Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

PERISTIWA BERSEJARAH DI BULAN SYAWAL

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🗒️🔊🎤 Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center

PERISTIWA BERSEJARAH DI BULAN SYAWAL

Syawal (شوال) berasal dari kata syala yang berarti naik atau meninggi. Pada bulan ini, kedudukan dan derajat kaum muslimin meninggi di sisi Allah, karena telah melewati bulan ujian dan ibadah selama Ramadhan.

Bulan Syawal merupakan bulan pembuktian nilai-nilai takwa. Umat Islam secara moral dan spiritual harus mampu mempertahankan dan meningkatkan keimananannya. Mereka diharapkan bisa mempertahankan nilai-nilai amaliyah yang telah dilakukan pada Ramadhan hingga datang Ramadhan selanjutnya.

Syawal memiliki keistimewaan tersendiri. Dalam sebuah hadis Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, berarti dia telah berpuasa satu tahun penuh.” (HR Muslim)

Pada bulan ini pula tertoreh sejarah penting dalam kehidupan Rasulullah saw. dan peradaban Islam. Peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Syawal:

27 Syawal tahun ke-10 kenabian, Nabi saw. pergi ke Thaif untuk berdakwah dan mencari suaka karena kerasnya permusuhan Quraisy setelah wafatnya Abu Thalib, namun gagal.

Syawal 1 H, kelahiran Abdullah bin Zubair.
Beliau adalah bayi pertama muhajirin yang lahir di Madinah, setelah tersebarnya isu seorang ahli tenung Yahudi telah menyebarkan tenungnya kepada kaum muslimin sehingga mereka mandul semua.

Syawal 1 H, terjadi Perang Bani Qainuqa’, kaum Yahudi yang berkhianat terhadap perjanjian damai.

Syawal 2 H, Rasulullah saw. menikahi Aisyah putri Abu Bakar.

Syawal 4 H, Nabi saw. menikahi Ummu Salamah, seorang janda yang berhijrah 2 kali bersama suaminya, Abu Salamah.

17 Syawal 3 H, terjadi Perang Uhud. Salah satu perang yang disebut-sebut dalam Al-Qur’an sebagai salah satu ujian ketaatan kepada sunnah dan perintah Nabi saw. Sebuah pelajaran berharga, akibat meninggalkan satu sunnah maka kaum muslimin mendapat musibah yang besar.

18 Syawal 5 H, terjadi Perang Khandaq (Ahzab), sebuah perang yang diabadikan Allah sebagai nama salah satu surat dalam Al-Qur’an. Perang yang fonumenal, dengan taktik dan strategi yang baru dalam peperangan yang belum pernah dikenal sebelumnya. Perang untuk membuktikan keimanan atas janji Allah melawan kepungan pasukan gabungan Quraisy, sekutunya dan Yahudi, dengan kemenangan yang luar biasa.

6 Syawal 8 H, terjadi Perang Hunain, perang yang terjadi setelah futuhnya Mekkah di Ramadhan tahun 8 H. Karena gengsi suku baduy, mereka ingin menundukkan Quraisy setelah ditaklukkan Rasulullah saw. Awalnya kaum muslimin kalah, karena mulai tumbuh bibit kesombongan pada mereka karena merasa banyaknya jumlah pasukan.
Tapi setelah itu Allah memenangkan kaum muslimin disebabkan keteguhan para al-Sabiqun al-Awwalun (sahabat yang awal masuk Islam ) yang tetap kokoh dan tangguh dalam keimanan.

Syawal 14 H, penaklukan Mada’in, ibukota imperium Persia. Umar bin al-Khattab menaklukkan Bandar Madyan, dan istana Raja Parsi yang dikenal dengan nama Istana Putih.

13 Syawal tahun 194 H, kelahiran ahli hadis, Imam Bukhari di Bukhara, Uzbekistan. Menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Imam Bukhari berhasil menuliskan sebanyak 9.082 hadis dalam karya monumentalnya bertajuk al-Jami’ al-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari, yaitu kitab yang paling shahih setelah Al-Qur’an. (dinukil dari bebagai literatur sejarah Islam)

Syawal, selain momentum penting hari raya, juga bulan momentum untuk menyiapkan diri menghadapi 11 bulan bulan berikutnya. Oleh karena itu, mohonlah dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar Dia menerima amal kebaikan kita di bulan yang penuh berkah ini dan mengabulkan segala doa dan permohonan ampun kita kepada-Nya, sebagaimana sebelum datangnya bulan Ramadhan kita berdoa kepada-Nya agar Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan hati kita dipenuhi dengan keimanan dan pengharapan akan ridha-Nya.

Imam Mu’alla bin al-Fadhl berkata:
“Dulunya (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya selama enam bulan berikutnya agar Dia menerima (amal-amal shalih) yang mereka kerjakan”.

و الله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do’a Kafaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷 IG Dayah RQ
📡 FB Dayah RQ
🌎 Fanpage FB Dayah RQ
🎬 Youtube LDRQ
📷 IG LDRQ
📝 Telegram Dayah RQ
🐦 Twitter Dayah RQ

#dayahraudhatulqurandarussalam
#lajnahdakwahraudhatulquran
💎⭐⛅🤝🏻

Bagikan:

Tinggalkan Balasan