Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-11 : Tiga Hal yang Dapat Menyelematkan Manusia di Dunia Akhirat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)

Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA
Tema :Tiga Hal yang Dapat Menyelematkan Manusia di Dunia Akhirat (ثلاث منجيات)

Ramadhan ke-11
01 | Maret | 2026 M / 11 | Ramadhan | 1447 H

📖 Kalam Hikmah:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ، وَثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ، وَثَلَاثٌ كَفَّارَاتٌ، وَثَلَاثٌ دَرَجَاتٌ. فَأَمَّا الْمُهْلِكَاتُ: فَشُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ. وَأَمَّا الْمُنْجِيَاتُ: فَالْعَدْلُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَى، وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى، وَخَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ. وَأَمَّا الْكَفَّارَاتُ: فَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، وَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي السَّبَرَاتِ [أَيْ:شِدَّةِ الْبَرْدِ]، وَنَقْلُ الْأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ. وَأَمَّا الدَّرَجَاتُ: فَإِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ، وَصَلَاةٌ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ» [رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ].

Hadits ini dapat dibagi menjadi empat bagian utama, bagian pertama menerangkan tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Ketiga hal tersebut adalah:

اما المنجيات فخشية الله فى السر والعلانية

Pertama, merasa takut kepada Allah swt secara lahir maupun bathin. Kedua, hidup dengan sederhana, dan ketiga, berlaku adil baik dalam keadaan longgar maupun dalam kondisi emosi.

أما خشية الله في السر والعلانية، فهي ملاك الأمور، وبها حصول الخيرات واندفاع الشرور، فهي مراقبة الله على الدوام، والعلم بقرب الملك العلام، فيستحيي من ربه أن يراه حيث نهاه، أو يفقده في كل ما يقرب إلى رضاه.

Adapun takut kepada Allah secara rahasia maupun terang-terangan, merupakan kunci segala urusan, dan melaluinya kebaikan diperoleh dan keburukan dihindari. Ini adalah kesadaran yang terus-menerus akan Allah dan pengetahuan tentang kedekatan Tuhan semesta sehingga ia merasa malu di hadapan Tuhannya jika terlihat di tempat yang dilarang-Nya, atau jika tidak hadir dari segala sesuatu yang mendekatkannya kepada keridhaan-Nya.

Dalam konteks kondisi iman yang selalu fluktuatif, maka ketiga treatmen ini sangatlah bermanfaat untuk selalu diingat. Takut kepada Allah swt artinya takut akan berbagai siksaan dan ancamannya. Mereka yang takut akan pedihnya siksa neraka tentu akan berusaha menghindar dan lari sejauh-jauhnya dari hal-hal yang menyebabkan kita menjadi penghuninya. Sebagaimana tunggang langgang mereka yang menghindar bertemu singa atupun ular karena sangat takutnya.

والقصد فى الفقر والغنى

Kedua hidup sederhana dan sewajarnya saja walaupun dalam kondisi berlebih, apalagi dalam kondisi kurang. Tentunya hal ini adalah kritik akan tingginya konsumerisme yang berakar dari nafsu ingin memiliki dan pamer. Padahal yang demikian itu adalah pekerjaan setan, innal mubadzdzirina kanu ikhwanas syayathin.

وأما القصد في الفقر والغنى، فإن هذا علامة على قوة العقل وحسن التدبير، وامتثال لإرشاد الرب القدير في قوله: ﴿ وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا ﴾ [الفرقان: 67].

Adapun sikap sederhana dalam kemiskinan dan kekayaan, ini adalah tanda kebijaksanaan dan pengelolaan harta yang baik, serta kepatuhan terhadap petunjuk. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang apabila berbelanja mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, melainkan hidup di antara keduanya” [Al-Furqan: 67].

والعدل فى الرضى والغضب

Dan ketiga berusaha seadil dan sebijaksana mungkin walaupun sedang kondisi Ridha dan emosi. Sesungguhnya emosi adalah pintu masuk bagi setan menguasai manusia. Lihat saja ketika seseorang marah, maka akal yang rasional itu tidak lagi berfungsi. Apakah ketika foto pengantin dibanting masakan itu akan menjadi asin? Mereka yang marah akan kehilangan akal dan dikuasai setan. Al-ghadhab yuzilul aqla.

وأما العدل فى الرضى والغضب، فإن ذلك عنوان على الصدق والعدل والتوفيق، وأكبر برهان على الإيمان وقهر العبد لغضبه وشهوته، فإنه لا ينجو منها إلا كل صدِّيق، فلا يُخرجه الغضب والشهوة عن الحق، ولا يُدخلانه في الباطل، بل الصدق عام لأحواله كلها وشامل.

Selalu bijaksana dalam kepuasan dan kemarahan. Sesungguhnya adalah tanda ketulusan, keadilan, dan bimbingan ilahi, serta bukti terbesar iman dan penguasaan seorang hamba atas amarah dan keinginannya. Hanya orang-orang yang benar-benar saleh yang terbebas dari hal-hal ini, karena amarah dan keinginan tidak menyesatkan mereka dari kebenaran, juga tidak menjerumuskan mereka ke dalam kebohongan. Sebaliknya, kejujuran meliputi semua keadaan mereka.

فهذه الثلاث جمعت كل خير متعلق بحق الله، وحق النفس، وحقوق العباد، وصاحبها قد فاز بالقدح المعلَّى والهدى والرشاد.

Ketiga kualitas ini mencakup semua kebaikan yang berkaitan dengan hak-hak Tuhan, hak-hak diri sendiri, dan hak-hak orang lain. Orang yang memilikinya telah mencapai kedudukan tertinggi, bimbingan, dan kebenaran.

Itulah tiga hal utama yang kiranya dapat dijadikan pegangan bagi seorang muslim dalam kehidupan kesehariannya agar iman yang ada tidak mudah surut menipis.

والله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do’a Kafaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram LDRQ
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fans Page Fb
📡Fb
🎬Youtube
🐦Twitter
📝Telegram

#dayahraudhatulquran
#lajnahdakwahraudhatulquran
💎⭐⛅🤝

Bagikan:

Tinggalkan Balasan