Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Khutbah Idul Fitri 1447 : Istiqamah Setelah Ramadhan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🗒️🔊 Kajian Spesial Hari Raya Idul Fitri 1447 H Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)

الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كثيرا وسبحان الله بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ

Intisari Khutbah Shalat Idul Fitri 1447 H Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA di Mesjid Jamik Baitul Jannah Kemukiman Tungkop
Tema : Istiqamah Setelah Ramadhan

📖 Kalam Hikmah:

ثلاث رسائل ما بعد رمضان

Tiga pesan setelah Ramadhan

الرسالة الأولى : ” إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ”
أيها الأحبة الأفاضل الأكارم ها هو شهر رمضان قد ودعنا وصعد إلى الله تعالى بأعمالنا , وقد سبق فيه من سبق , وفاز فيه من فاز , وخسر فيه من خسر , فمن المقبول فنهنيه ومن الخاسر فنعزيه ؟ , فالله تبارك وتعالى لا يتقبل إلا من المتقين المخلصين, قال تعالى: \” { إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ} (27) سورة المائدة.

Pesan pertama: “Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa.”

Bulan Ramadhan telah berlalu dari kita dan naik ke sisi Allah SWT bersama amal perbuatan kita. Sebagian telah mendahului sebagian lainnya di dalamnya, sebagian telah menang, dan sebagian telah kalah. Maka, siapa yang diterima, maka kita ucapkan selamat kepadanya, dan siapa yang kalah, maka kita hibur dia? Karena Allah, Maha Berkah dan Maha Agung, hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa dan tulus. Allah Yang Maha Kuasa berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Ma’idah : 27)

Diriwayatkan dari Shaddad Abu Ammar, dari Abu Umamah al-Bahili, yang berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata: Apa pendapatmu tentang seorang laki-laki yang berperang untuk mencari pahala dan pengakuan? Rasulullah, SAW bersabda: Dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Dia mengulanginya tiga kali, dan Rasulullah SAW berkata kepadanya: Dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Kemudian beliau bersabda: Allah tidak menerima amal perbuatan kecuali yang dilakukan semata-mata karena Allah dan dicari karena Allah. Diriwayatkan oleh An-Nasa’i 6/25 dan dalam “Al-Kubra” 4333

الرسالة الثانية : ” وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ”:

Pesan kedua: “Dan janganlah kamu berpaling muka, karena jika demikian kamu akan menjadi orang-orang yang rugi.”

Merupakan dosa besar dan kerugian besar bagi seseorang untuk kembali sebagai orang yang rugi setelah mendapatkan rampasan perang dan menghambur-hamburkan keuntungan yang telah Allah SWT mudahkan di bulan suci ini, dan berpaling setelah berinisiatif melakukan amal kebaikan dan meninggalkannya setelah bergegas melakukannya dan memenuhi masjid dengan lantunan doa dan ketaatan. Karena hal-hal ini menunjukkan bahwa hati belum menjalani kehidupan yang sempurna dengan iman dan belum diterangi oleh cahaya Al-Qur’an yang sempurna, dan bahwa jiwa belum merasakan manisnya ketaatan dan doa. Dan iman masih lemah dalam jiwa manusia dan keterikatan kepada Allah Yang Maha Kuasa masih lemah karena kita, saudara-saudara, telah menghabiskan satu bulan penuh dalam pelatihan ketaatan, bersegera melakukan perbuatan baik, tekun beribadah, senantiasa mengingat dan membaca Al-Quran, terus berdoa, memohon, berdoa memohon ampunan, dan berlomba-lomba dalam berinfak, memberi, dan berbuat baik, lalu seseorang tersesat setelah itu.

الرسالة الثالثة : ” أحب الأعمال إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ”

Pesan ketiga: “Amal yang paling dicintai Allah SWT adalah amal yang paling konsisten, meskipun jumlahnya sedikit.”

Allah SWT dalam kebijaksanaan dan rahmat-Nya, tidak membebani manusia dengan ibadah, ketaatan, dan kewajiban agama di luar kemampuan mereka. Sebaliknya, Dia membebani mereka dengan apa yang mampu dan sanggup mereka lakukan. Allah SWT berfirman: “Allah tidak membebani suatu jiwa melebihi kemampuannya. Jiwa itu akan menerima akibat dari apa yang telah diperolehnya, dan akan menanggung akibat dari apa yang telah diusahakannya.” (286) Aisyah RA, berkata: Nabi Muhammad SAW ditanya: Amal manakah yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab: Amal yang paling konsisten, meskipun jumlahnya sedikit. Dan beliau bersabda: Lakukanlah amal yang paling… mampu kamu lakukan. Diriwayatkan oleh Ahmad 6/176, Al-Bukhari 8/122 dan Muslim 2/189.

Istiqamah adalah solusi dan jalan dari segala perbuatan amal yang kita usahakan, dan istiqamah ini tidak dicapai hanya melalui keinginan semata, melainkan memiliki syarat dan sebab, antara lain:

أولا: الاستعانة بالله

Pertama: Memohon pertolongan Allah

Yang mengetahui seseorang beribadah dengan ikhlas kepada Allah SWT selama Ramadan adalah Allah, dan hanya Dia yang mampu membantu untuk bertahan dan istiqamah untuk terus beribadah. Ketakwaan bukanlah karena kekuatan, kekuasaan, atau kemampuan sendiri, melainkan semata-mata karunia dan rahmat dari Allah yang membimbing hamba-hamba-Nya kepada ketaatan dan kemudian menerimanya dari mereka. Istiqamah ini adalah awal dari ketakwaan. Adapun orang yang memandang amal perbuatannya dengan sikap merasa benar sendiri, berpikir bahwa ibadahnya semata-mata karena kekuatan dan kemampuannya sendiri, Allah akan membiarkannya begitu saja. Dan siapa pun yang Allah biarkan begitu saja akan binasa. Itulah sebabnya salah satu doa Nabi SAW adalah: “Dan janganlah Engkau tinggalkan aku sendirian bahkan sekedip mata pun.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud)

ثانيا: المجاهدة

Kedua: Berusaha

Mengetahui bahwa kebenaran tidak diperoleh dengan bermalas-malasan di tempat tidur, atau dengan menikmati semua hal yang menyenangkan dan diinginkan, tetapi diperoleh melalui usaha, ketekunan, dan kesabaran—berjuang melawan diri sendiri, keinginan, dan setan; tekun dalam melaksanakan amalan wajib dan meningkatkan amalan ketaatan; dan dengan sabar menjauhi keinginan dan larangan.

ثالثا: رفقة أهلها

Ketiga: Dukungan keluarganya

Ini adalah salah satu penolong terbesar baginya dan salah satu alasan terbesar untuk keteguhan dalam ibadahnya. Ja’far bin Muhammad berkata, “Setiap kali aku mengalami masa lemah, aku akan pergi dan melihat wajah Muhammad bin Wasi’, dan aku akan bertindak sesuai dengan itu selama seminggu.”Istiqamah dalam kebaikan menjadi lebih mudah di bulan Ramadan karena banyaknya orang yang taat, dan kehadiran orang-orang di sekitar yang mendukung dalam melaksanakan amal kebaikan. Kesepian dan kelalaian lebih mungkin menimpa seseorang yang sendirian daripada dua orang. Sesungguhnya, serigala memangsa domba yang tersesat.

والله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do’a Kafaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram LDRQ
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fans Page Fb
📡Fb
🎬Youtube
🐦Twitter
📝Telegram

#dayahraudhatulquran
#lajnahdakwahraudhatulquran
💎⭐⛅🤝🏻

Bagikan:

Tinggalkan Balasan