Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-15 : Mengingat Kematian

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🗒️🔊 Kajian Malam Jumat Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)

Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA
Tema :Mengingat Kematian

Ramadhan ke-15
05 | Maret | 2026 M / 15 | Ramadhan | 1447 H

📖 Kalam Hikmah:

ذكر الموت يُنغِّص اللَّذَّات، ويحقر الشَّهوات، ويَجعل الآخرة نُصبَ العين، وذِكرُ الموت يَردَع عن المعاصي، ويُليِّن القلبَ القاسي، ومَن أكثر مِن ذِكر الموت، أُكْرِم بثلاثة أشياءَ: تَعجيل التَّوبة، وقَناعة القلب، ونشاط العبادة.

Mengingat kematian dapat membatasi seseorang untuk bersenang-senang berlebihan, dapat mengatur hawa nafsu, dan menjadikan kehidupan setelah kematian sebagai fokus perhatian seseorang. Mengingat kematian mencegah dosa dan melembutkan hati yang keras. Siapa pun yang sering mengingat kematian akan dihormati dengan tiga hal: pertobatan yang cepat, kepuasan hati, dan semangat dalam beribadah.

Rasulullah SAW bersabda:

وكان النبي -صلى الله عليه وسلم- يقول كما عند التِّرمذي من حديث أبي هريرة – رضي الله عنه -: ((أكثروا ذِكرَ هاذِم اللَّذَّات: الموت)) (صحيح الجامع: 1210).

Artinya : “Sering-seringlah mengingat penghancur kesenangan yaitu: kematian.” (Sahih Al-Jami’: 1210)

Rasulullah SAW bersabda:

إذا مات أحدُكم؛ فقد قامتْ قيامتُه؛ فاعبدوا اللهَ كأنكم ترَوْنَه، واستغفِروه كُلَّ ساعةٍ.

Artinya : “Apabila seseorang diantara kalian telah meninggal dunia, maka telah berlakulah kiamat untuknya. Oleh karena itu, beribadahlah kepada Allah seakan-akan kamu sedang melihat-Nya dan mintalah keampunan kepada-Nya setiap saat. (HR. Ad-Dailami)

Penting diketahui bahwa kematian itu adalah kiamat bagi pribadi seseorang maka perlu mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, karena kiamat yg dimaksud adalah akhir dari segala bentuk kehidupan dunia. Persiapan kematian tersebut harus dipersiapkan dengan ibadah-ibadah. Bagaimana kita beribadah dengan seakan-akan melihat Allah itu adalah sebuah perumpamaan untuk beribadah dengan sebaik dan sebanyak mungkin karena takut kepada Allah SWT.

Banyak juga sekarang beribadah hanya sekedar melapas kewajiban tanpa dibarengi dengan keikhlasan dan kekusyukan. Dalam hadits di atas dikatakan bahwa beribadah dengan seakan-akan melihat Allah sebagai sebuah penekanan agar ibadah dilakukan dengan penuh penghayatan dan kesempurnaan sehingga menghasilkan nilai pahala yang besar disisi Allah SWT.

Di samping hal tersebut juga dikatakan dalam hadits tersebut untuk memperbanyak istighfar yaitu minta ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan kekhilafan. Seseorang yang taat saja wajib memperbanyak istighfar kepada Allah SWT apalagi orang-orang yang penuh dengan kelalaian dalam hidup maka sudah sepatutnya untuk memperbanyak istighfar mohon ampun kepada Allah SWT.

Imam Ad Daqqaq rahimahullah berkata:

قال الإمام القرطبي: (قال الدقاق: من أكثر من ذكر الموت أكرم بثلاثة أشياء: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، ونشاط العبادة. ومن نسي الموت عوقب بثلاثة أشياء: تسويف التوبة، وترك الرضى بالكفاف، والتكاسل في العبادة.) التذكرة: الجزء الأول، ص 27

Artinya: “Barang siapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal; bersegera tobat, puas hati merasa cukup atas pemberian Allah, dan semangat ibadah, dan barang siapa yang lupa kematian diberikan hukuman dengan tiga hal; menunda taubat, tidak ridha dengan keadaan dan malas ibadah.”

Apabila seseorang mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk dirinya di akhirat, ia akan diberikan tiga hal, yakni Allah berikan kesempatan bagi dia untuk bertaubat kepada Allah SWT atas segala dosa-dosanya, kemudian Allah berikan sifat qanaah kepadanya dengan hati selalu merasa cukup atas semua nikmat dan karunia yang berikan, dan akan tumbuh semangat untuk memperbanyak ibadah.

Begitu juga sebaliknya ketika seseorang lupa akan kematian maka Allah akan menunda baginya taubat atau dengan bahasa lain Allah akan berikan istidraj kepadanya dengan memberikan kelalaian dan kesibukan dunia hingga lupa kepada mati. Orang yang lupa akan kematian juga akan merasa tidak puas dan cukup dengan segala nikmat yang didapatkan di dunia ini dan pada akhirnya orang tersebut akan malas untuk beribadah kepada Allah SWT.

Maka perlu diingat-ingat bahwa kehidupan yang dijalani sekarang adalah perjalanan menuju kematian maka perlu dipersiapkan dengan pembekalan yang baik dan cukup. Tak heran hari ini kita lihat orang-orang di sekitar kita baik keluarga atau tetangga sudah pulang menghadap Allah SWT. Dan pada akhirnya kita juga mendapatkan giliran yang sama akan menghadapi yang namanya kematian.

Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata:

الموت باب وكل الناس داخله
فليت شعري بعد الموت مالدار

Artinya: “Kematian adalah sebuah pintu yang setiap manusia pasti akan memasukinya, Aduhai kalau aku bisa tau dimana tempatku setelah kematian.”

Sudah pasti semua yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya kematian, perjalanan kita di dunia ini hanya waktu sebentar untuk mempersiapkan bekal menuju hari Akhirat kelak dan awal dari akhirat tersebut adalah kematian.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa:

الذي يغسل الميت اليوم هو الميت غداً

Artinya: “Yang memandikan jenazah hari ini adalah jenazah besok.”

Sangat dekat sebenarnya kematian tersebut, hari ini kita melaksanakan tajhiz mayat bagi jenazah yang baru meninggal memandikan, mengkafani, menyalatkan lalu menguburkan, maka besok giliran kita yang akan dimandikan dan dikuburkan oleh orang lain.

Dalam sebuah riwayat juga diingatkan bahwa:

الموت أهونُ ممّا بعده، وأشدّ مما قبله.

Artinya: “Kematian lebih mudah dari pada apa yang datang setelahnya, dan lebih berat dari pada apa yang datang sebelumnya.”

Kematian adalah hal yang sangat berat tetapi sangat kecil apabila dibandingkan dengan hari-hari setelahnya seperti dalam kubur, di Padang Mahsyar, di Mizan dan sebagainya.

وكذا زيارة القبور تجعل الإنسان لا يَنسى الموتَ، ورؤيتُها سبيلٌ لأنْ يرقَّ القلبُ، وتدمعَ العينُ، وتجعل زائرها يَزهد في الدنيا، ويَرغب في الآخرة، ويُسارع بالتَّوبة والأوبة والرُّجوع إلى مولاه، ويُكثر مِن الطاعة، ويُلازم ذلك حتى مجيء الموت، فتختم له بخاتمة السعادة.

Demikian pula, mengunjungi kuburan membuat seseorang tidak melupakan kematian, dan melihatnya adalah cara bagi hati untuk melembutkan, mata untuk meneteskan air mata, dan itu membuat pengunjung meninggalkan dunia, mendambakan akhirat, bergegas bertaubat dan kembali kepada Tuhannya, meningkatkan ketaatan, dan terus melakukannya sampai kematian datang, sehingga ia meninggal dalam keadaan Husnul khatimah.

و الله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do’a Kafaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram Dayah RQ
🌎Fans Page Fb
📡Fb
📷Instagram LDRQ
🎬Youtube
🐦Twitter
📝Telegram

#dayahraudhatulquran
#ldrqraudhatulquran
💎⭐⛅🤝🏻

Bagikan:

Tinggalkan Balasan