بِسْمِ ﷲِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center
FILOSOFI BULAN SYA’BAN: PERSPEKTIF SYEKH ABDUL QADIR
Sya’ban dikenal luas sebagai bulan yang sarat akan keberkahan. Namun, di balik kemuliaannya, tersimpan rahasia filosofis pada setiap huruf yang membentuk kata “Sya’ban”. Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab al-Ghunyah mengupas tuntas makna mendalam di balik nama bulan tersebut.
Secara etimologi, kata “Sya’ban” terdiri dari lima huruf: Syin, ‘Ain, Ba’, Alif, dan Nun. Syekh Abdul Qadir al-Jailani menjelaskan bahwa setiap huruf merupakan simbol dari anugerah Allah bagi hamba-Nya:
شَعْبَانُ خَمْسَةُ أَحْرُفٍ، شِينٌ وَعَيْنٌ وَبَاءٌ وَأَلِفٌ وَنُونٌ، فَالشِّينُ مِنَ الشَّرَفِ، وَالْعَيْنُ مِنَ الْعُلُوِّ، وَالْبَاءُ مِنَ الْبِرِّ، وَالْأَلِفُ مِنَ الْأَلْفَةِ، وَالنُّونُ مِنَ النُّورِ، فَتِلْكَ الْعَطَايَا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى لِلْعَبْدِ فِي هَذَا الشَّهْرِ.
Artinya: “Syin akronim dari kata syaraf (mulia), ‘ain dari kata ‘uluw (luhur), ba’ dari kata birru (kebaikan), alif dari kata ulfah (kasih sayang) dan nun dari kata nur (cahaya). Dan seluruh pemberian Allah kepada hamba-Nya terjadi pada bulan ini.”
Melalui filosofi ini, beliau menegaskan betapa istimewanya kedudukan Sya’ban:
وَهُوَ شَهْرٌ تُفَتَّحُ فِيهِ الْخَيْرَاتُ، وَتُنَزَّلُ فِيهِ الْبَرَكَاٰتُ، وَتُتْرَكُ فِيهِ الْخَطِيئَاتُ، وَتُكَفَّرُ فِيهِ السَّيِّئَاتُ.
Artinya: “Bulan Sya’ban merupakan pembuka dari segala kebaikan, di dalamnya turun pula keberkahan, sebagai bentuk untuk meninggalkan kemaksiatan, dan sebagai pelebur dari setiap kesalahan.”_
Bulan ini juga sering disebut sebagai “Bulan Shalawat”. Hal ini didasari pada fakta sejarah bahwa perintah Allah agar umat beriman bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW diturunkan pada bulan Sya’ban. Syekh Abdul Qadir al-Jailani menjelaskan:
وَتُكْثَرُ فِيهِ الصَّلَواتُ عَلَى مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللَّٰهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- خَيْرِ الْبَرِيَّاتِ. وَهُوَ شَهْرُ الصَّلاةِ عَلَى النَّبِيِّ الْمُخْتَارِ، قَالَ اللَّٰهِ تَعَالَى: {إِنَّ اللَّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا} [الأحزاب: 56].
Artinya: “Dan memperbanyak membaca shalawat pada bulan Sya’ban adalah kebaikan yang sangat luar biasa. (karena) bulan Sya’ban merupakan bulan shalawat kepada baginda Nabi yang terpilih. Karena di dalamnya turun ayat yang berupa: ‘Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.’”
Syekh Abdul Qadir menekankan pentingnya beribadah dan bertawasul melalui Rasulullah SAW agar penyakit hati kita disembuhkan. Beliau memberikan analogi waktu yang sangat menyentuh:
1. Kemarin: nasihat (pelajaran yang sudah berlalu).
2. Hari Ini: kesempatan emas (ghanimah) untuk beramal.
3. Esok Hari: sebuah risiko (ketidakpastian apakah kita masih hidup).
Begitu pula dengan siklus bulan: Rajab telah pergi, Ramadhan masih menjadi rahasia umur, maka Sya’ban yang berada di tengah-tengah adalah kesempatan terbaik yang harus segera dimanfaatkan.
Sebagai jembatan menuju sucinya Ramadhan, mari kita maksimalkan Sya’ban dengan ketaatan dan shalawat. Jangan sampai kita menunda kebaikan, sebab tidak ada jaminan usia kita akan sampai pada bulan berikutnya.
Sumber: _al-Ghunyah li Thalib Thariq al-Haq_
والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب
Do’a Kafaratul Majelis
سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ
Media informasi LDRQ-Center
📞Channel whatsapp LDRQ
📷Instagram LDRQ
📷Instagram Dayah RQ
🌎Fanpage FB
📡Facebook
🎬Youtube
🐦X
📝Telegram
#dayahraudhatulquran
#lajnahdakwahraudhatulqur’an



