Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

‎KEUTAMAAN DAN KEMULIAAN MALAM NISFU SYA’BAN

‎بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
‎🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center

KEUTAMAAN DAN KEMULIAAN MALAM NISFU SYA’BAN

‎Bulan Sya’ban memegang peranan krusial dalam kalender Hijriyah sebagai gerbang spiritual menuju Ramadhan. Di masa ini, seorang Muslim dianjurkan untuk mulai memperbanyak amalan sunnah—seperti puasa, zikir, serta shalat malam—sebagai bentuk persiapan diri.

‎​Momentum yang paling dinantikan di bulan ini adalah malam ke-15, yang akrab kita kenal sebagai malam Nisfu Sya’ban. Malam ini bukan sekadar pergantian waktu biasa; ia adalah waktu yang sarat akan rahmat dan pengampunan. Berikut adalah tinjauan mendalam mengenai alasan mengapa malam ini begitu mulia di mata agama.

‎​1. Malam Ampunan bagi Seluruh Makhluk

‎​Keutamaan utama Nisfu Sya’ban terletak pada luasnya ampunan Allah yang dibentangkan bagi hamba-Nya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani dan Imam Ibnu Hibban dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah bersabda:

‎‎يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

‎Artinya: “Allah memperhatikan makhluk-Nya pada malam nisfu Sya’ban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang gemar menyulut api permusuhan.”

‎​Selain itu, terdapat seruan ilahi yang turun di malam tersebut sebagaimana terekam dalam riwayat Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi:

‎عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ ! أَلاَ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلاَ كَذَا… أَلاَ كَذَا… حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ

‎Artinya: “Dari Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah bersabda: “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, shalatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman: ‘Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? niscaya Aku akan mengampuninya, adakah yang meminta rezeki kepada-Ku? niscaya Aku akan memberinya rezeki. Adakah yang sakit? niscaya Aku akan menyembuhkannya, adakah yang demikian (maksudnya Allah akan mengabulkan hajat hambanya yang memohon pada waktu itu)…. Adakah yang demikian…. sampai terbit fajar.”

‎​2. Rekapitulasi Amal dan Penentuan Takdir

‎​Nisfu Sya’ban juga diyakini sebagai malam di mana berkas-berkas kehidupan manusia ditinjau kembali. Berdasarkan penjelasan Rasulullah kepada Sayyidah ‘Aisyah, malam ini merupakan waktu pencatatan takdir tahunan:

‎عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِي ﷺ قَالَ: هَلْ تَدْرِيْنَ مَا هَذِهِ اللَّيْلَة؟ قَالَتْ: مَا فِيْهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ: فِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ مَوْلُوْدِ بَنِي آَدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ هَالِكٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا تُرْفَعُ أَعْمَالُهُمْ، وَفِيْهَا تَنْزِلُ أَرْزَاقُهُمْ

‎​Artinya: “Dari Aisyah, dari Nabi Muhammad, beliau bertanya: ‘Apakah kamu tahu ada apa dengan malam ini (Nishfu Sya’ban)?’ Sayyidah ‘Aisyah kembali bertanya: ‘Ada apa di dalamnya, wahai Rasulullah?’ Maka nabi menjawab: ‘Di dalamnya dicatat semua anak yang dilahirkan dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu di catat semua orang yang celaka dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu (juga) diangkat semua amal (perbuatan) mereka, dan pada malam itu diturunkan rezeki mereka.”

3. Manifestasi Kasih Sayang Allah yang Tak Terbatas

‎​Besarnya pengampunan Allah di malam ini juga digambarkan melalui sebuah peristiwa yang dialami oleh Sayyidah Aisyah saat beliau menemukan Rasulullah sedang bermunajat di pemakaman Baqi’. Beliau bersabda:

‎​فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak).”

‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب

Do’a Kafaratul Majelis

‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ

Media informasi LDRQ-Center

‎📞Channel whatsapp LDRQ
‎📷Instagram LDRQ
‎📷Instagram Dayah RQ
‎🌎Fanpage FB
‎📡Facebook
‎🎬Youtube
‎🐦X
‎📝Telegram

‎#dayahraudhatulquran
‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Bagikan:

Tinggalkan Balasan