Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Ramadhan ke – 21 : Ilmu dan Amal

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)

Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA
Tema :Ilmu dan Amal (العلم والعمل)

 

📖 Kalam Hikmah:

قال الإمام ابن القيم -رحمه الله-: “العلم والعمل توأمان أمهما علو الهمة، الجهل والبطالة توأمان أمهما إيثار الكسل”

Artinya: Al-Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah berkata: “Ilmu dan amal adalah dua saudara kembar. Ibu keduanya adalah kuatnya kemauan. Kebodohan dan pengangguran juga saudara kembar. Ibu keduanya adalah menuruti kemalasan.”

Kuatnya kemauan merupakan landasan utama untuk begusnya ilmu dan amal, ilmu akan diperoleh dengan jihad yang kuat, begitu juga dengan amal, tidak akan beramal seseorang hamba apabila dalam dirinya tidak ada semangat yang kuat sekalipun dia memiliki ilmu. Makan keduanya ilmu dan amal berjalan dan berkembang dengan baik apabila memiliki landasan semangat yang kuat.

Begitu juga dengan bodoh dan pengangguran merupakan dua saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan, dan landasan dari keduanya adalah memperturut malas. Malas akan membawa kebodohan dan pengangguran.

Banyak orang sudah mengetahui bahwa puncak dari bulan Ramadhan ini adalah malam-malam 10 terakhir, di mana ada malam yang istimewa yang patut dikejar oleh semua hamba yaitu malam Lailatul Qadar.

Banyak orang sudah mengetahui malam Lailatul Qadar itu adalah malam agung yang sangat besar dan berlipat ganda pahala dari amalan yang dilakukan pada malam tersebut namun sebagian orang tidak memperolehnya dikarenakan tidak ada keinginan yang kuat untuk beramal walaupun sudah ada ilmu tentang hal tersebut.

Begitulah pengaruh dari semangat yang kuat terhadap ilmu dan amal seseorang.

Bayangkan misalnya orang yang jauh tempat tinggalnya dari mesjid atau tempat ibadah namun sampai untuk melaksanakan ibadah pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, namun sebaliknya ada orang-orang yang dekat dari mesjid atau tempat ibadah namun tidak sampai dan sempat beribadah pada malam-malam tersebut.

Makanya salah satu doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menghilangkan penyakit malas adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

والله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do’a Kafaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram LDRQ
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fans Page Fb
📡Fb
🎬Youtube
🐦Twitter
📝Telegram

#dayahraudhatulquran
#lajnahdakwahraudhatulquran
💎⭐⛅🤝

Bagikan:

Tinggalkan Balasan