkadang belum sepenuhnya terpenuhi, sementara keinginan untuk membantu masih begitu besar. Pada saat inilah tauhid mengajarkan ketenangan, yaitu dengan menyerahkan mereka kepada Allah melalui doa dan tawakal, seraya berkata dengan penuh harap: ‎ ‎اللَّهُمَّ أَنْتَ أَرْحَمُ بِهِمْ مِنَّا ‎ ‎“Ya Allah, Engkau lebih menyayangi mereka daripada kami.” ‎ ‎Doa ini bukan bentuk lepas tangan, melainkan pengakuan bahwa kasih sayang Allah jauh melampaui kemampuan manusia, dan pertolongan-Nya tidak dibatasi oleh kelemahan kita. ‎ ‎Al-Qur’an tetap memerintahkan kaum beriman untuk saling menguatkan dan menolong dalam kebaikan: ‎ ‎ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى ‎ ‎“… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, …” (Q.S. Al-Maidah: 2) ‎ ‎Maka banjir bandang ini hendaknya menjadikan kita semakin tunduk kepada Allah, semakin lembut kepada sesama, dan semakin sadar bahwa keselamatan sejati tidak terletak pada kuatnya bangunan atau banyaknya harta, melainkan pada lurusnya tauhid dan kokohnya iman. Semoga Allah mengangkat musibah ini, melapangkan hati saudara-saudara kita yang terdampak, serta menjadikan peristiwa ini sebagai jalan kembali kepada-Nya. ‎ ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ ‎Do’a Kafaratul Majelis ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Tausiah LDRQ

Doa-doa Bulan Rajab (أدعية شهر رجب)

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊🎤 _*Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah Rq-Center*_ *Doa-doa Bulan Rajab (أدعية شهر رجب)* Di antara doa-doa yang sering dipanjatkan dalam bulan Rajab adalah : 1. Permohonan agar diberkahi di bulan Rajab dan dijadikan termasuk orang-orang yang diterima doanya. 2. Permohonan ampunan dosa, rahmat, dan agar diberikan ketakwaan serta amal saleh. 3. Doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan dan diberikan kekuatan untuk berpuasa serta beribadah di dalamnya. 4. Permohonan perlindungan dari segala keburukan dan agar segala urusan berakhir baik. اللهم بارك لنا في شهر رجب، واجعلنا فيه من المقبولين، وارزقنا التقوى والعمل الصالح، واغفر لنا ذنوبنا، واجعلنا من عبادك الصالحين. _”Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab, jadikanlah kami di dalamnya termasuk orang-orang yang diterima, dan karuniakanlah kepada kami ketakwaan dan amal saleh, serta ampunilah dosa-dosa kami dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.”_ اللهم اجعل شهر رجب شهر رحمة ومغفرة لنا، واغفر لجميع موتانا وموتى المسلمين، وارزقنا فيه الخير والبركة. _”Ya Allah, jadikanlah bulan Rajab bulan rahmat dan ampunan bagi kami, ampunilah semua orang yang telah meninggal di antara kami dan orang yang meninggal di antara umat Islam, serta karuniakanlah kepada kami di dalamnya kebaikan dan keberkahan.”_ اللهم تقبل صيامنا وقيامنا ودعائنا في هذا الشهر الفضيل، ووفقنا لطاعتك، ونجنا من كل معصية. _”Ya Allah, terimalah puasa kami, salat malam kami, dan doa-doa kami di bulan yang mulia ini, dan berikanlah kami taufik untuk taat kepada-Mu dan selamatkanlah kami dari setiap kemaksiatan.”_ اللهم اجعلنا من الذين يغتنمون شهرك بالطاعات، ويبتعدون فيه عن المعاصي، وبارك لنا في أعمالنا وأوقاتنا. _”Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memanfaatkan bulan-Mu dengan ketaatan dan menjauhi maksiat di dalamnya, dan berkahilah amal perbuatan dan waktu kami.”_ اللهم اجعل هذا الشهر شهر نور وهداية لنا، ووفقنا لما تحبه وترضاه، واملأ قلوبنا بالإيمان والمحبة والخشوع. _”Ya Allah, jadikanlah bulan ini bulan cahaya dan petunjuk bagi kami, berikanlah kami taufik untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan ridai, dan penuhilah hati kami dengan iman, cinta, dan kekhusyukan.”_ اللهمَّ بارِكْ‏ لَنا فِي‏ رَجَبٍ‏ وَ شَعْبانَ، وَ بَلِّغْنا شَهْرَ رَمَضانَ، وَ أَعِنَّا عَلَى الصِّيامِ وَ الْقِيامِ، وَ حِفْظِ اللِّسانِ، وَ غَضِّ الْبَصَرِ، وَ لا تَجْعَلْ حَظِّنا مِنْهُ الْجُوعَ وَ الْعَطَشَ». _”Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, sampaikanlah kami pada bulan Ramadan, dan bantulah kami untuk berpuasa, salat malam, menjaga lisan, menundukkan pandangan, dan jangan jadikan bagian kami dari bulan itu hanya lapar dan haus.”_ اللهم اعصمني من كل سوء، ولا تاخذني على غرة، ولا على غفله، ولا تجعل عواقب أمري حسرة وندامة». _”Ya Allah, jagalah kami dari segala keburukan, janganlah Engkau ambil kami dalam keadaan lalai, dan jangan jadikan akibat urusan kami penyesalan.”_ «يا مَنْ أَرْجُوهُ لِكُلِّ خَيْرٍ ، وَ آمَنُ سَخَطَهُ عِنْدَ كُلِّ شَرٍّ ، يَا مَنْ يُعْطِي الْكَثِيرَ بِالْقَلِيلِ ، يَا مَنْ يُعْطِي مَنْ سَأَلَهُ ، يَا مَنْ يُعْطِي مَنْ لَمْ يَسْأَلْهُ وَ مَنْ لَمْ يَعْرِفْهُ تُحَنُّنًا مِنْهُ وَ رَحْمَةً ، أَعْطِنِي بِمَسْأَلَتِي إِيَّاكَ جَمِيعَ خَيْرِ الدُّنْيَا ، وَ جَمِيعَ خَيْرِ الْآخِرَةِ ، وَ اصْرِفْ عَنِّي بِمَسْأَلَتِي إِيَّاكَ جَمِيعَ شَرِّ الدُّنْيَا وَ شَرِّ الْآخِرَةِ، فَإِنَّهُ غَيْرُ مَنْقُوصٍ مَا أَعْطَيْتَ ، وَ زِدْنِي مِنْ فَضْلِكَ يَا كَرِيمُ». _”Wahai Yang kami harapkan untuk setiap kebaikan, dan kami merasa aman dari kemurkaan-Nya pada setiap keburukan, wahai Yang memberi banyak dengan sedikit, wahai Yang memberi orang yang meminta kepada-Nya, wahai Yang memberi orang yang tidak meminta kepada-Nya dan orang yang tidak mengenal-Nya karena kemurahan dan rahmat-Nya, berikanlah kepada kami dengan permohonan kami kepada-Mu semua kebaikan dunia dan semua kebaikan akhirat, dan jauhkanlah dari kami dengan permohonan kami kepada-Mu semua keburukan dunia dan keburukan akhirat, karena sesungguhnya apa yang Engkau berikan tidak akan berkurang, dan tambahkanlah kepada kami dari karunia-Mu, wahai Yang Maha Pemurah.”_ حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ _”Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami dari karunia-Nya, sesungguhnya kami hanya berharap kepada Allah.”_ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ _”Semoga selawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”_ Wallahu a‘lam Do’a Kafaratul Majelis ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. Media informasi LDRQ-Center 📷Instagram Dayah RQ : http://bit.ly/RaudhatulQuranIG 🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter 📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq 📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran 🎬Youtube : http://bit.ly/RaudhatulQuranYoutube 🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09 📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻

Tausiah LDRQ

Syukur dan Kufur Nikmat Allah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) Syukur dan Kufur Nikmat Allah 📖 _*Kalam Hikmah:*_ _*Cerita Rasulullah tentang syukur dan kufur 3 orang Bani Israil yang menderita penyakit lepra (supak), botak, dan buta.*_ _Rasulullah pernah bercerita tentang tiga orang dari Bani Israil, masing-masing adalah penderita lepra, orang berkepala botak, dan orang buta. Kepada ketiganya Allah suatu kali memberikan ujian dengan mengutus malaikat._ _Dalam wujud manusia, malaikat itu menghampiri pengidap penyakit lepra atau semacam kudis akut. Kepadanya, malaikat bertanya, “Apa yang paling kau inginkan?” “Rupa yang bagus, kulit yang mulus, dan penyakit yang lenyapnya penyakit yang menjijikkan banyak orang ini dari diriku,” jawab penderita lepra tersebut._ _Diusaplah tubuh orang itu dan seketika penyakitnya hilang. Keinginannya terkabul: kini ia memiliki rupa dan kulit yang indah. “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?” “Unta.” Maka diberilah seekor unta bunting. Malaikat yang menjelma manusia itu pun berdoa, “Semoga Allah melimpahkan berkah kepadamu dengan unta ini.”_ _Selanjutnya si malaikat mendatangi orang berkepala botak lantaran suatu penyakit. Orang ini menerima pernyataan yang sama, “Apa yang paling kau inginkan?” “Rambut yang bagus dan hilangnya penyakit yang menjijikkan banyak orang ini.” Malaikat mengusap kepalanya dan seketika itu hilanglah penyakitnya. Rambut yang ia idam-idamkan pun terkabulkan. Malaikat lantas bertanya lagi, “Harta apakah yang kamu senangi?” “Sapi,” jawab lelaki yang semula berkepala botak itu. Seekor sapi hamil diberikan sembari mengiringinya dengan doa, “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini.”_ _Selepas penderita lepra dan kepala botak itu, giliran si malaikat mengunjungi orang buta. Percakapan serupa berlangsung kepada orang ini. “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang-orang.” Diusaplah wajah lelaki buta itu dan dalam sekejap Allah mengembalikan fungsi penglihatannya. Malaikat itu bertanya lagi kepadanya: “Harta apakah yang paling kamu senangi?” Ia menjawab, “Kambing.” Maka diberilah ia seekor kambing yang hendak beranak._ _Masa kandungan unta, sapi, dan kambing pemberian itu akhirnya menuai hasil. Masing-masing ternak mendapat perawatan yang baik sehingga beranak pinak dalam jumlah yang besar. Tiap orang dari ketiga orang yang ditemui malaikat tersebut kini memiliki sebanyak satu lembah hewan ternak piaraannya._ _Cerita Rasulullah tentang ketiga orang ini tidak berhenti di sini. Karena malaikat kemudian mendatangi masing-masing dari mereka. Namun kali ini malaikat tampil dalam wujud sebagai orang yang menderita._ _“Aku ini laki-laki miskin yang tak lagi punya pekerjaan untuk meneruskan perjalananku hari ini kecuali atas pertolongan Allah, lalu pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang bagus, kulit yang mulus, dan kekayaan ini, aku minta kepada anda satu ekor unta saja sebagai bekal meneruskan perjalananku,” pinta malaikat._ _“Tanggunganku masih banyak,” jawab mantan pengidap lepra itu._ _“Sepertinya aku pernah mengenal anda. Bukankah anda orang yang dulu menderita lepra dan dijauhi banyak orang—fakir yang kemudian Allah karuniakan harta?” kata Malaikat bersandiwara._ _“Kekayaan ini aku peroleh secara turun temurun dari leluhurku,” balasnya lagi._ _“Jika anda berdusta, Allah akan mengembalikan keadaan anda seperti sediakala,” kata malaikat._ _Giliran kepada orang yang semula botak, malaikat tetap melakukan percakapan yang sama. Termasuk meminta pertolongan. Tapi lagi-lagi ia ditolak._ _”Jika anda berdusta, Allah akan mengembalikan keadaan anda seperti sediakala,” peringatan itu kembali terlontar._ _Kemudian malaikat tadi menghampiri orang yang sebelumnya buta, lalu curhat, “Aku ini laki-laki miskin yang tak lagi punya pekerjaan untuk meneruskan perjalananku hari ini kecuali atas pertolongan Allah, lalu pertolongan anda. Demi Dzat yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.”_ _”Sungguh aku semula buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Ambillah kambing itu sesukamu, dan tinggalkan yang tak kau suka. Demi Allah, sekarang ini aku tidak akan mempersulitmu dengan sesuatu yang telah kau ambil karena Allah.”_ _Di akhir cerita, malaikat itu berkata kepada lelaki yang semula buta ini, “Peganglah kekayaanmu, karena sesungguhnya kalian ini hanya diuji oleh Allah. Allah telah ridha kepadamu, dan murka kepada kedua teman anda.”_ _Kisah ini tercantum dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Keterangan bahwa malaikat menjalin kontak dengan menjelma sebagai manusia dijelaskan dalam kitab Dalîlul Fâlihîn li Tuhuruqi Riyâdlish Shâlihîn._ _Cerita di atas menerangkan tentang keinginan seseorang untuk keluar dari penderitaan tertentu. Namun, ketika nasib secara lahiriah membaik, seseorang tetap saja dihadapkan dengan dua pilihan sikap: bersyukur atau kufur._ _Pelajaran dari kisah tiga orang Bani Israil tersebut adalah, bahwa nikmat yang jauh lebih besar dari keindahan fisik dan melimpahnya kekayaan adalah kesadaran untuk mensyukuri nikmat itu sendiri._ _Sebagaimana firman Allah SWT :_ *وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ* Artinya : _“Jika kamu sekalian bersyukur maka akan aku tambah nikmatku dan jika kamu sekalian kufur atau ingkar (atas nikmatku) sesunggunghnya adzabku sangat pedih”_ (QS. Ibrahim : 7) و الله أعلم بالصواب و علمه أتم _Do’a Kafaratul Majelis_ سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. *Media informasi LDRQ-Center* 📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran 🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter 📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq 📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran 🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ 🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09 📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻