بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒️🔊 Kajian Malam Ramadhan Lajnah Dakwah Raudhatul Qur’an (LDRQ)
Bersama : Dr. Tgk. H. Sulfanwandi Hasan, MA
Tema : 3 Catatan Ramadhan
Ramadhan ke-1
19 | Februari | 2026 M / 01 | Ramadhan | 1447 H
📖 Kalam Hikmah:
1. Menahan Diri (الإمساك)
Menahan diri saat berpuasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan media kesabaran untuk mengendalikan hawa nafsu, lisan, dan anggota tubuh dari maksiat. Menahan diri juga mencakup menghindari ghibah, amarah, pandangan syahwat, serta konsumsi berlebihan. Puasa berkualitas menjaga panca indera untuk mencapai ketaatan berkelanjutan.
Adapun poin-poin penting menahan diri selama berpuasa menurut pandangan orang-orang shaleh adalah :
Hakikat berpuasa adalah ibadah batiniah, sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan membebaskan diri dari syahwat.
Menahan Panca Indera : Menjaga mata dari memandang hal haram/syahwat, telinga dari mendengar ghibah, dan tangan/kaki dari perbuatan maksiat.
Mengendalikan Lisan: Menghindari ghibah (gunjing), fitnah, dan perkataan sia-sia yang dapat menggugurkan pahala puasa.
Menahan Amarah: Menahan diri dari emosi adalah tanda kekuatan sejati dan bagian dari esensi puasa.
Manajemen Nafsu & Konsumsi: Tidak berlebih-lebihan dalam berbuka dan sahur, serta menjauhi sifat konsumtif.
Menahan Diri dari Maksiat : Di era digital, menahan diri juga berarti menghindari maksiat di handphone seperti judi online atau ujaran kebencian dan melihat hal-hal yang tidak baik dan pantas dilihat di media sosial.
2. Berbagi Nikmat (إطعام الطعام)
Ramadhan adalah bulan baik berdasarkan nash yang qath’i. Pada bulan ini, kita dianjurkan untuk lebih giat melakukan kebaikan termasuk kebaikan berbagi kepada siapa saja terutama mereka yang berhajat.
ويسن الإكثار من الصدقة في رمضان لا سيما في عشره الأواخر
Artinya, “Seseorang dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan, terlebih lagi pada 10 hari terakhirnya,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Bandung, Syirkah Al-Maarif: tanpa tahun], halaman 183).
Anjuran ini didukung oleh banyak hadits baik secara qauli maupun fi’li. Rasulullah SAW mengatakan bahwa Ramadhan mengandung banyak keutamaan. Allah melapangkan kemurahan-Nya pada bulan Ramadhan. Dia melipatgandakan kebaikan yang dilakukan pada bulan Ramadhan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Semua amal kebaikan anak manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan serupa hingga 700 kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya karena ia meninggalkan syahwat dan makanan demi Aku.’ Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu satu kebahagiaan saat berbuka puasa dan satu kebahagiaan lainnya saat menemui Tuhannya. Sungguh bau mulutnya lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi,’” (HR Muslim).
Sahabat Anas RA meriwayatkan bagaimana keutamaan berbagi pada bulan Ramadhan. Berbagi pada bulan Ramadhan bahkan amal yang paling utama:
عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ
Artinya, “Dari Anas dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan,’ (HR At-Tirmidzi).
Banyak sahabat juga menyaksikan kedermawanan dan kemurahan hati Rasulullah pada bulan Ramadhan dibanding bulan lainnya. Rasulullah memperbanyak sedekahnya di bulan Ramadhan sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Artinya, “Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan,” (HR Bukhari dan Muslim).
Ulama kemudian menarik simpulan bahwa berbagai hadits tersebut merupakan anjuran umat Islam untuk memperbanyak sedekah dan berbuat baik secara umum mengingat ganjaran kebaikan yang berlipat ganda pada bulan Ramadhan.
ومبادرته لإكثار الصدقة لأنه صلى الله عليه وسلم كان أجود ما يكون في رمضان، وبالجملة فيكثر فيه من أعمال الخير لأن العمل يضاعف فيه على العمل في غيره من بقية الشهور
Artinya, “(Orang berpuasa) dianjurkan segera memperbanyak sedekah karena Rasulullah SAW adalah orang paling murah hati di Bulan Ramadhan. Seseorang dapat melakukan kebaikan secara umum karena ganjaran amal kebaikan apapun bentuknya akan dilipatgandakan dibandingkan ganjaran amal kebaikan yang dilakukan di luar bulan Ramadhan,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 1999 M/1420 H], cetakan kedua, juz I, halaman 562).
3. Meningkatkan Ibadah (زيادة العبادة)
Meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan memaksimalkan amalan wajib, memperbanyak shalat sunnah (tarawih, tahajud, dhuha), meningkatkan tilawah Al-Qur’an, sedekah, serta iktikaf di sepuluh malam terakhir. Fokus pada kualitas ibadah dengan khusyuk dan konsisten adalah kunci meraih keutamaan Ramadhan.
Meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan bisa dilakukan dengan :
Meningkatkan Shalat Sunnah: Melaksanakan shalat tarawih berjamaah, mendirikan shalat malam (Qiyamul Lail/Tahajud) di sepertiga malam, dan shalat dhuha.
Interaksi dengan Al-Qur’an: Meningkatkan intensitas membaca (tilawah), mentadabburi (memahami makna), dan mengkhatamkan Al-Qur’an.
Memperbanyak Sedekah dan Berbagi: Bersedekah, memberi makan orang berbuka puasa, dan menunaikan zakat fitrah sebelum Idul Fitri.
Iktikaf dan Mencari Lailatul Qadar: Berdiam diri di masjid, terutama di 10 hari terakhir, untuk fokus beribadah, berdzikir, dan bertaubat.
Menjaga Lisan dan Hati: Menghindari ghibah dan perbuatan sia-sia, serta memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar.
Menyusun Target Ibadah: Membuat rencana harian yang konkret, seperti target khatam Quran, jumlah sedekah, atau konsistensi shalat berjamaah.
و الله أعلم بالصواب و علمه أتم
Do’a Kafaratul Majelis
سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ.
Media informasi LDRQ-Center
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fans Page Fb
📡Fb
📷Instagram LDRQ
🎬Youtube
🐦Twitter
📝Telegram
#dayahraudhatulquran
#ldrqraudhatulquran
💎⭐⛅🤝🏻




