Tungkop, Darussalam, Aceh Besar 085276704550 osdaraudhatulquran@gmail.com
Tausiah LDRQ

Apakah Fungsi Berdo’a? Bukankah Allah Maha Mengetahui Segalanya?

‎اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒🔊🎤 Tausiah Singkat Lajnah Dakwah RQ-Center Apakah Fungsi Berdo’a? Bukankah Allah Maha Mengetahui Segalanya? Allah SWT mengajarkan kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya senantiasa selalu berdoa kepada-Nya.Dikarenakan doa merupakan sarana komunikasi sang hamba dengan penciptanya. Dengan berdoalah seorang hamba menyampaikan segala keluh kesah dan permintaan yang berupa keinginan maupun kebutuhan. Namun meski demikian,banyak sekali timbul kemusykilan maupun kebingungan yang menjadi tanda tanya dikalangan orang awam. Mengapa kita harus berdoa ? Bukankah Allah Maha mengetahui segalanya? Segala isi hati, baik itu kebutuhan maupun keinginan yang ada dalam hati kita? Maka Syair Imam Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad Al Haddad telah menjadi jawabannya. Yang mana Syair tersebut tercipta dikala beliau berada dalam keadaan yang sangat sulit dan berharap kepada Allah. Demikian Syairnya: قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي فَدُعَـائِي وابْتِهـَالِي شَـاهِدٌ لِي بِافْتِقَارِي “Qad kafani ilmu rabby.. Min sualy wakhtiyary.. Fadu’aiy wabtihaaly.. Syahidunly Biftiqaary.. Artinya : “Sungguh sangat mencukupi (mendapat kepuasan dan ketenangan) bagiku terhadap segala ilmu Tuhanku” “Yang mengetahui segala permintaan dan keinginanku” “Maka segala doa dan jeritan isi hatiku” “Adalah sebagai bukti dan menjadi saksi bahwa diriku sangat membutuhkan Tuhanku” Berdasarkan Syair Imam Alhaddad dapat kita ambil sebuah hikmah tentang berdoa,yaitu sebagai bukti bahwa kita sangat butuh kepada-Nya. Karena kita hanyalah hamba yang lemah,yang hina, bahkan yng selalu ketergantungan dengan Allah SWT. Maka berdoalah, Curahkan lah semua keluh kesah maupun curhatan yang ada di benakmu. Karena Allah sendiri yang memerintahkan kita sebagai hambanya untuk selalu berdoa. Sebagaimana firman-Nya dalam surah ( Al Ghafir ayat 60) : “وقال ربكم ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ” “Berkatalah Tuhanmu : Berdoalah kepadaku niscaya akan aku kabulkan” Setelah kita mengetahui fungsi dari sebuah doa,alangkah baiknya kita juga harus memperhatikan hal-hal yang membuat doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Syekh Abdul Qadir Al Jilani memberi arahan kepada kita kaum muslimin yang hendaknya ingin melakukan ibadah yang berbentuk doa.Dikarenakan,meski pada hakikatnya berdoa bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya doa dilakukan pada waktu-waktu dan tata cara yang telah ditentukan oleh syariat,Agar segala yang kita panjatkan diterima oleh sang Penerima Doa. Di dalam kitab Al Gunyah Lithalibin ala tariqil haq, karangannya beliau(Syekh Abdul Qadir Al Jilani) memberikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan diketika berdoa,yaitu : أن يمد يديه ويحمد الله تعالى ويصلى على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يسأله الله حاجته ولا ينظر إلى السماء في حاله دعائه، وإذا فرغ يديه مسح يديه على وجهه، لما روى عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: سلوا الله ببطون اكفكم Dianjurkan pada saat berdoa membentangkan kedua tangan, mengawalinya dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian baru setelah itu mengutarakan permintaan dan permohonan. Jangan menghadap langit pada saat berdoa. Ketika selesai berdoa usaplah kedua tangan ke wajah. Dalam sebuah riwayat disebutkan Rasulullah berkata : “Mintalah kepada Allah dengan batin telapak tangan”. Dari penjelasan Syekh Abdul Qadir di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat berdoa: Pertama, membentangkan kedua telapak tangan pada saat berdoa, seperti orang yang sedang memohon dan meminta. Kedua, awali doa dengan pujian terhadap Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pujian itu sebagai ungkapan bahwa manusia sesungguhnya lemah dan tidak memiliki daya dan kuasa di hadapan Allah SWT. Ketiga, setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad baru utarakan permintaan dan permohonan kepada Allah SWT, sembari menunduk dan jangan menghadap ke langit. Keempat, selesai berdoa usaplah wajah dengan dua telapak tangan. Pada saat membentangkan kedua telapak tangan, hendaklah batin telapak tangan menghadap ke atas, seperti halnya orang meminta. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw,yang diriwayatkan oleh Abu daud : “سلوا الله ببطون أكفكم ولا تسألوه بظهورها ” “mintalah kepada Allah dengan batin telapak tangan,jangan lah kalian meminta dengan punggung telapak tangan” ‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب ‎ ‎Do’a Kafaratul Majelis ‎ ‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ ‎ ‎Media informasi LDRQ-Center ‎ ‎📞Channel whatsapp LDRQ: ‎https://whatsapp.com/channel/0029ValKVW6F1YlPl1ZAWz3C ‎📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran ‎📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran__ ‎🌎Fanpage FB: https://www.facebook.com/dayahrqcenter ‎📡Facebook: https://www.facebook.com/pusat.rq ‎🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ ‎🐦X: https://x.com/LPI_DayahRQ ‎📝Telegram: t.me/dayahraudhatulquran ‎ ‎#dayahraudhatulquran ‎#lajnahdakwahraudhatulqur’an

Tausiah LDRQ

4 Amalan Utama di Bulan Rajab

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 🗒️🔊🎤 Tausiyah Singkat Lajnah Dakwah Rq-Center 4 Amalan Utama di Bulan Rajab 1. Berpuasa Berpuasa pada bulan Rajab adalah amalan yang paling baik. Rasulullah SAW selalu berpuasa di bulan Rajab ini. Diriwayatkan dalam hadis shahih bahwa Rasulullah SAW berpuasa di bulan Rajab. حدثنا عثمان ابن حكيم الانصاري قال سالت سعيد ابن جبير عن صوم رجب نحن يومێذ في رجب فقال سمعت ابن عباس رضي الله عنهما يقولان كان رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم “Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman ibn Hakim al-Anshari berkata, aku bertanya kepada Sa’id ibn Jubair tentang puasa Rajab, padahal pada waktu itu di bulan Rajab, dia menjawab, aku pernah mendengar Ibn Abbas berkata, Rasulullah SAW berpuasa (Rajab) terus hingga kami berkata, beliau tidak berbuka, dan (pada waktu yang lain) beliau berbuka hingga kami berkata, nabi tidak puasa.” (HR Muslim) Hadis ini secara eksplisit menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sering puasa terus menerus di bulan rajab, hingga para sahabat mengira bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah berbuka, namun kadang Nabi Muhammad SAW tidak berpuasa hingga para sahabat mengira nabi tidak berpuasa di bulan Rajab. Adanya beberapa riwayat yang dha’if dan maudhu’ tentang keutamaan puasa Rajab bukan berarti puasa sunnah di bulan Rajab tidak ada. Puasa rajab sangat dianjurkan oleh Rasulallah saw walau hanya beberapa hari saja. 2. Istighfar Bulan Rajab adalah bulan permohonan ampun kepada Allah Ta’ala. Bulan Rajab disebut “syahr al-istighfar”, maka perbanyaklah istighfar di bulan ini. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Rajab artinya ‘mencurahkan,’ karena pada bulan rajab, Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada hamba-Nya. Setiap manusia mempunyai salah dan khilaf, maka perbanyaklah memohon ampun di bulan ini. Imam as-Suyuthi dalam tafsirnya berkata; dalam menafsirkan surat al Taubah/9: 36. “Maka Janganlah pada bulan haram berbuat zalim terhadap dirimu sendiri”, maksudnya adalah sesungguhnya berbuat zalim pada bulan haram merupakan kesalahan yang besar dan lebih berat dosanya daripada di bulan lain. Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dari ibn Zaid, firman Allah Ta’ala, “janganlah kalian berbuat zalim terhadap diri sendiri di bulan haram”, maksudnya adalah perbuatan maksiat dan meninggalkan ketaatan. Allah Ta’ala mengajak kaum muslimin untuk memperbanyak “istighfar” atas dosa dan khilaf yang pernah dilakukannya pada masa lalu. Allah Ta’ala memerintahkan agar menghentikan perbuatan zalim terhadap diri sendiri dan orang lain. 3. Bersedekah Salah satu jalan yang ditempuh oleh “para salik” untuk mencapai kemuliaan adalah bersedekah. Namun yang paling utama adalah memilih waktu yang mulia untuk bersedekah. Dan salah satu bulan yang mulia untuk memperbanyak amal shaleh termasuk bersedekah adalah bulan Rajab. قال النبي صلى الله عليه وسلم : من تصدق في رجب باعده الله من النار كمقدار غراب طار فرخا حتى مات هرما Nabi Muhammad saw bersabda: “Siapa yang sedekah di bulan Rajab maka Allah Ta’ala menjauhkan dirinya dari neraka sejauh jarak terbang seekor burung elang yang terbang dari kecil hingga mati.” قال النبي صلى الله عليه وسلم : من فرج عن مؤمن كربة في رجب أعطاه الله في الفردوس قصرا مد بصره Nabi Muhammad saw bersabda: “Siapa yang melapangkan kesulitan seorang mukmin di bulan Rajab, maka Allah Ta’ala akan memberikan istana di surga firdaus seluas pandangan matanya.” Hadirnya bulan Rajab yang menyapa hamba merupakan isyarat dan kesempatan agar setiap hamba meningkatkan seluruh amalnya termasuk di dalamnya bersedekah. Bersedekah banyak keutamaannya. bersedekah dapat memadamkan murka Allah Ta’ala. bersedekah dapat menolak bala. bersedekah dapat memperlancar dan memperbanyak rizki. akan memperpanjang umur. bersedekah akan memberikan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. 4. Zikir dan berdoa “Doa dan zikir” adalah amalan yang mulia. Perbedaan orang yang mati dan yang hidup adalah terletak pada zikirnya. Bulan Rajab yang penuh dengan kemuliaan hendaknya diisi dengan zikir dan berdoa. Zikir dan doa yang dilakukan di bulan rajab adalah: 1) Membaca doa ini saat memasuki bulan Rajab. اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami hingga bulan Ramadhan.” 2) Memperbanyak shalawat إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS al-Ahzab/33: 56) 3) Membaca doa رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ اَسْـتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ 4) Membaca sayyidul istighfar اَللَّهُمّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت و الله أعلم بالصواب و علمه أتم Do’a Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ. *Media informasi LDRQ-Center* 📷Instagram Dayah RQ : https://instagram.com/dayahraudhatulquran 🌎Fans Page Fb : https://www.facebook.com/dayahrqcenter 📡Fb : https://www.facebook.com/pusat.rq 📷Instagram LDRQ: https://instagram.com/ldrq.raudhatulquran 🎬Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCXam1oDfCU_ieIA9WBD3VoQ 🐦Twitter : https://twitter.com/LPI_DayahRQ?s=09 📝Telegram : t.me/dayahraudhatulquran #dayahraudhatulquran #ldrqraudhatulquran 💎⭐⛅🤝🏻