Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Ramadhan ke-6 : Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Istighfar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🗒️🔊 *Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)*

Bersama :Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA
Tema :Mendekatkan Diri dalam Bulan Ramadhan dengan Istighfar (من القربات في رمضان: الاستغفار)

Ramadhan ke-6
24 | Februari | 2026 M / 06 | Ramadhan | 1447 H

📖 Kalam Hikmah:

Salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah dengan memperbanyak meminta ampun kepada Allah atau istighfar.

Rasulullah SAW bersabda:

من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لايحتسب

Artinya : “Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan; dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan.” (HR. Abu Daud)

Dengan membudayakan istighfar Allah akan memberikan jalan dari setiap masalah dalah hidup. Masing-masing kita punya masalah dalam hidup baik itu kecil maupun besar. Sekurang-kurangnya masalah dalam hidup adalah Allah cabut nikmat sehat dalam hidup atau Allah berikan kita sakit. Maka perbanyak istighfar untuk keluar dari masalah hidup tersebut.

Banyak masalah dalam hidup maka selesaikan dengan memperbanyak istighfar. Begitu banyak kita kesulitan ekonomi dalam hidup, gaji yang tidak keluar, panen yang gagal, usaha yang bangkrut, hutang yang terlilit banyak, dan banyak lagi masalah hidup yang kita tidak mampu menyelesaikannya kecuali dengan bantuan Allah SWT, maka salah satu caranya perbanyak istighfar, bukan sekali dua kali tetapi ratusan kali didawamkan dalam hidup insya Allah diberi jalan kelapangan dari setiap masalah yang kita hadapi.

Ulama-ulama salaf terdahulu juga membiasakan diri untuk melaksanakan shalat istirzaq yaitu shalat meminta rezeki kepada Allah. Isi dari shalat tersebut adalah istighfar semuanya. Shalat tersebut dilakukan sama seperti shalat tasbih yang membedakannya adalah bacaan di dalamnya diisi dengan istighfar.

Lalu kenapa harus memperbanyak istighfar dalam bulan Ramadhan? Jawabannya karena rahasia istighfar adalah bahagia (السعادة). Jadi salah satu indikasi kenapa kita sering gelisah, tidak tenang, susah dan sebagainya adalah karena kita tidak membiasakan istighfar.

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ

Artinya : “Tidaklah seseorang melakukan suatu dosa, kemudian berdiri, wudhu lalu shalat, setelah itu ia meminta ampun kepada Allah melainkan pasti diampuni.” (HR. At-Tirmidzi)

Dalam hadits di atas jelas bahwasanya salah satu cara pemutihan dosa adalah dengan melaksanakan 2 rakaat shalat sunnah lalu beristighfar meminta ampun kepada Allah maka pasti akan Allah beri keampunan atasnya.

Atau dengan memperbanyak membaca Sayidul Istighfar yang merupakan lafal istighfar yang paling utama dari berbagai bentuk istighfar lainnya. Rasulullah saw, menyebut ganjaran khusus bagi mereka yang mengamalkan Sayidul Istighfar pagi dan sore hari.

Adapun bacaan Sayidul Istighfar:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Artinya: Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.

Hadits Rasulullah SAW:

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Artinya: “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari)

Atau juga salah satu cara pemutihan dosa adalah dengan melaksanakan shalat Sunnah taubat 2 raka’at, dimana dalam setiap sujud tiap rakaatnya dibaca

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

sebanyak 100x atau sekurang-kurangnya 10x.

والله أعلم بالصواب و علمه أتم

Do’a Kafaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.

Media informasi LDRQ-Center

📷Instagram LDRQ
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fans Page Fb
📡Fb
🎬Youtube
🐦Twitter
📝Telegram

#dayahraudhatulquran
#lajnahdakwahraudhatulquran
💎⭐⛅🤝

Bagikan:

Tinggalkan Balasan