Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Uncategorized

Dayah Raudhatul Qur’an Laksanakan Ujian Semester T.A 2025/2026

Tungkop, Darussalam – Dayah Raudhatul Qur’an (DRQ) kembali melaksanakan agenda akademik rutin berupa Ujian Semester Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari sistem pendidikan dayah dalam rangka mengevaluasi proses pembelajaran santri selama satu semester. Berdasarkan informasi resmi sebagaimana tercantum pada poster kegiatan, ujian semester ini berlangsung mulai 18 hingga 21 Januari 2026 dan wajib diikuti oleh seluruh santri tanpa terkecuali. Pelaksanaan ujian semester ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman, penguasaan materi, serta kemampuan santri dalam mengkaji dan memahami kitab-kitab yang telah dipelajari sesuai dengan kurikulum dan jenjang kelas masing-masing. Adapun materi ujian mencakup kitab-kitab inti yang selama ini menjadi fondasi pendidikan di Dayah Raudhatul Qur’an, dengan fokus pada tiga bidang keilmuan utama, yaitu Fiqih, Tauhid, dan Tasawuf. Ketiga disiplin ilmu tersebut menjadi pilar penting dalam membentuk santri yang berilmu, berakidah lurus, serta memiliki akhlak dan spiritualitas yang kuat. Selama pelaksanaan ujian, pihak dayah menekankan pentingnya menjaga ketertiban, kedisiplinan, kejujuran, serta adab sebagai penuntut ilmu. Dewan asatidz dan panitia ujian turut melakukan pengawasan secara optimal agar ujian dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Ujian ini tidak hanya dimaknai sebagai sarana penilaian akademik, tetapi juga sebagai media pembinaan karakter santri, khususnya dalam melatih tanggung jawab, kesungguhan, serta kesiapan mental dalam menghadapi evaluasi. Pimpinan Dayah Raudhatul Qur’an berharap melalui ujian semester ini, para santri mampu mengevaluasi sejauh mana capaian belajar mereka, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas belajar di masa mendatang. Hasil ujian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi dewan guru dalam melakukan pembinaan lanjutan, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan kepribadian santri. Menariknya, setelah seluruh rangkaian ujian semester selesai dilaksanakan, Dayah Raudhatul Qur’an telah menyiapkan kegiatan lanjutan berupa lomba antar santri. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah bakat, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dan komunikatif santri di luar ruang kelas. Adapun jenis lomba yang akan diselenggarakan meliputi Lomba Pidato, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Video Kreatif, dan Lomba Karya Ilmiah. Seluruh santri diwajibkan untuk berpartisipasi aktif dalam setiap perlombaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh panitia. Melalui pelaksanaan ujian semester yang terstruktur serta kegiatan lomba yang edukatif dan kompetitif ini, Dayah Raudhatul Qur’an berharap dapat mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu keislaman, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi, berkreasi, dan berinovasi. Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat di masa depan.

Uncategorized

Zikir Bersama Peringati Malam Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ di Dayah Raudhatul Qur’an

Dalam rangka memperingati malam Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ, Dayah Raudhatul Qur’an menyelenggarakan kegiatan zikir bersama yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan makna spiritual pada malam Jumat, 27 Rajab 1447 Hijriah, bertempat di Dayah Raudhatul Qur’an, Tungkob Darussalam. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda keagamaan rutin yang bertujuan untuk menghidupkan malam-malam istimewa dalam kalender Islam serta memperkuat ikatan ruhani antara hamba dengan Allah SWT. Acara diawali dengan salat Maghrib berjemaah, yang diikuti oleh ribuan jamaah. Seusai shalat, jamaah larut dalam lantunan zikir dan doa yang dipanjatkan secara berjemaah, menciptakan suasana tenang, khidmat, dan penuh harap akan rahmat serta ampunan Allah SWT. Zikir bersama ini menjadi momentum muhasabah diri, mengingat kembali perjalanan hidup, serta memperbarui niat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Puncak acara diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Abu Dr. Tgk. H. Sulfanwandi, MA. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik Rasulullah ﷺ, melainkan sebuah peristiwa agung tentang perjumpaan seorang hamba dengan Allah SWT. Menurut beliau, Isra Mi’raj adalah simbol kedekatan spiritual tertinggi antara manusia dan Rabb-nya, yang menjadi sumber kekuatan iman dan keteguhan ibadah. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan bahwa malam 27 Rajab merupakan malam yang penuh nikmat dan karunia. “Alhamdulillah, Allah memberi kita nikmat yang paling agung, yaitu diizinkan bergabung menyebut-nyebut Allah secara berjemaah. 27 Rajab adalah peristiwa Isra Mi’raj, peristiwa jumpa dengan Allah, dan itu adalah nikmat yang paling indah dalam hidup,” tuturnya di hadapan jamaah. Ia menegaskan bahwa perjumpaan dengan Allah merupakan kebahagiaan yang melampaui segala kenikmatan dunia, bahkan menjadi gambaran tertinggi dari nikmat surga. Lebih lanjut, Abu Dr. H. Sulfanwandi, MA mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ tentang majelis zikir sebagai taman-taman surga di dunia. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berada dalam majelis zikir, karena di dalamnya terdapat rahmat, ketenangan, dan ampunan Allah SWT. Dalam majelis seperti inilah, lanjut beliau, hati yang lalai dibersihkan, dosa-dosa dihapuskan, dan jiwa kembali dikuatkan untuk menghadapi kehidupan. Dalam ceramahnya, beliau juga mengaitkan makna Isra Mi’raj dengan persiapan menyambut bulan-bulan mulia berikutnya, yakni Syaban dan Ramadhan. Malam Isra Mi’raj disebut sebagai bagian dari proses “pemanasan ruhani” sebelum memasuki puncak ibadah di bulan Ramadhan. Ia menekankan pentingnya membiasakan ibadah malam, memperbanyak zikir, doa, dan salat sunnah, sebagai bekal untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar di bulan suci Ramadhan. Selain itu, jamaah diajak untuk merenungi hakikat kehidupan, bahwa hidup pada dasarnya adalah perjalanan menuju kematian. Kesadaran ini, menurut beliau, seharusnya mendorong setiap Muslim untuk memperbanyak amal saleh, menjaga hubungan dengan orang tua dan keluarga, serta memperkuat keikhlasan dalam beribadah. Dengan zikir berjemaah, beliau berharap jamaah dapat kembali dengan hati yang bersih, dosa yang diampuni, serta semangat baru untuk memperbaiki diri. Kegiatan zikir bersama dalam rangka memperingati malam Isra Mi’raj ini ditutup dengan doa bersama, memohon ampunan, keberkahan hidup, keteguhan iman, serta kemudahan dalam menjalani ibadah di bulan-bulan mendatang. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghidupkan syiar Islam di lingkungan Dayah Raudhatul Qur’an. Melalui kegiatan ini, LDRQ berharap peringatan malam Isra Mi’raj tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan kepada ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Tausiah LDRQ

Haji Dulu atau Nikah?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Haji Dulu atau Nikah ? Haji merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam, bahkan ia termasuk salah satu ibadah yang tercantum dalam rukun Islam, Haji juga merupakan ibadah yang sangat agung karena ia termasuk Syari’at (ajaran) umat terdahulu. Sebagaimana ibadah lainnya, Haji juga memiliki syarat dan ketentuan agar sah dilaksanakan, namun karena ibadah haji merupakan ibadah harta dan jiwa tentunya ada syarat tambahan untuk wajibnya haji, yaitu : memiliki biaya untuk berangkat dan bekal dalam perjalanan, bahkan jika seseorang tinggal di tempat yang jauhnya lebih dari dua marhalah dari kota mekah maka disyaratkan memiliki kendaraan untuk berangkat. Pada syarat memiliki bekal atau biaya untuk melaksanakan Haji ada sebuah problema yang menarik tetapi sering dilupakan oleh setiap muslim, yaitu : ketika seseorang telah memiliki biaya yang cukup untuk berangkat Haji, namun disisi lain ia juga sangat berhajat untuk menikah, apakah ia boleh mempergunakan biaya yang telah ia kumpulkan untuk menikah dulu, atau ia harus mendahulukan Haji dan menunda pernikahan? para Ulama berbeda pendapat dalam menyikapi kasus diatas, menurut imam Haramain : orang yang sangat berhajat nikah boleh mendahulukan nikah dan Haji tidak wajib atasnya meski pernah memiliki harta yang memadai untuk biaya Haji. Dan menurut pendapat yang kuat : orang tersebut boleh mendahulukan nikah, karena kebutuhan terhadap nikah tidak bisa ditunda, sedangkan haji kewajibannya memiliki waktu yang lebih longgar (tarakkhi), dan bisa dilaksanakan ketika ia telah mampu mengumpulkan biaya di lain waktu, namun haji telah wajib atasnya, dan andai ia meninggal sebelum sempat melaksanakan haji maka ia tidak berdosa, namun tetap wajib badal Haji-nya dari harta yang ditinggalkan, ini merupakan pendapat yang di kemukakan oleh mayoritas ulama Iraqiyyin dan selainnya bahkan pendapat ini pula yang dianggap kuat oleh An-Nawawi dalam Raudhah at-Thalibiin. Pendapat diatas berlaku bagi mereka yang sangat berhajat/kebelet nikah, adapun orang yang memiliki biaya untuk haji dan ingin nikah, tetapi keinginannya tidak disertai kebutuhan, maka mendahulukan Haji lebih utama bahkan jika ia mendahulukan nikah hingga tidak sempat melaksanakan haji, selain wajib qadha dia juga dianggap berdosa. Ref : 1. Syarah Al Mahalli juz 2 hal 111-112 cet haramain: ولو ملك ما يمكنه به الحج واحتاج إلى النكاح لخوفه العنت، فصرف المال إلى النكاح أهم، لأن الحاجة إليه ناجزة والحج على التراخي، وصرح الإمام بعدم وجوبه عليه، وصرح كثير من العراقيين وغيرهم بوجوبه وصححه في الروضة. 2. Hasyiah al-Qalyubi juz 2 hal 112 cet Haramain : (وصححه في الروضة) هو المعتمد لأن حاجة النكاح لا تمنع وجوب الحج لكن تقديم النكاح أولى وعليه لو مات بعد تقديم النكاح لم يكن عاصياً ويقضي من تركته، وإذا لم يخف العنت فالأفضل تقديم الحج وفي هذه لو مات قبله كان عاصياً. كذا اعتمده شيخنا تبعاً لشيخنا الرملي فراجعه ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ Do’a Kafaratul Majelis ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ ‎📷Instagram LDRQ ‎📷Instagram Dayah RQ ‎🌎Fanpage FB ‎📡Facebook ‎🎬Youtube ‎🐦X ‎📝Telegram ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Uncategorized

Dayah Raudhatul Qur’an Ucapkan Selamat Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Tungkop, Darussalam – Keluarga besar Dayah Raudhatul Qur’an menyampaikan ucapan selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 Hijriah / 2026 Masehi kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat. Peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting dalam sejarah Islam, yang mengingatkan umat akan perjalanan agung Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini sekaligus menjadi dasar disyariatkannya shalat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam. Melalui peringatan ini, Dayah Raudhatul Qur’an mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Isra Mi’raj sebagai sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas shalat, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari peringatan tersebut, Dayah Raudhatul Qur’an juga melaksanakan kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung pada malam Jumat, 15 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H, setelah shalat Maghrib berjamaah, bertempat di Bale Tajul Arifin, Dayah Raudhatul Qur’an, Tungkop, Darussalam, Aceh Besar. Kegiatan ini diisi dengan tausiyah oleh Abu Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan seluruh jamaah dan masyarakat dapat mengambil hikmah serta memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam secara kaffah, demi terwujudnya pribadi dan masyarakat yang berakhlak Qur’ani.

Uncategorized

LDRQ Sampaikan Ucapan Selamat Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Aceh Besar — Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ) menyampaikan ucapan selamat memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah / 2026 M kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Aceh dan keluarga besar Dayah Raudhatul Qur’an. Peringatan Isra’ Mi’raj menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan spiritual Rasulullah SAW serta memperkuat komitmen umat Islam dalam menegakkan ibadah, terutama shalat lima waktu sebagai tiang agama. Ucapan tersebut disampaikan secara resmi oleh Ummi Hj. Erliyanti Yusuf, SE selaku Pimpinan Redaksi LDRQ, didampingi oleh Abu Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA selaku Pimpinan Dayah Raudhatul Qur’an, bersama jajaran dai dan pengurus LDRQ dari berbagai wilayah. Melalui momentum Isra’ Mi’raj ini, LDRQ mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek ibadah, akhlak, maupun sosial kemasyarakatan. Isra’ Mi’raj bukan hanya peristiwa bersejarah, tetapi juga mengandung pesan mendalam tentang pentingnya hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama manusia. LDRQ berharap peringatan ini dapat meningkatkan keimanan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat dakwah yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat. Melalui media dakwah dan publikasi ini, Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pesan-pesan keislaman yang menyejukkan, mendidik, dan mencerahkan umat, sejalan dengan visi Dayah Raudhatul Qur’an dalam membina generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah. #IsraMiraj #IsraMiraj1447H #LDRQ

Tausiah LDRQ

Kenapa Makruh Salat pada Waktu Tertentu?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Kenapa Makruh Salat pada Waktu Tertentu? Ketahuilah bahwa ada hikmah yang agung di balik semua kejadian, tidak ada yang sia-sia di balik perintah Allah Yang Maha Bijaksana kepada kita untuk menunaikan shalat dengan sifat-sifat (cara) tertentu. Sayangnya, tidak semua orang memahami hikmah agung tersebut sehingga sebagian orang ada yang berkata bahwa shalat adalah hukum-hukum yang bersifat ta’abbudi (tidak bisa dinalar akal). Sebaliknya, orang yang telah diberi ilmu, hikmah, dan kejernihan mata batin, akan dapat mengerti secara jelas bahwa Allah Yang Maha Bijaksana seperti dokter yang memberikan obat kepada pasien sesuai dengan keadaan yang dikehendaki. Sedangkan jiwa itu bagaikan seorang pasien yang membutuhkan obat dengan sifat dan tata cara tertentu. Sebagaimana yang telah maklum bahwa satu-satunya tujuan dari pembebanan hukum (taklif) kepada kita (manusia) berupa shalat adalah untuk kebahagiaan manusia itu sendiri baik di dunia maupun di akhirat kelak nanti serta agar seorang hamba dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt.   Dalam pelaksanaannya, shalat dikerjakan pada waktu-waktu tertentu sebagaimana telah diatur dalam syariat Islam, ada waktu fadhilah (waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat), waktu ikhtiar, jawaz (boleh), makruh bahkan haram. Adapun makruh mengerjakan shalat pada beberapa waktu tertentu adalah merujuk kepada sebuah tradisi orang-orang musyrik melaksanakan ritual ibadah untuk sembahan mereka, yang pada waktu tersebut dimakruhkan mengerjakan shalat bagi umat Islam. Oleh sebab itu, Allah Yang Maha Bijaksana ingin mendidik dan menambah kesempurnaan diri manusia dengan tidak menyerupakan diri kita dengan orang-orang musyrik di dalam ibadah mereka. Termasuk di antaranya adalah manusia dimakruhkan melakukan shalat di hadapan patung atau benda fisik lainnya untuk menghindari fitnah dan menyerupai kaum paganis (penyembah berhala).   Hukum makruh mengerjakan shalat pada beberapa waktu tertentu itu hanya berlaku bila dikerjakan di luar Baitul Haram saja, sedangkan bila dikerjakan di dalamnya maka tidak dihukum makruh, sehingga muncul sebuah pertanyaan “kenapa shalat hanya makruh dikerjakan pada waktu-waktu tertentu di tempat lain selain Baitul Haram, namun hukum makruh tersebut tidak berlaku bila shalat dikerjakan di dalam Baitul Haram?” Ini merupakan salah satu keistimewaan yang terdapat pada Baitul Haram. Sebab ketika terdapat eksistensi Baitul Haram dalam diri orang Islam, maka ia tidak akan menyerupakan dirinya dengan orang-orang musyrik dan majusi. Selain itu, karena Baitul Haram adalah rumah pertama yang dibangun untuk manusia.   Diriwayatkan bahwa Nabi saw. melarang shalat ketika terbit matahari dan beliau bersabda, “Sesungguhnya waktu tersebut muncul di antara dua tanduk setan yang menghiasi mata orang yang menyembahnya hingga orang tersebut bersujud kepadanya. Di kala matahari naik (terbit), maka jangan lakukan salat. Di kala matahari berada di puncak waktu zuhur, maka jangan lakukan salat. Dan di kala matahari terbenam, maka jangan lakukan salat. Oleh sebab itu janganlah kalian shalat di waktu-waktu tadi (terbit dan terbenam matahari)”. Nabi SAW melarang shalat pada waktu-waktu ini tanpa menjelaskan secara detail. Beliau hanya menyebut secara umum dan global, sekaligus menjelaskan hikmah di balik larangan tersebut, yaitu karena waktu tersebut muncul dari dua tanduk setan. Mengapa demikian? Sebab sebagian orang menyembah matahari dan bersujud padanya ketika muncul matahari sebagai penghormatan pada matahari. Ketika tengah hari untuk menyempurnakan penghormatan tersebut dan ketika terbenam sebagai perpisahan dalam penyembahan.   Karena itu, setan datang dan menjadikan matahari di antara dua tanduknya supaya mereka bersujud kepadanya. Dengan kata lain, Nabi saw melarang shalat pada waktu-waktu tersebut agar umat Islam tidak menyerupai (mengikuti) perbuatan para penyembah matahari maka jelaslah semua alasan dimakruhkannya shalat pada waktu-waktu tersebut. Sumber: Ali bin Ahmad al-Jarjawi, Hikmah al-Tasyri’ Wa falsafatuh, Cet. Beirut, DKI, 1971, h. 57. ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ ‎Do’a Kafaratul Majelis ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Pengumuman

Undangan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ 27 Rajab 1447 H

Pengumuman Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ 27 Rajab 1447 H Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ, Dayah Raudhatul Qur’an Tungkop Darussalam mengundang seluruh santri, alumni, wali santri, serta masyarakat umum untuk menghadiri kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada malam Jum’at, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah, yang diawali dengan shalat Maghrib berjamaah, bertempat di Dayah Raudhatul Qur’an Tungkop Darussalam. Acara ini akan diisi dengan tausiyah dan mau’izhah hasanah oleh Abu Dr. H. Sulfanwandi, MA, yang akan mengupas hikmah Isra’ Mi’raj serta pentingnya shalat sebagai tiang agama dan sarana pembinaan akhlak umat. Peringatan Isra’ Mi’raj ini diharapkan menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh jamaah dalam meneladani perjalanan Rasulullah ﷺ, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas ibadah dan ukhuwah Islamiyah. Melalui kegiatan ini pula, Dayah Raudhatul Qur’an berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan yang mendidik dan memperkuat nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian dan kehadiran jamaah sekalian, kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan dan menjadikan kegiatan ini sebagai amal kebaikan bagi kita semua.

Tausiah LDRQ

Hikmah Ziarah ke Makam Rasulullah SAW

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Hikmah Ziarah ke Makam Rasulullah SAW Setiap manusia yang hidup di dunia ini, pasti suatu saat nanti akan meninggalkan dunia ini. Oleh sebab itu, banyak orang yang mengatakan bahwa “tidak ada yang kekal di dunia ini kecuali kematian”. Ketika manusia meninggal maka akan dimakamkan ditempat pemakaman yang telah ditentukan. Sementara itu, bagi keluarga yang ditinggalkan pasti akan merasakan kesedihan yang mendalam karena kehilangan anggota keluarganya. Kemudian beberapa bulan atau satu tahun sekali, keluarga yang telah ditinggalkan akan melakukan ziarah kubur. Ketika akan melakukan ziarah kubur, maka kita berdoa agar senantiasa almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT. Maka Pengertian dari ziarah ialah kunjungan ketempat yang yang dianggap mulia dan lain sebagainya. Disaat kita menziarahi makam seseorang, kita pun akan teringat pada kematian dan juga akan Nampak kekuasaan Allah SWT. Namun, bagaimana keutamaannya kalau yang kita ziarahi itu makam manusia yang paling mulia dimuka bumi ini ? apa-apa saja hikmah menziarahi makam Rasulullah SAW ? tentu sangatlah banyak, karena Rasulullah merupakan manusia yang sangat mulia dan petunjuk bagi jalan yang benar. Maka dengan menjaga kemuliaannya yang dimiliki oleh Rasulullah, dalam agama diperintahkan untuk ziarah makamnya Rasulullah dan Raudhah, karena Raudhah merupakan salah satu dari kebun syurga. Maka kita tidak boleh mengatakan bahwa ziarah itu tidak ada keutamaanya, karena ziarah pada masa hidup dan waktu meninggal sangat lah besar mamfaatnya. Rasulullah bersabda dalam satu hadis: مَنْ زارني بعد موتي فكأنّما زارني في حياتي Sesiapa yg menziarahi aku selepas kematianku seumpama dia menziarahi aku ketika aku hidup. (Hr Ad-Dar Qutni) Dari hadis ini terpahami bahwa sangatlah besar mamfaat atau hikmah menziarahi makam Rasulullah SAW. Dalam hadis yang lain rasul SAW juga pernah bersabda : مَنْ جَاءَنِي زَائِرَاً لَا يهمه إِلَّا زِيَارَتِي، كَانَ حَقَّاً عَلَيَّ الله سبحانه أَنْ أَكُون لَهُ شَفِيعَاً Siapa saja yang menziarahiku dengan tujuan baik, maka nanti dihari kiamat aku pasti akan memberi syafa’at kepada dia. Maka Sebagian dari kemulian dan kehormatan orang menunaikan haji ialah sesudah melakukan segala kewajiban-kewajibannya, lalu mereka menziarahi makam Rasulullah lalu berdo’a dengan harapan semoga segala dosanya diampuni oleh Allah serta selamat bisa pulang lagi ke tempat tinggalnya. Maka inilah sedikit uraian bagaimana hikmah menziarahi makam manusia yang paling mulia dimuka bumi ini yaitu Rasulullah SAW. REF: HIKMATU AT-TASYRIK, HAL 112. CET: DKI. ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ ‎Do’a Kafaratul Majelis ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Cover Tausiah ldrq
Tausiah LDRQ

Hukum Mencium Mayat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم ‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Hukum Mencium Mayat Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, kebahagiaan kita didunia tidak menjamin dikehidupan selanjutnya kita juga akan merasakan kebahagiaan. Hanyalah amal kebaikan yang kita kerjakan di dunia yang menjamin kebahagiaan kita di kehidupan selanjutnya, maka alangkah bahagianya bila dikehidupan dunia kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang shalih, orang-orang yang dicintai oleh allah dan rasulnya, orang-orang yang ditangisi ketika ia menghadap ilahi rabbi. Tanah indonesia ini adalah tanah yang memiliki sejarah panjang, dipenuhi dengan lika-liku perjuangan, pembelaan dan juga pengorbanan dari pejuang-pejuang dahulu. Indonesia juga tanah yang terkenal dengan banyaknya orang-orang shalih, ‘alim ulama dan juga cendikiawan-cendikiawan lainnya. Sudah menjadi tradisi dikalangan kita, bila wafatnya orang shalih atau orang ‘alim, kita beramai-ramai mengunjungi kediaman beliau, sambil mengambil i’tibar, kita juga dapat mengambil keberkahan dari orang shalih tersebut dengan menciumnya. Dalam hal ini para ulama sedikit berbeda pendapat dalam rinciannya sebagai berikut: Mubah mencium manyat bagi keluarga dan seumpamanya(kawan-kawannya) walau si manyat bukan orang shalih. Imam rauyani dalam bahrnya menyatakan: mencium manyat hukumnya sunnah, namun imam subki mengatakan: sunnah hanya untuk keluarga dan seumpamanya(kawan-kawannya) dan mubah bagi selain mereka, namun ibnu hajar menyatakan: sepatutnya dihamalkan sunnah bagi orang shalih, karena dapat di ambil barakah darinya. Makruh/khilaf aula mencium manyat selain keluarga, pendapat ini dipahami dari kalam imam Nawawi dalam matan minhaj. Namun yang terdapat dalam raudhah Imam Nawawi mengkhususkan boleh hanya bagi manyat orang shalih, maka selain org shalih hukum menciumnya adalah makruh. Oleh imam ramli berkomentar: namun bila yang meninggal adalah keluarga, sepatutnya tidak makruh walau bukan orang shalih. Catatan: Kebolehan/Kesunnahan(khilaf) mencium manyat orang shalih adalah ketika tidak larang oleh agama, maka perlu digaris bawahi dalam kasus orang shalih yang meninggal adalah laki-laki maka diharamkan bagi perempuan yang bukan mahramnya untuk mencium, juga dalam kasus sebaliknya. Referensi: Hasyiah syarwani (dari kutipan kalam imam ramli) halaman 183 jilid 3 Tuhfah al-Muhtaj (ويجوز لأهل الميت ونحوهم) كأصدقائه (تقبيل وجهه) لما صح «أنه – صلى الله عليه وسلم – قبل وجه عثمان بن مظعون – رضي الله عنه – بعد موته» ومن ثم قال في البحر إنه سنة وقيده السبكي بنحو أهله والأوجه حمله على صالح فيسن لكل أحد تقبيله تبركا به وعلى ما في المتن فالتقبيل لغير من ذكر خلاف الأولى حملا للجواز فيه على مستوى الطرفين كما هو ظاهر __________________________ Hasyiah syarwani (قوله كأصدقائه) إلى قوله والأوجه في النهاية والمغني قول المتن (تقبيل وجهه) أي أو يده أو غيرها من بقية البدن وإنما اقتصر على الوجه لأنه الوارد ع ش (قوله لما صح أنه إلخ) أي ولما في البخاري «أن أبا بكر – رضي الله تعالى عنه – قبل وجه رسول الله – صلى الله عليه وسلم – بعد موته» نهاية ومغني (قوله والأوجه حمله على صالح إلخ) خلافا للنهاية والمغني عبارتهما وينبغي ندبه لأهله ونحوهم كما قاله السبكي وجوازه لغيرهم وفي زوائد الروضة ولا بأس بتقبيل الميت الصالح فقيده بالصالح وأما غيره فينبغي أن يكره اهـ وأقره سم قال ع ش قوله م ر وينبغي ندبه لأهله إلخ أي ولو كان غير صالح وقوله م ر وجوازه لغيرهم أي حيث لا مانع منه فلا يجوز ذلك من امرأة أجنبية لرجل ولا عكسه وقوله م ر ولا بأس بتقبيل الميت أي في أي محل كان كما يفيده إطلاقه لما هو معلوم أن الكلام حيث لا شهوة وأنه للتبرك أو الرقة والشفقة عليه وقوله م ر وأما غيره فينبغي إلخ هو ظاهر إن كان الغير معروفا بالمعاصي أما إذا كان لم يوصف بصلاح بحيث يتبرك به ولا بفساد فينبغي أن يكون مباحا ع ش ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ ‎Do’a Kafaratul Majelis ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Cover-Bacaan-Bilal
Uncategorized

Bacaan Bilal pada Shalat Tarawih & Witir

Bacaan Bilal pada Shalat Tarawih & Witir Untuk membantu kelancaran dan kekhusyukan pelaksanaan shalat Tarawih dan Witir, berikut kami bagikan kumpulan bacaan bilal yang biasa dilantunkan dalam rangkaian ibadah Ramadhan. Bacaan ini disusun sebagai panduan bagi bilal maupun jamaah agar pelaksanaan shalat berjalan lebih tertib, khidmat, dan sesuai dengan tradisi yang berlaku. Silakan unduh dan pelajari file bacaan bilal di bawah ini. Semoga dapat menjadi referensi yang bermanfaat serta menambah kesempurnaan ibadah shalat Tarawih dan Witir kita semua.